Knowledge and Experience. They just know how to keep me feel alive.....


Showing posts with label me and famz. Show all posts
Showing posts with label me and famz. Show all posts

Tuesday, November 30, 2010

The Sisters' Short Trip

Saya dan kakak perempuan saya mungkin adalah dua manusia yang memiliki latar belakang dan karakter yang mirip. Karena terlalu mirip, kadang kami jadi tidak cocok satu sama lain. Contohnya: saya orang yang keras, dia juga. Saya tidak sabaran, dia juga. Saya suka traveling, dia juga. Perbedaan kami mungkin hanyalah saya cantik, keren, pintar dan gaul, tapi sayangnya dia tidak. Hahaha. 

Anyway, saya orang yang senang bepergian, liburan, untuk menghilangkan stress. Biasanya saya memilih untuk pergi keluar dengan teman-teman atau pacar saya. Kakak saya juga begitu. Tapi bukan berarti kami tidak pernah pergi bersama-sama sekeluarga. Hanya saja tidak pernah terpikir oleh kami berdua untuk menghabiskan waktu pergi ke luar kota hanya berdua saja.Mungkin buat dia, saya adalah orang terakhir dalam list "orang yang akan gw ajak hang-out/liburan bareng" punyanya. Karena saya tahu betul, kalau saya bepergian dengan dia , hanya berdua, sepanjang perjalanan kami pasti hanya diisi oleh adu mulut antara saya dan dia.

Tapi herannya beberapa weekend lalu kami memutuskan untuk pergi menjelajah tempat baru berdua saja. Kami, hanya saya dan kakak perempuan saya, pergi ke sebuah tempat yang benar-benar asing dan baru bagi kami berdua. Kami pergi mengunjungi negeri tetangga,  negeri Singapura. Kebetulan saat itu kami berhasil mendapat tiket murah untuk berkunjung ke sana, hanya sekitar Rp 380,000.- PP/orang. Dan rencana kami hanyalah untuk menjelajahi negara tersebut dalam satu hari (berlagak seperti orang kaya, hehehe).

Perjalanan ini berjalan lancar di awal. Kami tidak banyak ribut, walaupun sekali dua kali kami bertingkah seperti bocah, adu argumen tentang giliran siapa untuk bertanya arah pada orang lain. Maklum, kami sama-sama belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di negara tersebut, jadi harus sering bertanya -_-". Kami pergi mengunjungi cukup banyak tempat, mulai dari Merlion Park, Sentosa Island, Orchad Road sampai Bugis Street. Semua itu dalam waktu satu hari saja. Jadi bisa dibayangkan bagaimana rasanya kaki saya setelah menjelajahi banyak tempat tersebut dalam waktu singkat. Mau copot rasanya!!

Usai berkeliling negeri imut itu, sudah terbayang di pikiran saya, kasur empuk ditemani bantal dan guling yang nyaman menunggu saya di rumah. Saya hanya perlu duduk manis di dalam pesawat selama perjalanan pulang, mengistirahatkan kaki saya sejenak sebelum saya benar-benar bisa merebahkan badan di tempat tidur kesayangan saya dan beristirahat. Sialnya, semua bayangan itu langsung sirna, begitu kami membaca bahwa penerbangan kami kembali ke Jakarta : DICANCEL! (T_T)

Mendengar berita itu kami sempat panik, tapi saya berusaha tetap tenang. Airlines kami bukan tanpa alasan membatalkan penerbangan ke Jakarta. Mereka membatalkan semua penerbangan ke Jakarta saat itu karena menerima kabar bahwa abu vulkanik dari letusan gunung merapi sudah sampai di wilayah udara kota Jakarta, sehingga bisa mengganggu jalannya penerbangan. Jadi kami tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Walaupun dalam hati saya panik dan ketar-ketir karena tidak bisa pulang, saya tetap berusaha stay cool, bahkan berusaha menenangkan kakak perempuan saya yang lebay dan panik akut. *sigh*

Akhirnya, dipaksa oleh keadaan, kami memutuskan untuk bermalam di Singapura. Menghibur diri, kami menghabiskan malam di Clarke Quay dengan uang pas-pasan. Dan setengah perjalanan kami pun mulai terjadi seperti yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Mulai dari tidak bisa menarik uang di mesin ATM padahal kami sudah kehabisan uang, sampai bertemu petugas imigrasi super menyebalkan yang membuat kami hampir ketinggalan kapal ferry yang akan membawa kami ke Batam, yang pada akhirnya bisa menyebabkan kami ketinggalan pesawat di bandara Hang Nadim (Batam), yang berarti kami akan kehilangan uang dengan sia-sia dan terperangkap di sana. (Lebaaayy... :-p )

Ya, kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta melalui Batam! Saya yang akhirnya mengambil keputusan itu. Karena setelah mencari informasi sana-sini, ternyata hanya airlines-airlines asing saja yang menutup penerbangan menuju Jakarta selama beberapa hari ke depan, hingga batas waktu yang belum diketahui. Sementara airlines milik Indonesia tetap membuka jalur Singapura-Jakarta. Dan lagi-lagi sialnya, kami kehabisan tiket pesawat menuju Jakarta dari airlines lain tersebut. Makanya, bukan tanpa alasan saya memutuskan untuk kembali ke Jakarta lewat Batam.

Ternyata bukan hanya kami yang berpikiran seperti ini. Banyak orang yang nasibnya tidak jauh berbeda dengan kami, yang akhirnya memutuskan mengambil jalur Singapura-Batam-Jakarta. Jadi, akhirnya kami harus menaiki ferry terlebih dahulu menuju Pulau Batam, dan baru dari sana kami naik pesawat menuju Jakarta. Kalau mengingat kejadian-kejadian yang terjadi selama setengah terakhir perjalanan kami ini, rasanya saya ingin tertawa terus, karena kekonyolan-kekonyolan (yang sebetulnya cukup menyebalkan) yang menimpa kami. Tapi untungnya, pada akhirnya, kami bisa selamat kembali ke kota nan padat, Jakarta. :)

Perjalanan singkat kami mungkin terlihat biasa saja. Tapi untuk saya dan kakak perempuan saya, perjalanan ini setidaknya mengajarkan kami sesuatu. Meskipun sering beradu argumen dan tidak cocok satu dan lainnya, pada dasarnya kami tetaplah kakak dan adik yang saling peduli satu sama lain, kami bisa saling menjaga, saling support dalam situasi-situasi yang mengharuskan kami menahan ego kami demi mencapai keputusan bersama. Dan pada saat perjalanan ini berakhir, partner perjalanan saya berkata "Yak, kita  lulus ikut 'Amazing Race'!"


Peace,
Gie

Sunday, October 03, 2010

Grandma..

Thank you for the gift of love,
now you're sharing it up above.
You had many things to say.
All in a caring way.
You always saw good in everyone,
No matter what they've done.
You were always the one we could all lean on.
Even though it must have felt like a ton.
You were always the strength of the family.
Now we must let you rest calmly.
As we say goodbye,
as tears roll down our eyes.
I know your place in heaven has a good view.
Because you're telling God,
I need to keep an eye on a few.
I know you will always be in our hearts and mind.
So Grandma,
I must go, but I'll never forget you're one of a kind.

 



P.S: Dedicated for my beloved Grandma, Hj. R.R. Sutidjah Soekarno. 
       I love you so much, Eyang.


-Gie-

Wednesday, April 21, 2010

I am nobody without them

Saya bukan siapa-siapa. Saya bukan artis ibukota terkenal yang tiap hari seliweran di TV membintangi sinetron-sinetron atau cuma sekedar nongol di infotainment. Saya juga bukan presiden atau pejabat negara yang harus memikul tanggung jawab berat terhadap negara ini beserta isinya. Saya juga bukan seorang pengusaha kaya yang bisa dengan gampangnya ngeluarin uang bermilyar-milyar rupiah hanya untuk bikin sebuah perhelatan/pesta di gedung yang mewah. I am nobody.

Tapi saya punya mereka.

Saya punya keluarga yang hebat. Ya, keluarga yang HEBAT!

Saya punya ibu yang sangat hebat. Ibu yang tetap mampu menjaga anak-anaknya walaupun beliau harus berjuang sendirian, karena Tuhan mengambil ayah saya saat saya masih berusia 8 tahun. Ibu yang tetap mampu memberi kami (anak-anaknya) makan, pakaian dan uang jajan, serta menyekolahkan saya dan kakak saya sampai kami menjadi seorang sarjana. You are the best, Mom!

Saya punya seorang kakak laki-laki yang sangat hebat. Kakak yang selalu bertanggung jawab menjaga dan melindungi keluarga kami setelah kepergian Ayah. Kakak yang rela tidak menyelesaikan kuliahnya hanya untuk mencari kerja demi membantu Ibu memberi kami makan dan membiayai kuliah kami, para adik perempuannya. Terima Kasih, Kak!

Saya punya seorang kakak perempuan yang sangat hebat. Dia yang terkadang menjadi panutan dan penasihat saya. Menjadi sosok yang selalu ingin saya kalahkan. Dialah teman saya saat beradu mulut, tapi juga tempat saya berkeluh kesah. Dia menyebalkan, tapi juga bisa sangat mengerti saya! Hey ugly sist,I love you, you know??!

Terakhir. Saya (pernah) punya Ayah. Walaupun saya tidak begitu mengenal sosoknya, tapi saya yakin beliau juga adalah sosok Ayah yang hebat dan luar biasa. Bahkan dengan kepergiannya menghadap Yang Kuasa, Ayah masih bisa mengajari saya (dan keluarga kami) banyak hal. Mengajari keluarga kami bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita sayangi, bagaimana kami harus tetap saling menyayangi, mendukung, dan menjaga keutuhan keluarga kami. Tanpa Ayah sadari, Ayah juga mengajari saya bagaimana menjadi wanita mandiri dan kuat tanpa memiliki sosok seorang ayah dalam hidup saya. Thank you so much for the lessons, Dad! I promise you, I will never let our family down.

Ya, saya punya mereka. Saya punya keluarga. Mereka yang telah menjadikan saya "sesiapa" di mata orang lain. Oh, I do love my family, do you?

"The family is a haven in a heartless world" -Christopher Lasch


-Gie-



Wednesday, February 10, 2010

Hello goodbye

Life is not easy, I have to admit it. As we know sometimes we are exposed to choices, between right or wrong, good or bad, black or white, and so on. It can be really hard to make a decision or to choose what is best for us and our life. But still whatever we choose, life must go on whether we like it or not, though we make a good deal or a bad one.

I've already dedicated my life for one and a half year as a reporter/writer/journalist in one of men's magazine in Indonesia. I like that job, I love my colleagues there, love the environment, love what I can do (get from) there, esp. the fact that I can go to Bali twice a year (last year) and that's for free. Hehehe. It's almost perfect, except three things why I don't like to be there: 1. my boss, 2. the salary is not good enough, and 3. I can't develop myself there.

Then because of that three reasons I take a risk to move on and spread my wings to fly higher so that I can see more panoramic sight and learn something new from it. So, I quit become a reporter/writer/journalist or whatever it's called. Actually besides all that reasons, there's also one thing why I have to move on. Since my sister doesn't have a job anymore, my responsibility for supporting my family in financial is getting bigger. That's why I got to leave my old job and do a new one which can pay me more.

It was really hard choices I have to choose, to stay or to go. I like being in my old office, surrounded by my friends/colleagues. But I can't be selfish, because there are still a lot of things I must consider in this matter. Things that are not only about me, myself and I. And I've made my own choice, eventhough it was also a very hard goodbye that I've had to say to my old colleagues. :'(

So now, here I am. Working as a new employee in one of trading company that sells comodities, such as coal, cotton, and others. Get a better salary and new family. Now I'm ready to learn new things here, to do my best with this job as I did to the old one, and to plan a better future for myself and family. My life is still great (I trully believe it) and I am thankful for it. :)


-Gie-

Thursday, September 24, 2009

Reyvan Renjiro Abimanyu and his "weird" family

Reyvan Renjiro Abimanyu. Siapakah dia? pacar baru? nope! teman baru? nope salah lagi. Just stop guessing and I'll tell you who is he, okay?!

Good. Are you ready guys?
:p Reyvan Renjiro Abimanyu adalah nama keponakan gw yang baru aja lahir di dunia hari Rabu tanggal 16 September 2009 lalu. Welcome to the world, baby!! Hehehe. Seneng banget akhirnya gw punya keponakan lagi. Setelah lima tahun gw cuma punya satu mainan hidup, yaitu Ryuken Alyasa Denis Polapa (ponakan pertama gw), akhirnya nambah lagi deh mainannya, hehehe. Haaaappyyy!!! :)

Kalo Ryuken itu anak dari kakak laki-laki gw (kak Kiki/Denis), Reyvan datang dan terlahir dari rahim kakak perempuan gw (kak Nana). Seneng dan lega banget rasanya begitu tahu ibu dan anaknya berhasil selamat dari proses persalinan yang pastinya sangat panjang dan melelahkan. Alhamdulillah! Dan mulai sekarang akan ada dua bocah yang manggil gw dengan sebutan "Tante Bunda".

Yap, Tante Bunda. Dari dulu gw emang pingin banget kalau suatu saat nanti gw punya anak, maka anak gw harus manggil gw dengan sebutan Bunda. It sounds so motherly and I love it. Karena nampaknya masih butuh waktu lama untuk mewujudkan keinginan gw itu, jadilah begitu gw punya ponakan maka mereka harus manggil gw dengan sebutan Tante Bunda. Sedikit unik ya kedengerannya? (atau aneh?) Hehehe. So, dari Ryuken kecil sampe sekarang udah berumur 5 tahun, dya tetep manggil gw "Tante Bunda", pun nanti Reyvan juga akan memanggil gw seperti itu. Sementara gw dipanggil Tante Bunda, kak Nana memilih untuk dipanggil sama Ryuken dengan sebutan "Tante Mami". Tapi, anehnya begitu Reyvan lahir, kak Nana memilih untuk dipanggil dengan sebutan "Ibu" sama baby Reyvan. Wakwaaaaooo!

Jadi apakah nantinya Ryuken akan mengubah panggilannya ke kak Nana dengan sebutan "Tante Ibu" atau Reyvan yang nantinya akan menyebut ibunya dengan panggilan "Mami"? It's still a mystery. Atau mungkin keduanya akan tetap bertahan dengan panggilan sayangnya masing-masing, karena gw pun ga tau kalau suatu saat nanti gw menikah dan punya anak (amiiiiiinn) apakah gw akan tetap memaksakan untuk dipanggil Bunda sama anak gw atau dengan sebutan lain. We'll never know.

Satu hal yang pasti, dengan keunikan dan keanehan yang ada dalam keluarga gw, gw sangat menyayangi keluarga gw. Dan sekali lagi gw sangat bersyukur karena Reyvan bisa lahir dengan selamat dan hadir serta bergabung menjadi bagian dalam keluarga aneh ini. Hehehe. Bahkan dari awal Reyvan lahir pun sudah terjadi kebingungan-kebingungan dan keanehan dalam keluarga gw, mempermasalahkan sebaiknya si bayi ini dipanggil Reyvan atau Renjiro. Hadoooohh. Reyvan atau Renjiro sama aja, yang penting kami semua menyayanginya dengan setulus hati dan segenap jiwa raga. Hahahaha *postingan berhasil ditutup dengan lebay*

Reyvan Renjiro Abimanyu

Wednesday, July 08, 2009

The President Election

Rabu, 8 Juli 2009. Hari ini adalah waktunya untuk bangsa Indonesia menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin mereka selama 5 tahun ke depan. Hari ini baru kedua kalinya sepanjang negara Indonesia berdiri kita diberi kesempatan untuk memilih sendiri calon Presiden kita. Jadi,jangan sampai kesempatan (untuk memilih) yang sudah kita dapatkan disia-siakan begitu saja.

Gw baru saja pulang dari TPS 33 di dekat rumah. Baru saja selesai "menyontreng" pasangan yang gw anggap lebih pantas (dari pasangan-pasangan lain) untuk diberi tanggung jawab meng-handle negara ini. Awalnya gw pikir antrian yang panjang akan menyambut gw begitu gw sampe di TPS,but I was wrong.

Ternyata,antrian untuk memilih presiden dan wakil presiden jauh lebih cepat dibanding waktu kita memilih partai dan anggota legislatif yang banyaaaaaakkk banget pilihannya. Thanks God! Hehe. Begitu sampe di TPS, gw bersama nyokap dan kakak perempuan gw langsung mendaftar ke bagian registrasi untuk mendapat nomor urut. Ga sampai lima menit nomor urut gw, 299, langsung dipanggil tepat setelah kakak dan nyokap gw.

Proses penyontrengan pun ternyata bisa dibilang cukup mudah. Mungkin karena pilihannya yang hanya sampai nomor urut 3, jadi membuka kertas suaranya juga ga sulit dan ga bikin repot (terutama buat orang-orang yang sudah berumur). Begitu kertas dibuka dengan yakin gw "menyontreng" nomor urut ... (Rahasia). Hehe. Setelahnya gw menuju kotak suara dan memasukkan kertas suara ke dalamnya. And as usual, setelah itu gw diharuskan mencelupkan salah satu jari tangan ke dalam tinta cair berwarna biru sebagai bukti bahwa gw telah memberikan hak suara gw.

So,it is quite simple,right?! Sekarang tinggal berharap dan menunggu hasil penghitungan suaranya aja. Semoga semuanya berjalan lancar, tanpa ada kecurangan-kecurangan atau keributan-keributan yang ga penting. Semoga juga yang terbaik yang akan menang dan bisa melanjutkan memimpin bangsa Indonesia selama lima tahun ke depan dengan baik juga. Mungkin sedikit terlambat, tapi gw tetap ingin mengajak kalian semua (yang baca blog ini) untuk tetap antusias memberikan hak suara kalian. Menjadi orang yang berani menentukan, memilih dan bisa menerima hasilnya nanti. Jangan jadi golput! Golput bukan pilihan! U have to vote, guys..


(my left little finger after the president election)


Love,
Gie#7

Monday, May 18, 2009

I just can't handle that

Udah sekitar dua minggu ga nulis di blog padahal sebenernya banyak cerita yang mau ditumpahruahkan. Semua gara-gara deadline yang hectic banget dua minggu kemaren. Semenjak kepergian salah satu temen kantor gw dari sini, kerjaan kita-kita yang masih bertahan jadi nambah dan bikin pusing. Kinerja kerja juga terlihat jadi lebih menurun, huhuhu. Bete,, bete,, bete,, aaaahh...

Anyway, I have a story to share. Minggu lalu, salah satu tante gw ada yang meninggal. Inalillahi wa inalillahi rojiun. Gw memanggilnya tante Nur. Beliau adalah sahabat nyokap dari kecil, jadi bisa dibilang kita udah kyak keluarga banget. Rasa kehilangan sedikit banyak pasti ada. Apalagi nyokap, sebuah kehilangan besar untuknya. Pertama kali menerima kabar itu, gw lagi di jalan pulang sama kakak gw (kak Nana) dan Bobee. Pas banget uda nyampe depan komplek, kak Nana terima sms dari nyokap soal kabar itu. Awalnya sempet ga nyangka, tapi begitu gw nyampe rumah dan buka pintu, I'm totally shocked!

I saw my mom and she was crying so hard. It kills me so bad. Nyokap histeris banget. Langsung saat itu juga gw dan kakak gw lari ke nyokap dan meluk nyokap. Sementara Bobee yang ga ngerti apa-apa dan ga tau musti ngapain cuma bisa menunggu di ruang tamu sampe suasana mereda. Bener-bener ga tega ngeliat nyokap nangis, gw ga tahan banget. Gw ga bisa ngeliat mama nangis. Pada akhirnya yang ada gw ikutan nangis, bukan karena apa-apa, tapi lebih karena gw paling ga bisa ngeliat orang yang gw sayang segitu sedihnya apalagi ngeliat mereka nangis. Gw shock! Kayaknya udah lama banget ga ngeliat nyokap nangis. Yang paling gw inget ngeliat beliau nangis sejadi-jadinya adalah waktu bokap meninggal and it was about 13 years ago.Udah lama banget dan karena satu kejadian, nyokap bisa nangis segitunya lagi.

Kehilangan. Yap, kehilangan orang yang deket sama kita dan orang yang kita sayang bisa bikin kita jadi sedih, shock, kalut, dsb dsb. Mungkin emang nyokap sangat deket sama tante Nur makanya beliau jadi histeris gitu pas denger kepergian sahabatnya yang mendadak. Nyokap sampe bilang gini ke gw,"Mama udah ga punya temen lagi. Temen curhat mama udah ga ada." Gosh, denger nyokap bilang gitu rasanya gw sediiiiihhh banget, gw ga bisa bantu apa-apa karena itu di luar kuasa gw. I'm so sorry, Mom.

Mengalami kejadian seperti kemaren itu, bikin gw berpikir gimana kalo seandainya gw yang ada di posisi nyokap. Gw ga bisa ngebayangin kalo suatu saat nanti gw tiba-tiba kehilangan sahabat gw atau orang-orang deket yang ada dalam hidup gw. Siap ga siap ya gw harus siap, karena emang bener kalo kita hidup di dunia ini cuma sementara dan suatu saat nanti apa yang kita punya di dunia juga akan diambil lagi sama Tuhan. Kita hidup memang punya pilihan, tapi sayang untuk yang satu ini kita ga punya pilihan, meninggalkan dunia atau ditinggalkan untuk selamanya. Karena semua itu ada di tangan Tuhan. He's the one who can decide.