Knowledge and Experience. They just know how to keep me feel alive.....


Tuesday, October 18, 2011

Sweet escape : Amed, Bali..

Entah sudah ke berapa kalinya saya menuliskan hal ini, tapi saya ga akan pernah bosan untuk bilang : Saya CINTA Bali!! Bahkan sampai sekarang pun, Bali masih tetap berada di jajaran teratas dalam list "pilihan tempat liburan" saya. Sepanjang tahun ini, saya sudah dua kali pergi ke sana, Februari lalu bersama teman-teman se-peng-galau-an dan yang terakhir, beberapa minggu lalu (saat weekend) bersama sahabat saya, Bee :

Pantai di Amed yang cantik dan bersih, walaupun tidak berpasir putih. Tapi begitu nyemplung ke lautnya, kita langsung bisa snorkeling melihat terumbu-terumbu karang dan ikan-ikan cantik. Luar biasa!


Pemandangan di sepanjang jalan menuju Amed. It's really nice to see and sooo relaxing.


Monday, October 17, 2011

Update! Update!

Alohaaaaa...

Salam dari Jakartaaa...

Sudah sebulan ga update blog ini, jadi kangen nulis lagi. Sepertinya sampai detik ini saya masih post-holiday-syndrome -_-". Sangat tidak bersemangat beraktivitas kembali setelah menghabiskan liburan panjang dan melakukan banyak kegiatan yang menyenangkan. But the show must go on, baby!

Jadi, setelah pulang dari liburan banyak kegiatan yang menanti saya. Tapiii biarpun banyak saya tetap harus SEMANGAAAAATTT!!! *busungkan dada, singsingkan lengan baju, ambil ikat kepala* Untungnya, kembali menghadapi dunia nyata alias pekerjaan, ga seburuk yang saya bayangkan. Justru sebulan terakhir ini, jadi bulan yang cukup menyenangkan buat saya. Gimana ga menyenangkan, dalam jangka waktu dari saya pulang liburan sampai hari ini, saya sudah 2 kali bolak-balik Singapore dibiayai kantor (sombooongg.. *nyengir kuda*) dan 1 kali refreshing ke Bali pas weekend (kalau yang ini atas biaya sendiri).

Di kantor, saya punya jabatan atau lebih tepatnya sebutan baru dari teman-teman kantor, yang kurang bisa dibanggakan tapi (lumayan dah, bro!) bisa bikin saya bolak-balik day trip CGK-SIN, yaitu 'kurir internasional' *sigh.. ga bisa dibanggakan kan?* Ceritanya sekarang kantor saya punya kantor rekanan yang berlokasi di Singapore. Singkatnya, setiap ada shipment selesai yang berhubungan dengan kantor Singapore tersebut, saya harus mengantarkan dokumen-dokumen penting dari Jakarta ke Singapore. Bertemu dengan rekanan di sana dan menyerahkan dokumen itu supaya bisa cepat diproses. Karena bos besar biasanya mau buru-buru, jadilah kantor saya lebih memilih untuk mengirim saya ke sana dibanding mempercayakan jasa kurir yang sebenarnya-benarnya dan sesungguh-sungguhnya, macam DHL,TIKI and the gank.

Rejeki sih buat saya, bisa ga masuk kantor seharian buat 'kerja' (a.k.a jalan-jalan) ke negeri tetangga. Walaupun, sedikit menyiksa juga, karena tiap kali dikirim ke sana, mau ga mau harus nurutin kata kantor, pergi dengan first flight. Zzzzzzz.... Anyway, I enjoy it! Kerjanya paling setengah sampe satu jam, haha hihi meeting sama orang sana, abis itu bebas deh mau menclok-menclok ke mana saya suka. Yang saya pikir menarik dan cukup lucu adalah pramugari and even the pilot saat saya berangkat dan pulang selalu orang-orang yang sama. Ternyata, jadi pramugari kalo dengan jarak penerbangan pendek dan sebentar ga enak juga. Pasti cape banget.

Nampaknya cukup sekian dulu update-an di blog kali ini. Agak-agak ga penting, tapi yah semoga yang membaca bisa sedikit terhibur. ^_^


Ciao!

Monday, September 12, 2011

Day 13 : Time to say goodbye :'(

Akhirnya hari ini tiba juga. 13 hari sudah saya menghabiskan libur dan cuti lebaran saya di tanah Eropa. Tidak banyak yang saya lakukan hari ini selain menyelesaikan membereskan barang-barang dan memasukkan semua ke dalam koper. Dan tetap saja, bahkan sampai hari ini saya tidak ingin pulang. Terlalu menyenangkan semua yang sudah saya lalui di sini, dan terlalu menyedihkan untuk menghadapi kenyataan kalo semuanya sudah mau berakhir. (Lebay lu, Gie!)

Makan malam hari ini akan jadi makan malam terakhir saya dengan Robin dan keluarganya, dalam liburan saya di tahun ini. Kami menyantap spaghetti buatan Ayah Robin. Menurut saya, Pa' Ronald cukup mahir dalam membuat pasta yang enak. Saya selalu suka pasta buatan beliau. Sebelum menyicipi spaghetti buatannya, beberapa hari lalu, beliau memasak macaroni untuk makan malam, dan rasanya pun pas. Enak.  

Makam malam kami lakukan sedikit lebih "pagi", sekitar jam setengah lima. Biasanya, kami makan malam tepat jam enam, tapi karena penerbangan saya dan Robin kembali ke tanah air akan berangkat pada jam 20:55, jadi setidaknya kami harus sampai di bandara jam tujuh malam. Sekitar jam lima lewat, saya, Robin, ayah, ibu dan adiknya (Dennis) berangkat bersama-sama menuju bandara Schiphol, Amsterdam. Jarak dari Arnhem ke bandara lumayan jauh, dan perlu waktu kira-kira satu setengah jam untuk ditempuh dengan mobil. Itu pun kalau tanpa macet. Mungkin kalo jalanan di sana macetnya seperti di Jakarta, perlu waktu 3 sampai 4 jam untuk tiba di bandara.

Waktu rombongan kami tiba di bandara, sudah banyak orang yang menunggu kami di sana. Bee sudah sampai di sana lebih dulu diantar Erik dan ayahnya. Kemudian fans setia saya, Dain, juga sudah ada di sana untuk melepas kepergian kami sekalian mau transaksi foto-foto. Hehehe. Jantine, sahabat Robin juga sudah menunggu di sana. Ada juga mbak Ninuk, kenalan saya, yang ingin menitipkan oleh-oleh untuk saudara sepupu saya.

Setelah mengobrol sebentar dan berfoto-foto, saya, Robin dan Bee pamit pada semuanya. Saya sempat sedih saat melihat Ma' Joke yang menitikkan air mata mengantar kepergian Robin. "Insting seorang ibu," katanya waktu itu. Sempat tersenyum terkekeh juga bersama Dain saat kami diam-diam mengintip melihat perpisahan antara Erik dan Bee. Hahahaha. Selalu ada cerita berbeda setiap kali saya berada di sebuah bandara.

Dan sekarang saya sudah kembali berada di Jakarta. Sudah mulai bekerja seperti biasa. Penerbangan kami berjalan aman dan lancar. Walaupun pagi tadi dengan berat hati saya melangkahkan kaki ke kantor, tapi saya tetap melakukannya. Saatnya, kembali mengumpulkan pundi-pundi uang untuk membiayai perjalanan saya selanjutnya. Entah untuk ke mana, mungkin saja untuk kembali ke tanah Eropa dan melihat lebih banyak lagi . Amin. 

(Bye bye! Foto ini diambil saat perjalanan menuju bandara.)

Friday, September 09, 2011

Day 12 : Packing and Billiards..

Rencana awal sekali, hari ini saya dan Robin mau pergi ke Jerman dan menghabiskan waktu kami dengan menelusuri kota Keulen atau pergi ke Warner Bros Movie Park yang ada di Oberhausen. Tapi, karena kami masih cukup lelah dengan perjalanan ke Brussels kemarin, kami membatalkan rencana tersebut. Jadi, hari ini kami memilih untuk bangun lebih siang dan beristirahat di rumah saja.

Selain beristirahat, saya dan Robin juga mulai packing sedikit demi sedikit karena besok kami akan berangkat bersama ke Jakarta, Indonesia. Ya, kami. Saya dan Robin. Setelah berlibur bersama, Robin akan ikut saya dan Bee kembali ke Jakarta untuk proyek magang sebelum kelulusannya dari HAN University of Applied Science. Dia akan bekerja di salah satu kantor advertising di daerah Jakarta Barat sampai bulan Januari 2012. Saya senang tentang hal ini, karena itu berarti saya tidak perlu berada dalam hubungan jarak jauh, setidaknya selama enam bulan ke depan. ;-)

Puas beristirahat dan packing selesai setengah jalan, malam harinya saya, Robin dan Ma' Joke pergi ke centrum untuk bermain billiards. Kebetulan Robin dan ibunya penggemar permainan tersebut. Saya juga lumayan suka bermain bola delapan atau bola sembilan. Terakhir kali saya ke Belanda (waktu pertama kalinya bertemu dengan keluarga Robin), kami juga menyempatkan untuk main Billiards bertiga. Saya cukup menikmati kebersamaan kami malam ini. Menyenangkan, karena dari 7 games yang kami mainkan, Ma' Joke menang 4 kali, saya 3 kali dan Robin tidak menang sama sekali. Hahahaha. Girls power! (Sabar ya, schatje.. We still love you kok!)

Oya, malam itu pertama kalinya saya merasakan gempa di Belanda. Setelah beberapa puluh tahun tidak pernah gempa, malam itu gempa berkekuatan 4,6 scala richter mengguncang wilayah Nijmegen dan sekitarnya. Awalnya, saya pikir ada orang yang menjatuhkan bola Billiards ke lantai kayu tempat kami bermain waktu saya merasakan sedikit guncangan, tapi ternyata it was an earthquake. Dan cuma saya yang merasakan gempa itu, sementara Robin dan ibunya tidak sama sekali. Mungkin karena saya sudah cukup sensitif dan pernah beberapa kali merasakan gempa selama di Jakarta. Untungnya, tidak ada korban jiwa dari gempa malam itu dan selebihnya saya senang bisa menghabiskan waktu bersama Robin dan ibunya. Walaupun saya masih belum siap menghadapi kenyataan bahwa esok hari saya sudah harus terbang kembali ke Jakarta dan itu berarti juga: kembali menjalani kehidupan saya di sana.

Thursday, September 08, 2011

Day 11 : Brussels, baby!

Ga berasa liburan/cuti saya hampir berakhir. Huuuhuhuhu. Rasanya saya belum siap untuk segera kembali beraktivitas minggu depan. Apa saya perpanjang aja ya liburan ini sampai bulan depan? Atau mungkin tahun depan? Hahaha (siap-siap dirajam sama orang kantor nih kalau begini caranya.)

Yak, sampai sudah saya di hari ke-11. Hari ini saya, Robin, Bee, Erik dan Dain pergi ke Brussels, Belgia. Sebelum ke Brussels, kami mampir ke Oss (daerah di Noord Brabant, selatan Belanda) untuk mengunjungi tante dan oma 'jauh' Bee. Selalu menyenangkan kalau bisa bertemu orang Indonesia yang tinggal di Belanda. Apalagi tantenya Bee yang satu ini, menurut saya dan Dain, orangnya cukup metal. Hehehe. Ada baiknya kalau saya ga cerita tentang ke-metal-an si tante di blog saya, karena saya takut nanti efeknya ga bagus. Jadi, kalau ada yang mau tahu soal ke-metal-an si tante, langsung tanya saya saja secara pribadi. Tapi, selebihnya orangnya menyenangkan dan baik. Bersama si tante, kami mengunjungi oma yang sedang berada di rumah sakit.

Kami sedikit sedih mendengar cerita si tante tentang keadaan oma, dan perawatan di rumah sakit Belanda yang lambat. Well, ternyata emang ga semuanya di sini lebih baik dibanding di Indonesia atau Jakarta. Robin juga pernah cerita soal ini. Di Belanda, kecuali kalau kita kena serangan jantung (mungkin), kita ga akan dilayanin alias harus menunggu lama, untuk bikin janji ketemu dokter atau diperiksa dan dirawat di rumah sakit. Dan menunggu untuk ketemu dokter bisa makan waktu sampai dua minggu. Ckckck. Sementara di Indonesia, kita bisa kapan aja diperiksa dokter. Banyak dokter jaga 24 jam di rumah sakit yang siap memeriksa pasien dan memberi bantuan yang diperlukan. Yah, walaupun seringkali ada kejadian no money no help! Tapi setidakmya masih lebih baik dibanding apa yang saya dengar di sini.

Selesai mengunjungi rumah sakit, kami langsung berangkat menuju Brussels. Perjalanan ke Brussels lumayan makan waktu lama. Selain karena macet, juga karena Erik juga masih belum terlalu lancar nyetirnya. Ibarat kata, newbie gitu deh. Awalnya agak sedikit membosankan perjalanan kami kali ini. Karena kami ga tau seluk-beluk kota Brussels dan kami banyak mengandalkan mesin GPS. Belum lagi, mobil Erik sempet disenggol truk besar dan merusakkan spion kiri mobil. Ditambah di Brussels lebih banyak orang yang bicara bahasa Prancis dibanding bahasa Belanda, dan mereka ga bisa bahasa Inggris. Duh! Tapi setelah ketemu centrumnya, kami jadi ceria lagi. ^_^

Walaupun kami sampai di centrumnya udah kesorean banget, kami tetap berusaha untuk memaksimalkan waktu kami di sana. Melihat Manneken Pis, berfoto di Grote Markt, duduk-duduk di terrasje sambil menikmati Waffel dan Belgian Frites, dan tentunya belanja coklat. And finally here we go again, beberapa foto yang sempat kami buat selama mengunjungi Brussels :

(Saya dan Robin di hadapan patung "King Albert" lagi minta doa restu.)
(Foto favorit saya!)
(Berlimadi depan Manneken Pis. Orang Indonesia yang menolong kami mengambil foto ini. Terima kasih.)
(Waffelnya enaaaaaaakkk!!)

 At the end : It was totally awesome! And we had so much fun!