Knowledge and Experience. They just know how to keep me feel alive.....


Friday, July 24, 2009

Public Enemies

Begitu membaca judul tulisan blog gw kali ini, mungkin sebagian orang sudah tau gw akan menulis apa. Tapi mungkin juga sebagian lainnya masih bertanya-tanya: Siapa yang jadi public enemies? Atau lebih parahnya: Apa sih public enemies? Kalau emang masih ada yang engga tau arti public enemies itu apa, gw bisa memberikan jawabannya: public enemies artinya musuh banyak orang/musuh masyarakat/musuh publik. Is that clear enough? ^_^

Yang mau gw bicarakan di sini adalah tentang Jhonny Depp dan film terbarunya yang berjudul "Public Enemies". Dua hari yang lalu gw bersama genk jogja nonton film tersebut di Blitzmegaplex, Grand Indonesia. Dari judulnya aja udah bisa ditebak kalau Public Enemies pastilah film action Hollywood. And it is!


Public Enemies adalah film yang diangkat dari kisah nyata dan menurut sumber yang gw baca, film ini diadaptasi dari buku "Public Enemies: America's Greatest Crime Wave and the Birth of the FBI, 1933-34" karya Bryan Burrough. Film ini menceritakan tentang perampok bank legendaris, John Dillinger, yang diperankan oleh Jhonny Depp. Engga cuma Jhonny Depp, tapi di film ini juga menampilkan Christian Bale, sang Batman dalam film "The Dark Knight" dan "Batman Begins", sebagai Melvin Purvis, polisi/intel yang mendapat tugas untuk membekuk John Dillinger.

In my opinion, film yang digarap sutradara Michael Mann ini patut diacungi jempol. Two thumbs up! Selain karena akting para pemainnya yang emang udah engga perlu diragukan lagi, latar/setting dan adegan demi adegan di film ini juga berhasil ditampilkan dengan baik oleh sang sutradara. Gw bisa bilang suasana tahun 1930-annya dapet banget! Mulai dari setting jalanan, mobil, pakaian, rumah, bahkan sampai adegan tembak-tembakan dengan senapan jaman dulu semuanya tergambar dengan sangat baik dan mampu membuat penonton merasa hidup di tahun 1930-an.

Selain latar dan adegan tembak-tembakan yang bikin gw berdecak kagum, film ini juga memberi sisipan-sisipan cerita cinta (yang membuat gw terenyuh, huhuhuhu) antara John Dillinger dengan Billie Frechette, yang diperankan oleh aktris berkebangsaan Perancis dan pemenang Oscar Best Actress di filmnya "La Vie en Rose", Marion Cotillard. Cerita cintanya engga digambarkan terlalu berlebihan, tapi cukup untuk membuat para penonton merasa iba dan terenyuh.

Sebagai pelengkap dari film ini, akhir film yang sederhana dan mengharukan juga berhasil dikemas dengan baik oleh sang sutradara dan para pemainnya. So, kesimpulannya film ini merupakan film yang wajib ditonton terutama untuk mereka-mereka yang suka film-film action bertemakan gangster dan perampokan. I guarantee you'll like this movie!


Wednesday, July 22, 2009

Bandoeng Bandoeng +++ Reunion and The Wedding

Long weekend. Last weekend was a long weekend and I really thank God for that, so I have more time to spend with my bf. Yiiippiieeyy...!! Yap, hari Senin kemaren memang tanggal merah yang berarti libur weekend-nya lebih lama. Hohoho. Gw paling seneng kalo ada bulan-bulan yang punya long weekend. Karena berarti gw bisa bersenang-senang lebih lama menikmati weekend. Semenjak bekerja gw selalu antusias menyambut datengnya weekend supaya bisa sejenak beristirahat dari rutinitas kerja. (Hahaha tua banget deh gw bahasanya..)

Anyway, weekend kemaren seperti biasa jadwal gw penuh dengan bergaul dan bepergian. Hehehe eksis sekaleeeeee. Hari Sabtu gw pergi ke Grand Indonesia untuk berkumpul dengan temen-temen SMA gw dari kelas 3 sos 4, or we can just call: SQORS (Socius Quatre of Rebellious Society). Gw kira yang dateng bakalan rame dan heboh, eh ga taunya hanya tujuh orang saja yang hadir. Tapi untungnya sebagian dari kami membawa pacar masing-masing jadi ya ga sepi-sepi amat. Hehehehe. Ditambah gw bawa dua bule Belanda, Robin dan Erik. Jadi pas foto-foto akan terkesan rame. Hahahahaha.

Bertemu dan melepas kangen bersama teman-teman lama rasanya menyenangkan banget. Karena memang ada beberapa teman yang udah lama banget ga pernah gw temui. Selesai menghadiri reuni kecil dengan teman-teman SMA kelas 3, kami (gw, Robin dan Erik) janjian bertemu Bobee untuk kemudian menghabiskan malam minggu berempatan dengan main billiar di Afterhour, Sarinah-Thamrin.

Sabtu kemaren, Robin, Bobee dan Erik menginap di rumah gw. Alhasil rumah gw jadi rame dengan kehadiran mereka and I feel so happy bout that. Just happy! Robin dan Erik menginap di rumah karena memang gw yang mengundang mereka. Selain itu, besoknya (Hari Minggu) gw memang mengajak mereka untuk menemani gw dateng ke pesta pernikahan Mbak Windy, kakak dari Febby (salah satu temen deket/se-genk di SMA). Buat Robin, ini pesta pernikahan ala Indonesia kedua yang dia datengin, tapi buat Erik this is his first time attending Indonesian wedding. And he's so excited bout that. Funny!

Selain menghadiri reuni kecil dan pesta pernikahan, long weekend kemaren gw juga menghabiskan waktu di Bandung. So, right after the wedding I, Robin, Erik and Bobee went to Bandung. Naik travel Cipaganti dari Cikini dan berangkatlah kami menuju Bandung jam 4 sore. Sampai di Bandung jam 6.30 malam, kami langsung melesat ke Apartemen Galeri Ciumbuleuit. Perjalanan selama 2,5 jam ternyata bikin cape juga. Ditambah ternyata di Bandungnya maceeeeeeett banget. Alhasil baru sampe di apartemen sekitar jam 7.15. OMG, ternyata dimana-mana sama aja macetnya.

Okie dokie, setelah sampe langsung bersih-bersih dan beres-beres di kamar apartemen. Dan jam sembilan teng tereng teng teng, berangkatlah kami menuju daerah Dago Pakar untuk makan malam di sana. Mutar muter mutar muter akhirnya kami memutuskan makan di Calista. Nice place with nice view. Susahnya kalo bawa turis musti membawa dan meng-guide mereka ke tempat-tempat yang bagus. Huhuhu. Tapi at least it was fun, makanannya di sana juga tidak mengecewakan dan dua orang turis pun puas. Hehe.

Well, setelah makan malam yang panjang kami memutuskan balik ke apartemen dan tiduuuuuurr karena sudah terlalu cape seharian beraktivitas. Besoknya, kami berangkat sekitar jam 9.30 pagi menuju Kawah Putih. Ini kedua kalinya gw pergi ke sana, tapi pertama kalinya buat yang lain, even buat Bobee. Mereka kelihatan sangat menikmati pemandangan di sana. (Gw juga sih... xp) Karena memang tempatnya baguuuuuussss banget dan diiingiiiinn banget. Ga cuma liat-liat dan foto-foto aja, di sana kami juga belanja strawberry. (Lumayan oleh-oleh buat orang rumah).

Dari Kawah Putih kami beranjak mencari makan siang. Kami pun berhenti saat melihat restoran Sindang Reret. Saking sudah kelaperannya, gw sampe kalap mesen macem-macem, mulai dari ikan mas bakar, sayur asem, gepuk sampe paru. Mantab!! Selesai makan kami pun kembali melanjutkan perjalanan menuju Bandung.

Satu hal yang sangat gw sayangkan saat ke Bandung kemaren adalah waktu yang terlalu sedikit. Jadi gw cuma bisa membawa kedua turis itu ke Kawah Putih dan jalan-jalan sebentar dalam kota Bandung, karena travel yang akan membawa kami pulang akan berangkat jam 7.30 malam. Tapi, ga masalah. Yang penting semua senang, betul? (Betuuuull....) Well, I wish Robin and Erik had a good time there in Bandung and Kawah Putih. Bandoeng-Bandoeng!!


Luv,
Gie#7


P.S: Tak menyangka ternyata liburan singkat di Bandung ini menumbuhkan (atau harus gw bilang: memperjelas) benih-benih cinta antara Bobee dan Erik. Hwaaaahahahaha. Ciyeeeee... I'm so happy for them!

Tuesday, July 21, 2009

...

Bete
Kecewa
Kesel
Marah
Sakit

Semua bercampur menjadi satu kata, satu rasa...
Sedih! :(

Harry Potter and The Half-Blood Prince


Untuk para pecinta Harry Potter, pasti sudah menunggu-nunggu banget film yang satu ini, "Harry Potter and The Half-Blood Prince". Gw termasuk salah satu di antara mereka-mereka yang menunggu film itu. Gw penasaran sama penggambaran/visualisasi film yang diangkat dari novel karangan J.K. Rowling tersebut. Apa akan lebih bagus dibanding film-film sebelumnya? Akan lebih keren dibanding bayangan-bayangan yang gw buat waktu membaca bukunya? Akan lebih seru pertarungan-pertarungannya? Well, I guess not.

Setelah gw menonton filmnya di hari pertama film itu keluar di sini, sebetulnya dan sejujurmya gw sedikit kecewa. Bukan karena apa-apa, tapi lebih karena gw merasa bosan di tengah-tengah film. Padahal sebelum-sebelumnya gw ga pernah merasa bosan selama menonton Harry Potter, mulai dari yang pertama sampai yang kelima. Filmnya kali ini sedikit membosankan, terlalu banyak dialog dan ga semenegangkan film-film sebelumnya. Sangat disayangkan, gw merasa film kali ini terlalu fokus ke kisah cinta pemain-pemainnya. Selain itu, di film ini tokoh-tokoh anggota Order of Phoenix banyak yang tidak dimunculkan dan film ini juga melewatkan pertarungan seru antara The Death Eaters (penyihir jahat) dengan murid-murid Hogwarts di malam tewasnya Albus Dumbledore. Mungkin ga cuma itu aja, adegan ketika Harry dan Dumbledore pergi mencari Horcrux milik Voldemort ditampilkan terlalu sebentar dan tidak semenegangkan di bukunya. Walaupun emang gw sempet dibuat kaget juga di tengah-tengah adegan itu saat tiba-tiba ada yang menarik Harry masuk ke dalam kolam.

Secara keseluruhan bagi gw memang filmnya kurang memuaskan. Gw ga tau apa mungkin film yang ditampilkan di Indonesia banyak adegannya yang dipotong atau tidak. Mungkin juga gw melewatkan detail-detail yang ingin disampaikan oleh sang pembuat film, yang justru membuat film ini berbeda dibanding film-film sebelumnya. Tapi, biar bagaimanapun film ini masih tetap menarik untuk ditonton apalagi buat mereka-mereka pecinta Harry Potter. Ga ada salahnya untuk menonton film ini sebagai hiburan. Dan gw berharap semoga film Harry Potter berikutnya, which is "Harry Potter and The Deathly Hallow" yang merupakan cerita terakhir dari kisah Harry Potter, bisa ditampilkan lebih menarik dan lebih seru. Semoga...

Friday, July 17, 2009

Another Bomb in Jakarta

Jakarta, 17 Juli 2009.

Awalnya gw ingin mengisi blog gw hari ini dengan bercerita tentang film "Harry Potter and The Half-Blood Prince" yang baru aja gw tonton tadi malam. Tapi karena apa yang baru saja terjadi hari ini, gw merasa Harry Potter bisa menunggu untuk diceritakan. Sebagian besar dari kita atau malah semua mungkin sudah mendengar, membaca, atau melihat berita-berita hari ini tentang teror bom di Jakarta, tepatnya di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Mega Kuningan. God please save us!

Entah apa yang ada di pikiran orang-orang yang melakukan teror bom tadi pagi. Ga tanggung-tanggung dua bom sekaligus diledakkan di dua tempat yang berdekatan. Satu hal yang pasti, otak dibalik pengeboman ini sukses bikin negara Indonesia kacau, merusak citra Indonesia di mata dunia dan merugikan banyak pihak. Sudah terlalu banyak korban yang berjatuhan gara-gara teror bom yang pernah ada sebelumnya. Sementara untuk korban bom tadi pagi, sampai sekarang sudah ada 9 orang yang tewas, 4 di antaranya WNA, dan korban luka-luka lebih dari 50 orang. Bener-bener keterlaluan orang yang melakukannya. Dan gw mengutuk semua dalang di balik pengeboman ini, semoga hidupnya ga tenang dunia-akhirat.

Dengan ini gw ingin menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya untuk semua korban dan keluarga korban. Turut prihatin untuk pihak-pihak yang dirugikan karena hal ini. Berharap semoga otak dari teror bom ini bisa segera ditangkap, diadili dan diberi hukuman seberat-beratnya. Semoga polisi Indonesia bisa lebih pintar dibandingkan otak-otak licik teroris yang melakukan pengeboman ini. God bless us!


Love,
Gie#7