Knowledge and Experience. They just know how to keep me feel alive.....


Showing posts with label Mas Robin. Show all posts
Showing posts with label Mas Robin. Show all posts

Tuesday, September 06, 2011

Day 7-9 : Jelajah Roma

Petualangan kami dimulai di hari Sabtu, pagi-pagi sekali. Jam 5 pagi Erik dan Bee sudah menjemput saya dan Robin dari Arnhem untuk sama-sama berangkat ke bandara Weeze yang terletak di Jerman. Di sana, Erik akan memarkir mobilnya selama kami pergi ke Roma, Italia. Bagi kami berempat, ini adalah kali pertamanya kami menginjakkan kaki di tanah gladiator. Dan tentunya, kami semua sangat antusias!

Sekarang, dalam pikiran saya begitu banyak cerita yang ingin saya bagi di sini, tapi saya bingung harus memulai dari mana. Hehehe. Karena ada banyak tempat yang indah dan luar biasa di Roma yang kami kunjungi. Buat saya, Roma adalah kota yang sangat cantik. Sama seperti Paris, di setiap sudut di kota Roma, pasti selalu ada spot yang bagus dan indah untuk diabadikan. Tiap kali mata memandang, gedung-gedung tua nan megah selalu ada di sekeliling kami. Saya jatuh cinta seketika dengan kota tersebut.

Tapi sayangnya, walaupun kotanya sangat indah, saya tidak terlalu terkesan dengan manusia-manusianya. Keindahan kota Roma, tidak seiring sejalan dengan sebagian besar penduduknya yang menyebalkan dan tidak terlalu ramah. Ada beberapa orang yang kami temui memang sangat-sangat ramah, tapi kebanyakan di antaranya juga sangat-sangat menyebalkan dan berkelakuan buruk. *sigh* Anyhow, tidak bisa dipungkiri kalau selama di sana, saya dan Bee, seringkali "zina mata" setiap kali melihat manusia-manusia yang rupawan berjenis kelamin laki-laki dengan hidung mancung, sedikit brewokan, dan alis yang begitu rapi seperti habis dirapikan di salon. Hahaha. Kasep pisan euuuyyy!!

Beberapa tempat yang sempat kami kunjungi selama 3 hari kami berada di sana di antaranya adalah Colosseum, Trevi Fountain, Piazza Navona, Pantheon, Vatican dan masih banyak lagi. Kami membuat banyak foto dan video selama kami berada di Roma. Dan saya akan membagi beberapa foto tersebut di sini dan membiarkan foto-foto ini yang bercerita. :-)

(Saya dan Robin berfoto di dalam Colosseum yang megah. Arenanya para Gladiator!)
(Pantheon. Dengan kereta kuda di depannya, seperti dalam dongeng.)


(Kami berempat di depan Trevi Fountain. Kami ikut melempar koin ke dalam kolam dan ya semoga saja kami bisa kembali lagi ke sana suatu hari nanti. Amin.)
(Suasana di sekitar "Spain Stairs": Ramai!!)
(Masih di Spain Stairs, foto dari atas. Lautan manusia.)
(Di sebuah cafe, di pinggir jalan. Erik ordered a super tiny glass of espresso for 2 euro.)
(Mas-mas bule mejeng di depan St. Peter's Basilica yang terkenal di Vatican.)

(Salah satu penjaga di St. Peter's Basilica. Cute banget yaaa bajunya :-p. Konon katanya yang merancang baju itu adalah Michelangelo, tapi ada beberapa pihak yang masih meragukannya.)
(Mamma Mia! Italiana Pizza!)

Thursday, September 01, 2011

Day 5 : hari tenang..

Ga banyak yang bisa diceritakan tentang hari ini. Bisa jadi hari ini adalah hari yang paling tenang dibanding beberapa hari sebelumnya. Sekarang baru jam setengah 10 malem dan saya sudah rebahan di atas tempat tidur sambil menulis cerita tentang hari ini. Selayaknya orang Belanda, tadi siang saya dan Robin bersepeda muter-muter di sekitar Arnhem lagi. Membuat beberapa foto dan video untuk dikenang di masa tua nanti (tsaaaaahh...)

Saya kagum dengan apa yang bisa saya lihat selama saya di sini. Di tengah kota sekalipun, saya masih bisa bersepeda dengan aman dan mendapati hutan atau pun taman tempat orang bisa bersantai atau berolahraga. Hijau dan segar. Ga cuma itu, tapi ada banyak sungai atau danau yang bersih (ga penuh sampah dan bau seperti di Jakarta) di daerah perumahan yang ada. Cantik. Saya jadi semakin tidak ingin pulang. Di sini saya belum pernah mengalami sakit kepala, migrain, flu atau demam yang sering saya rasakan sebelumnya. Saya merasa benar-benar sehat. Mungkin karena udara yang bersih dan tidak banyak polusi. Dan tentunya di sini jarang banget saya ketemu sama yang namanya macet, jadi saya juga ga gampang stress. Hehehe.

Beruntung rasanya saya bisa melalui liburan kali ini. Benar-benar liburan, meluangkan waktu untuk diri saya menikmati hidup, tanpa harus dikejar-kejar pekerjaan dan tanggung jawab. It feels unreal, but I really love this moment. Aaaaahh saya benar-benar ga ingin ini cepat berakhir dan harus kembali ke dunia nyata. Sekarang yang harus saya lakukan adalah menikmati setiap detik yang saya punya di sini, supaya saya bisa me-refresh hati, pikiran dan fisik saya untuk kembali ke kenyataan nanti. Oiya, saya belum mengucapkan di sini : Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi semua yang merayakan! Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita memulai lagi dari awal, untuk menjadi pribadi yang lebih baik. :-)

Salam dari Belanda,
Gie
 


Day 3 - 4 : Prettige suikerfeest! Happy Ied Mubarak!

DAY 3

Lebaraaaan dataaaang!!! Yak, walaupun di Indonesia banyak gunjang-ganjing tentang ketidakjelasan kapan Hari Raya Idul Fitri dirayakan, tapi di sini sudah ditetapkan kalau kami akan berlebaran hari Selasa, 30 Agustus 2011. Saya senang sekaligus sedih. Senang karena ini akan jadi pengalaman pertama saya berlebaran di negeri orang, tapi sedih juga karena saya tidak menjalankan Shalat Ied dan berkumpul dengan keluarga tercinta.

Tahun ini saya Shalat Ied di Masjid Al-Hikmah yang ada di Den Haag. Berbeda dengan di Jakarta yang biasanya Shalat Ied dimulai jam 7 pagi, kalau di sini Shalat mulai jam 10 pagi. Shalat berjalan cukup khidmat dan teratur. Jujur, saya sedikit kaget karena ternyata lumayan banyak umat muslim yang ikut menjalankan Shalat Ied di sini. Masjid yang tidak terlalu besar itu pun, jadi sedikit sesak karena banyak orang (sebagian besar orang Indonesia) datang dari berbagai kota di Belanda untuk sama-sama menjalani Shalat Ied.

Selesai Shalat, saya, Robin, Dain dan Dennis segera meluncur ke Wassenaar untuk acara Halal Bihalal bersama Kedutaan Besar Indonesia di Belanda. Kalau kata orang-orang Belanda sih daerah Wassenaar ini salah satu daerah tempat orang-orang kaya tinggal. Jadi, ga heran kalau rumah-rumah di sana jauh lebih besar dibanding rumah-rumah Belanda umumnya. Rumah tempat tinggal duta besar Indonesia untuk Belanda di sana cukup besar dan halamannya luas. Di halaman rumah, dibangun beberapa tenda-tenda makanan, minuman dan ada juga panggung kecil untuk pengisi acara hari itu. Makanan yang disajikan hari itu merupakan menu lengkap lebaran, ada ketupat, rendang, sambel goreng ati dan kawan-kawannya, dan semuanya enaaakk! Paling engga makanan-makanan itu bisa mengobati kesedihan saya dan Dain karena ga bisa merayakan Idul Fitri bareng keluarga.

(Makan-makan ketupat di rumah Dubes Indonesia untuk Belanda. Lekker!)

Dari acara halal bihalal kami kembali ke Amsterdam lagi. Karena saya masih mau beli beberapa souvenir/oleh-oleh, dan kami juga sudah janjian akan ketemu Bee dan Erik di sana. Buat saya, Amsterdam di siang hari lebih menarik dibanding pada saat malam. Karena lebih banyak yang bisa dilihat dan toko-toko juga lebih banyak yang buka. Tapi sayang, karena waktu yang terbatas akhirnya kami memutuskan untuk menikmati waktu kami di sebuah cafe dekat De Dam sebelum belanja souvenir dan pulang.


DAY 4

Karena satu dan lain hal, saya dan Robin memutuskan untuk menghabiskan satu malam lagi menginap di tempat Dain. Jadi, hari keempat saya di sini, saya habiskan untuk jalan-jalan di Leiden. Hari ini saya mencoba makanan baru, "Vlaai" dan "Kibbling". Vlaai lebih seperti kue/pai untuk dessert dan Kibbling itu sejenis ikan yang digoreng dan dimakan dengan saus seperti mayonaise. Lekker zeg!

Walaupun belum puas menelusuri jalan-jalan di Leiden, tapi saya dan Robin sudah harus kembali ke Arnhem supaya bisa ikut makan malam keluarga. Kami berpisah dengan Dain di stasiun dan rencananya akan bertemu lagi kalau masih memungkinkan minggu depan. Semoga saja.



Tuesday, August 30, 2011

Day 2: Last day fasting..


Tepat jam setengah 3 pagi tadi saya terbangun. Kalo berdasarkan info dari Dain, waktu imsak di Belanda kira-kira sekitar jam setengah 4 pagi. Dan di saat summer kyak sekarang ini, puasa bisa sampai jam 10 malam karena matahari bersinar lebih lama dan baru akan tenggelam sekitar jam 9-10 malam. Tapi, mengikuti saran Dain dan saya di sini sebagai musafir (kurang ngerti juga sih apakah saya termasuk hitungan musafir atau engga, hehe), jadi saya hanya akan berpuasa sampai jam 6 sore seperti biasanya di Indonesia.

Sahur terakhir di bulan Ramadhan tahun ini, saya ditemani Robin. Begitu bangun, Robin langsung sibuk menyiapkan Indomie, sementara saya cuma tidur-tiduran di kasur menunggu makanan siap. Hohoho. Karena emang ga terlalu semangat untuk sahur, jadi buat saya ga masalah cuma makan Indomie aja, selama makannya ditemenin sang kekasih hati (Hooeeks..).

Singkat cerita selese sahur, kami kembali tidur. Sebenernya hari ini kami belum punya rencana selain mau nginep di tempat Dain di Leiden. Mau nginep di sana juga karena hari Selasanya kami akan pergi sama-sama ke Den Haag untuk Sholat Ied dan Halal Bihalal (baca: makan ketupat dkk gratis) di rumah Dubes Indonesia untuk Belanda. Jadi, akhirnya kami memutuskan untuk bersepeda di sekitar Rijkerswoerd (tempat tinggal Robin) dan sorenya pergi ke rumah Oma Robin yang lainnya.

Untuk buka puasa, lagi-lagi si Mas Gantengku yang baik hati, yang nyiapin makanannya. Dan malam ini dia masak Spaghetti (yum!). Selesai makan, saya dan si ganteng langsung siap-siap meluncur menuju Leiden naik kereta. Dua jam di perjalanan, sampai di Leiden Centraal Station, kami dijemput sama Dain dan Dennis.
Supeeeerr kangen ngobrol ngalor ngidul sama si Dain. Sampai di tempat Dain, kami makan pastel (buatan Dain, dan saya dipaksa untuk bilang di sini biar semua orang baca dan tau kalo pastelnya enak banget!!! "Padahal ga usah dipaksa juga, menurut gue pastelnya enak, In!"). Then, sekitar jam 11 kami berempat (saya, Robin, Dain dan Dennis) jalan-jalan ke Amsterdam tanpa direncanakan sebelumnya.

Amsterdam, seru! Saya selalu suka setiap kali pergi ke sana. Ramai dan banyak orang dari berbagai penjuru dunia yang bisa saya temui di sana. Mungkin sama seperti Paris dan Jakarta, Amsterdam juga salah satu kota di dunia yang ga pernah benar-benar tidur. Dan malam-malam gini, apalagi yang dilihat di A'dam kalau bukan Red Light District, hehehe. Jadilah kami berempat menjelajahi jalan-jalan di Red Light District dan melihat-lihat 'pemandangan'. Dan malampun kami tutup dengan menikmati cheeseburger di McDonald Amsterdam centrum, sebelum akhirnya kembali ke Leiden untuk beristirahat.

(Amsterdam at night, with Robin and Dennis)




Sunday, August 28, 2011

Day 1 : We are soooo excited!


Pagi ini akhirnya saya kembali lagi ke negeri keju dan kincir angin, Belanda. Untungnya, saya tidak melalui perjalanan selama +/- 16 jam di pesawat sendirian, tapi bersama sahabat saya, Bee. Ini kali ketiganya saya berkunjung ke Belanda, tapi pertama kalinya buat Bee. Dan sampai sekarang pun bagi saya selalu menyenangkan bisa kembali lagi ke sini. And of courselah for Bee also, with her first time visiting The Netherlands. Singkat kata: we're really excited about this trip!

Kami memang sengaja memilih penerbangan yang sama, memilih tanggal datang dan pulang yang sama juga. Tapi selama di sini, kami akan tinggal di tempat terpisah. Saya stay di Arnhem, tempat Robin dan keluarganya tinggal. Sementara Bee akan tinggal di Veneendal, tempat Erik dan keluarganya tinggal. Dan masing-masing dari kami akan punya acara sendiri-sendiri, walaupun akan ada beberapa hari dalam jadwal kami untuk pergi bareng-bareng.

Tadi pagi, kami mendarat sekitar pukul 5.35, which is 20 menit lebih cepat dari yang dijadwalkan. Seumur-umur, baru kali ini saya naik pesawat yang sampai di tempat tujuan lebih cepat dari jadwal seharusnya. Biasanya pesawat selalu terlambat dari jadwal alias delayed, tapi bukan sulap bukan sihir, sedikit aneh tapi nyata,  ini malah kecepetan. Hehehe.

Setibanya di Schiphol, saya dijemput Robin dan Pa' Ronald (Robin's dad), sementara Erik dan bapaknya juga sudah siap menjemput Bee. Cuma tinggal satu orang (well mungkin dua orang) yang sudah janji akan ikutan nongol di Schiphol pagi tadi dan belum datang waktu saya dan Bee sudah mendarat, mereka adalah Dain and pacarnya, Dennis. Tapi ga sampai 10 menit Dain muncul juga dengan muka bantalnya. Dan kami pun heboh di bandara, karena udah setahun lebih kami ga ketemu. Setelah heboh cipika-cipiki, Dain ambil barang titipan dari kakaknya (yang dititipkan ke saya), kami berpisah. Saya langsung ke Arnhem, Dain balik ke Leiden, dan Bee entah ke mana. :-p

Hari pertama saya di sini, saya habiskan di seputaran Arnhem. Begitu sampai di tempat orang tuanya Robin, saya langsung bablas tidur 4 jam karena masih lelah sehabis perjalanan. Cukup istirahat sampai siang, mandi, lunch, lalu Robin mengajak saya berkunjung ke salah satu Omanya di Velp (wilayah dekat Arnhem). Sore tadi, kami juga sempat berkunjung ke rumah salah satu sahabat Ma' Joke (Robin's mom), Wilma. Hari ini ditutup dengan makan malam keluarga, dengan menu 'bloemkool'. Dan karena masih capek, jadi saya mau langsung tidur lagi. Meanwhile, jam 3 pagi nanti saya harus sahur karena besok adalah hari terakhir puasa. Yaaaayy!!

Thursday, February 10, 2011

In these past two months

Rasanya sudah lama sekali dari terakhir kali saya menuliskan sebuah cerita di blog pribadi saya ini. Padahal kenyataannya waktu baru berlalu dua bulan saja. Sebelumnya, saya mau mengucapkan Selamat Tahun Baru 2011 untuk teman-teman semua yang sudah sudi meluangkan waktunya membaca tulisan-tulisan dalam blog saya. Semoga di tahun ini kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan selalu diberikan rejeki yang melimpah oleh Tuhan YME. Amin.

(Yak, paragraf pertama selesai. Dan sekarang saya sedang stuck memikirkan mau menulis apalagi. Hehehe.)

Mungkin keadaan ini sering teman-teman alami. Keinginan/mood untuk menulis tentang sesuatu datang, banyak ide bermunculan, dengan sigap segera menyalakan komputer/laptop, tapi begitu lembaran putih tiba-tiba muncul di hadapan, BLANK! Semua ide-ide hilang, dan ujung-ujungnya bingung mau menuliskan apa. Atau justru kebalikannya, karena terlalu banyaknya ide, kita jadi bingung memilih ingin menuliskan yang mana terlebih dahulu.

Hmmm.. Mungkin sebaiknya saya mulai dari yang simpel-simpel saja. Tidak mau menulis sesuatu yang 'berat', karena itu memang bukan jiwa saya. Baiklah, saya mulai dari cerita singkat tentang kehidupan saya dua bulan belakangan ini.

Dalam waktu sesingkat dua bulan banyak hal yang bisa terjadi dalam kehidupan seseorang. Begitu juga dengan kehidupan saya. Desember lalu, tepat di malam Natal, saya pergi makan malam dengan Mister Bule kesayangan saya. Malam itu, sepulang bekerja saya menghabiskan waktu dengannya, berbincang tentang berbagai macam hal, tentang hidup, kenangan-kenangan, dan tentang hubungan kami. Entah kenapa dia selalu berhasil membuat saya tertawa dengan kebodohan-kebodohannya. Saya senang berada di dekatnya.

Seminggu kemudian. Malam Tahun Baru. Saya lagi-lagi menghabiskan waktu bersama si Mister. Kali ini saya mengajak dia merayakan tahun baru dengan teman-teman kuliah saya dulu. Kebetulan seorang teman mendapatkan kamar gratis di salah satu hotel. Kami bercengkrama, tertawa, meniup trompet, menyanyikan lagu Justin Bieber bersama-sama (Harusnya saya tidak menulis bagian ini. Malu!!), dan lain-lain dan lain-lain.

Dua minggu setelahnya, Jumat malam, Mister Bule mengajak saya dan beberapa sahabat saya pergi ke sebuah bar di bilangan Kemang. Duduk-duduk, minum-minum, tertawa-tawa lagi, dan membunuh waktu bersama. Besoknya, saya lagi-lagi mengajak Mister Bule untuk ikut acara rutin Arisan dua bulanan dengan teman-teman kampus saya. Kami semua super senang di hari itu, lagi-lagi tertawa-tawa bersama, foto-foto, menggosip, dan lain-lain dan lain-lain.

Sampai akhirnya hari itu tiba. Sehari setelah Arisan. Dari pagi saya sudah menghabiskan waktu bersama Mister Bule. Siang hari, kami makan siang bersama. Setelah makan siang kami pulang ke rumah saya dan bertemu dengan keluarga saya. Sore hari, kami berangkat dari rumah menuju Bandara. Bukan untuk menjemput sesiapa di sana. Tapi, hari itu adalah waktunya Mister Bule kesayangan saya untuk kembali ke negaranya. Saya tidak mau dia pergi, dia juga tidak mau pergi. Tapi memang sudah waktunya dia untuk kembali ke sana. Itu kewajibannya. HARUS. Melanjutkan kuliahnya sampai selesai, demi menata masa depan yang lebih baik untuknya, dan mungkin untuk kami.

Hari ini. Tiga minggu lebih empat hari setelah kepergiannya. Saya masih mencoba bertahan. Dia juga. Kami memang tidak senang dengan keadaan yang mengharuskan kami terpisah jarak dan waktu. Tapi setidaknya kami masih bahagia bersama, dengan apa yang kami punya. Kami masih punya satu sama lain. Punya sosok yang bisa kami rindukan dan membuat kami tersenyum saat bangun tidur kalau sewaktu-waktu kami bertemu dalam mimpi. Sekarang kami hanya bisa berharap waktu cepat berlalu. Cepat berlalu sampai akhirnya kami bisa bersua dan melakukan banyak kegiatan bersama-sama kembali.

Saya berdoa untuknya, untuk kami. Semoga dia tidak kesulitan menjalani kuliahnya di sana. Menjalani hari-harinya. Semoga perasaan kami terhadap satu sama lain masih akan terus sama dan tidak berubah, atau lebih baik lagi, menjadi semakin kuat. Amin.

Aku sayang kamu, Robin Corba. Dan akan selalu begitu.


-Gie-

Friday, October 22, 2010

Received on 21.10.2010

Yesterday I got an email from my silly yet lovely boyfriend. Normally I'd say it's a bit "norak" (Indonesian word for "cheesy"). But I also think that he's really cute and sweet when he's writing me this :



" Dit gedichtje heb ik geschreven voor jou..

All I need is you in my life,
No money can replace my love for you,
Gie, one day I want to make you my wife,
God has blessed you with your charm too,
In my dreams, you cannot leave me alone,
Every day I think about you,

P
resent from heaven, that's what you are,
Only your love can colour my grey heart,
Let us spend our lives together
And have a home, kids and such,
Please, honey, always remember,
After two years together, I still love you very much "


Now, hey you Mr. Corba, I just wanna say : Well done! But please keep trying to make a better poetry, will ya? Hehe. :-P

xoxo
Gie

Thursday, September 30, 2010

You,, Me,, Us!


"Our 2nd year,, and getting stronger.."
30.09.2010

Luv,
Gie

Tuesday, July 20, 2010

Waka-waka

Dua bulan ga menumpahkan cerita di blog pribadi ini sukses bikin gw kangen nulis dan juga kangen jadi reporter. Kadang-kadang gw mulai ngerasa kalau kemampuan menulis gw sedikit demi sedikit mulai berkurang. Gawat! Makanya mulai sekarang untuk mengasah kembali kemampuan menulis, gw mau berusaha sebisa mungkin meluangkan waktu untuk memposting sesuatu di sini. Dan kali ini, ehem, gw mau cerita soal pengalaman gw sepanjang perhelatan dunia yang baru saja selesai minggu lalu, Piala Dunia 2010.

Bahkan sejak umur gw belum genap 8 tahun, pagelaran Piala Dunia sudah menjadi salah satu tontonan favorit gw. Piala Dunia 1994 jadi event yang pertama kali gw tonton. Waktu itu dengan sotoynya gw ngejagoin Itali untuk jadi juara (lebih ke faktor karena keluarga gw semuanya mendukung Itali :-p ). Tapi sayang, walaupun Itali berhasil melaju sampai babak final, mereka terpaksa kalah dari Brazil lewat adu pinalti. :-(

Anyway, dari pengalaman pertama nonton Piala Dunia, bikin gw jadi suka nonton bola seterusnya. Cuma suka nonton aja sih, ga sampe fanatik juga. Suka nonton Serie A Italy sampe English Pemier League. Dulu gw suka banget sama club-club di Serie A Italy, salah duanya AC Milan dan Juventus. Tapi belakangan, begitu udah gedean dikit, gw suka club-club Inggris. Favorit gw sampe sekarang Liverpool dan Chelsea. Yah walopun saat ini Liverpool lagi parah-parahnya, tapi gw tetep menjadi pendukung setia mereka. Apalagi setelah Fernando Torres gabung di sana, makin cintalah saya sama Liverpool. Hehehe.

Nah, untuk soal Piala Dunia 2010 ini, tak lain dan tak bukan pastilah gw dukung Spanyol (dan Inggris, tapi sayang Inggris kalah) dari awal sampe akhir hayat hidup gw (lebay.com). Dari jaman Piala Dunia 2006 dan Euro 2008 gw selalu memfavoritkan tim Matador. Bukan karena apa-apa, tapi karena tim Spanyol memang bagus, mereka bisa memperlihatkan permainan sepak bola sebenarnya. Gw mau mulai sotoy di sini, jadi menurut gw : Spanyol selalu bermain cantik, passingannya jalan, mainnya bersih (dalam artian ga kasar), kerja sama timnya bagus banget, bisa menguasai bola dan jalannya pertandingan, ga meremehkan lawan, pertahanan bagus, dan yang pasti ga perlu haus (napsu) buat bikin gol banyak-banyak, yang penting main bagus dan menang. Itu cukup buat mereka. Hasilnya mereka bisa jadi juara Euro 2008. Dan semua alasan itu cukup juga buat gw menjadikan mereka tim favorit gw sampai saat ini. Pluuuuussss pemaennya tampan-tampan, hahahaha. (Permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk mas Robin, karena saya tak mendukung tim favorit Anda dan saya harus bilang kalo pemaen Spanyol tampan-tampan).

Sepanjang Piala Dunia kemaren, gw selalu dihadapkan dengan dilema-dilema. Hadeeeuuuhh ada-ada aja dilemanya deh. Mulai dari dilemma merasa terganggu dengan supporter-supporter kagetan, supporter musiman, ataupun supporter sotoy, sampe dilemma pengen unfollow orang-orang bermulut kasar di twitter. Tapi paling dilema sih kalo udah menyangkut tim Belanda. Sementara si pacar orang Belanda, dulu gw kuliah ambil jurusan sastra Belanda dan temen-temen gw banyak bener yang support Belanda, tapi ya itu hati gw cuma buat Spanyol (*tsaaaaaahhh). Yah, kalopun ada pertandingan tim Belanda lawan tim lain (seperti pada saat nobar Belanda-Jepang di Erasmus Huis), bolehlah gw ikut mendukung tim Oranje. Demi mensupport pacar dan tetap eksis di kalangan teman-teman pendukung timnas Belanda. Hehehe.


Dan dilemma terbesar gw pun muncul saat partai final Piala Dunia 2010, tim favorit gw bertemu dengan Belanda. Eeeeeaaaaaa... Spanyol vs Belanda. Bisa diibaratkan gw vs Robin dan teman-teman sastra Belanda. Mati dah!


Pertandingan finalnya lumayan seru, tapi sayang tim londo bermain agak sedikit kasar, bahkan sampe ada adegan kickboxing segala. Ckckckck... not good! Padahal lumayan banyak peluang-peluang bagus dari dua tim tersebut. Yah, mungkin sebanyak kartu kuning yang keluar pada malam itu. 13 kartu kuning dan 1 kartu merah keluar malam itu (bikin gw jadi bertanya-tanya sebenernya mereka mau main bola apa main kartu sih?).


Tapi seperti kita semua ketahui kalo Spanyol menaaaaaaang!! Huhuuuuyy. Menang tipis 1-0 setelah melalui babak perpanjangan waktu. Dan kemarin menjadi pertama kalinya dalam sejarah persepakbolaan dunia, Spanyol masuk final piala dunia dan langsung menang. Betapa bahagianya gw. Ga bahagia-bahagia amat sih, karena jadi ikutan sedih juga liat si pacar harus ngeliat tim negaranya kalah. -__-"
Gw turut berduka untuk pendukung tim Belanda. Mungkin belum saatnya mereka jadi juara *bentar lagi gw ditimpukin batu nih*. Tapi salut juga buat mereka, bisa berhasil sejauh ini.


Jadi begitulah kurang lebih cerita gw sepanjang Piala Dunia 2010. Maafkan kalo ada kata-kata yang kurang berkenan ya pemirsa. Saya hanyalah manusia biasa pendukung timnas Spanyol. Hehehe. Tapi gw tetep berharap semoga suatu saat nanti Indonesia bisa ikut berlaga lagi di Piala Dunia. Dan pada saat tibanya waktu itu, gw hanya akan menjadi pendukung sejati timnas Indonesia. Amin.




Cheers,
Gie

Tuesday, February 23, 2010

One year ahead

Dalam beberapa bulan belakangan ini banyak kejadian dan perubahan hidup yang gw alamin. Untungnya sebagian besar adalah kejadian menyenangkan dan juga perubahan ke arah yang lebih baik. Mulai dari dapet keponakan baru, dapet kesempatan untuk cobain diving, bisa jalan-jalan menikmati musim dingin di negeri orang, kenalan sama keluarga Robin, sampai pindah kerjaan ke tempat yang lebih baik. Alhamdulillah! Satu kata itu yang ga pernah lupa gw sebut setiap kali ada hal baik yang menimpa gw.

Dan sekarang gw cuma berharap kalo dalam satu tahun ke depan nantinya masih ada hal-hal lain yang akan gw alamin. Hal-hal luar biasa, menyenangkan dan bisa memberikan pelajaran berarti buat gw. Gw tetap selalu percaya kalo kita bisa belajar dari mana aja, termasuk dari pengalaman hidup kita atau pun pengalaman hidup orang lain. Semua bisa dijadikan pelajaran, diambil yang baik-baik dan dibuang yang buruk-buruknya. Dan pastinya gw masih akan tetap membagi pengalaman itu di sini. Hehehe.

Ngomong-ngomong soal belajar dan pengalaman, tanpa diduga dan disangka oleh banyak orang, bahkan gw sendiri, Robin merealisasikan rencananya mengambil kelas BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) di UI, Depok. Ternyata dia seserius itu mau belajar Bahasa Indonesia. Setelah berpikir panjang, melalui perdebatan dengan gw dan orang lain juga, memikirkan baik buruknya, tujuannya, dan lain-lain dan lain lain akhirnya di minggu terakhir bulan Januari lalu dia pun memutuskan untuk terbang ke Jakarta. And yes, hanya dalam waktu tiga minggu setelah perpisahan kami yang terakhir, kami bisa bertemu lagi tanpa perlu menunggu enam bulan lamanya (seperti biasa). Dan another yes, dia akan tinggal di Indonesia selama satu tahun ke depan karena dia harus mengambil program BIPA yang satu tahun supaya kreditnya cukup untuk ditransfer ke kredit kuliahnya di sana.

Sebenernya gw agak meragukan keputusan dia kali ini, mungkin lebih cenderung ga mendukung. Tapi karena dia sepertinya sangat yakin dengan keputusannya, jadi gw sebagai pacar yang baik harus ikut ngedukung + memberi support buat dia dalam keadaan apa pun itu. Jadi, bisa dibilang selama setahun ke depan gw ga akan tuh ngerasain yang namanya "Long Distance Relationship". Hehehe. Satu lagi perubahan yang gw alamin dan kali ini mengenai hubungan gw dan Robin. Dan lagi-lagi perubahan yang cukup positif. :)


Anyway, semoga aja Robin bisa menjalani kuliahnya di sini dengan baik tanpa ada halangan berarti. Semoga juga dalam satu tahun ke depan gw bisa mengenal sosok Robin dengan lebih baik lagi dan begitu juga sebaliknya. Dan semoga gw bisa dapet pengalaman-pengalaman baru lagi sama dia. Pengalaman-pengalaman yang bisa kami (gw dan Robin) bagi untuk orang lain dan anak cucu kami nanti. (Halaaahh!! :-p ) Mohon doanya ya teman-teman supaya si mas Robin ga mengalami kesusahan dalam belajar Bahasa Indonesia.

Cheers,

Gie

P.S: kebetulan mas Robin suka ngeblog juga dan dia punya website pribadi, so kalau ada waktu boleh dibaca-baca tulisan-tulisannya di: http://www.robincorba.nl/

Friday, January 29, 2010

Menapak tanah eropa (lagi).

Tidak pernah menyangka kalau akhirnya gw bisa menapakkan kaki di tanah eropa lagi. Yak, beberapa minggu lalu, setelah melalui keribetan-keribetan yang panjang dan berliku-liku untuk mengurus visa serta printilan-printilan lainnya, akhirnya gw bisa kembali mengunjungi Belanda saat Natal dan Tahun Baru kemarin. Selama 12 hari gw menikmati "winter vakantie" (liburan musim dingin) di sana bersama Robin dan keluarganya.

Bukannya tanpa tujuan gw bisa berada di sana selama itu. Robin yang mengundang gw untuk datang ke sana dengan tujuan mengenalkan gw kepada keluarganya. Gw sangat senang sekaligus beruntung karena bisa menikmati liburan bersalju yang cukup panjang di sana dan bisa ketemu langsung dengan orang tua, adik, tante, oma, opa, keluarga dan teman-teman Robin lainnya, termasuk bertemu Erik lagi (silakan baca tulisan-tulisan gw sebelumnya).

Walaupun ini bukan pertama kalinya gw terbang ke Belanda, tetap aja gw merasa nervous dan deg-degan dari sebelum berangkat, selama perjalanan, bahkan sampai saatnya kembali ke Indonesia. Mungkin lebih dikarenakan karena gw tidak cukup pede untuk bertemu Robin dan keluarganya. Maklumlah kan gw memang orang yang sangat pemalu. Hehehe.

Banyak pengalaman seru selama gw berkunjung ke Belanda kali ini. Salah satunya adalah saat itu pertama kalinya gw melihat, mencicipi, dan bermain dengan yang namanya "SALJU". Hehehe. Gw cukup beruntung bisa bertemu dengan salju, tapi gw juga merasa sedikit tersiksa karena udara di sana dingin banget, sekitar 0 (nol) sampe -5 (minus lima) derajat celcius. Brrrrrr!!

Untungnya, biarpun banyak hal baru yang gw lalui di sana (positif atau pun negatif), Robin dan keluarganya selalu menjaga gw dengan baik. Mungkin karena sepanjang liburan kemarin gw tinggal di rumah orang tuanya Robin. Orang tua dan adiknya yang awalnya bikin gw ketakutan dan nervous sebelum bertemu mereka ternyata sangat jauh berbeda dari bayangan gw. Mereka sangat ramah, baik dan terbuka. I like them actually! :)

Anyway, seperti biasa gw akan bercerita dengan beberapa foto pilihan yang gw ambil waktu gw di sana. Here they are. Enjoy!!

Jalan-jalan di Sonsbeek Park, Arnhem. Waktu itu gw berasa sedang berada di dalam kulkas karena dingin banget! Akhirnya gw minta untuk buru-buru pulang karena jari-jari kaki dan tangan gw mulai terasa sakit saking dinginnya. Jadi berasa norak dan kampungan saat itu. :(



Hari kedua di Belanda, gw dibawa ke kebun binatang sama Robin. Mungkin dia mau melihat kembarannya di sana (Hehehe). Di sini pertama kalinya gw melihat binatang yang disebut pinguin secara langsung. Soooo cute!!!


Berkunjung ke Utrecht di malam hari untuk ketemu dengan Mala, salah seorang junior gw di kampus yang sekarang kerja di sana.









Playing some pool with Robin and his mom before celebrating New Year Eve!

Robin and his family. From left to right: Dennis (Robin's younger brother), Ronald (Robin's father), Joke (Robin's mom), and Robin himself.

Mampir ke bar milik organisasi kampusnya Robin, Roderick. Pretend to be a DJ.

Then pretend to be a bartender. =))










My house? Or your house? Hahaha. It just snowy everywhere.
Location: Openlucht Museum,Arnhem.


Walaupun gw ga merayakan Natal, ga ada salahnya kan berfoto bareng sinterklas. Hehehe.

Kurang afdol rasanya kalo belum foto dengan latar belakang kincir angin. :D


Our favorite drink: Chocolademelk met slagroom.

Jadi, begitulah kira-kira pengalaman dan cerita yang bisa gw bagi selama 12 hari gw di sana. Sebenernya masih banyak cerita, foto dan pengalaman yang ingin gw bagi, tapi mungkin lain kali aja atau melalui media yang berbeda alias ga di blog ini. Hehehe. Intinya sih gw sangat bersyukur karena diberi kesempatan untuk bisa kembali mengunjungi negeri kincir angin dan mengenal langsung orang-orang terdekat Robin selama dia di sana. Dan semoga kesempatan-kesempatan berikutnya masih akan datang. Amin!


Cheers,

Gie


Wednesday, September 02, 2009

Merindu

Jakarta, 02 September 2009

Hari ini, entah kenapa, saya sangat kangen sama Robin. Mungkin karena tadi pagi, saya mengawali hari dengan mengobrol sebentar dengannya via YM sebelum berangkat kerja. Atau mungkin juga karena saat ini saya sedang merasa sendirian, karena sahabat saya sedang pergi berlibur ke Bali dengan keluarganya (saya kangen dia juga ternyata xp). Sementara saya dan sahabat saya yang lainnya sedang dalam kondisi yang tidak baik (baca: bertengkar). Biarpun cuma sebentar tapi obrolan saya dan Robin tadi pagi cukup berkualitas. Dia memperlihatkan sisi dewasanya pada saya yang notabene lebih tua dari dia. He's such an amazing boyfriend!

Saya bercerita padanya kalau sudah dua malam terakhir ini saya memimpikan dia. Bukan mimpi yang indah, tapi justru mimpi yang menakutkan untuk saya. Di malam yang pertama, saya mimpi dia selingkuh dengan salah satu teman saya. Sementara di malam yang kedua (tadi malam), saya mimpi hubungan kami berakhir, yang konyolnya dalam mimpi itu saya sedang hamil. Hahaha. Saya sempat bingung dan ketakutan dengan mimpi-mimpi itu, sampai pada akhirnya saat sahur tadi saya mengirim sms untuk Robin, bercerita bahwa saya mimpi buruk dan pada akhirnya dia membalas sms saya dan segera menyapa saya di YM.

Menanggapi mimpi saya, dengan tenang dia berkata bahwa itu hanya ketakutan-ketakutan saya saja. Takut kalau dia akan berselingkuh dan takut kalau dia akan meninggalkan saya saat hal buruk sedang menimpa saya. Dia berusaha menenangkan saya. Dia juga berkata kalau saya harus selalu ingat bahwa dia menyayangi saya (bahkan mencintai saya :p) dan saya tidak perlu khawatir dengan hubungan kami selama kami sama-sama menjaganya dengan baik.

Mendengarnya berkata seperti itu, saya pun (dengan lebay) langsung merasa sangat tenang dan beruntung. Beruntung saya memiliki dia (sementara orang lain tidak), beruntung dia mau menerima saya apa adanya (sementara orang lain belum tentu), beruntung dia sudah sabar menghadapi saya selama ini, beruntung dia mau mendengarkan keluh kesah saya, beruntung bahwa walaupun terkadang dia bisa sangat menyebalkan, tapi dia juga bisa sangat menghibur dan membuat saya tertawa, dan beruntung bahwa walaupun dia lebih muda dari saya, tapi dia bisa menjadi jauh lebih dewasa dibanding saya dan membuat saya nyaman bersamanya. Dan saya harus mensyukuri semua itu. :)

Monday, August 24, 2009

What a surprise!

Kejutan. Sekali waktu gw pernah bertanya pada diri gw sendiri "Siapa sih di dunia ini yang ga suka kejutan/surprise?" Pertanyaan yang sama juga pernah gw tanyakan ke beberapa teman dan ternyata ada beberapa di antara mereka yang menjawab "Gw ga suka!" atau "Gw suka, tapi ga selamanya surprise itu menyenangkan." Yup, emang bener ternyata ga semua orang suka kejutan dan ga semua kejutan juga menyenangkan. Tapi gw suka! Gw suka kejutan! Sangat suka!! Walopun kadang-kadang miris juga kalau lagi dapet berita mengejutkan *perlu dicatet berita mengejutkan berarti bukan kejutan yang sengaja dipersiapkan orang lain untuk kita*.

Dua hari yang lalu gw baru aja dapet kejutan dari beberapa teman dekat gw.
That's right, dua hari lalu tepat di hari ulang tahun gw yang ke 23 (tua ya?huhu), gw dapet kejutan dari mereka. Memang bukan pertama kalinya gw dapet kejutan di hari ulang tahun gw (sombooong...), but still I love it! I love the surprise!! Dengan sedikit lebay gw mau menyatakan kalau kejutan yang kemaren gw dapet adalah salah satu kejutan favorit dalam sepanjang hidup gw. Hehehehe.

Jangan tanya:
what so special about it? Karena gw bisa naik pitam, juga excited dan gw akan bercerita panjang lebar mengenai kejutan yang gw dapet dengan sangat detail dan rinci, dan mungkin akan terus gw ulang dan ulang dan ulang lagi sepanjang hari sampai kalian yang bertanya menyatakan: okay, that's very special! hahahahaha Maaf kalau saya lebay.

Anyway, intinya adalah di malam ulang tahun gw dengan sangat mengejutkan tiba-tiba jam 12 lewat-lewat dikit beberapa teman dekat gw dateng ke rumah dengan membawa terompet, hadiah dan tiramisu (oooo I looooveeee tiramisu a loooott!!). Sebelumnya memang gw sudah menduga akan ada "apa-apa" di malam itu, karena saat gw sampe rumah sekitar jam 11-an sepulang nonton The Proposal berdua Bobee, gw melihat meja makan penuh dengan makanan dan minuman ringan. Well, gw sih positif thinking aja, gw pikir memang mama sengaja masak untuk ulang tahun gw skaligus untuk sahur hari pertama (yup, kebetulan hari ulang tahun gw bertepatan dengan puasa hari pertama di tahun ini) barengan kakak-kakak gw. Sempet geer, tapi gw juga ga mau geer-geer banget atau ngarep-ngarep banget. Hihihihi. :D

Jadi, karena gw ga mau terlalu ngarep maka waktu pulang dari nonton gw langsung bersih-bersih dan masuk kamar. Awalnya, gw langsung pengen tidur karena cape banget, tapi ga lama begitu gw masuk kamar dan berbaring di ranjang, BlackBerry (let's just call it "baby") gw bunyi dan sms diterimaaaa... (seperti dlm playboy kabel :p) yang isinya "Lieverd, ik ben nu online.. Ben je nog wakker? Xxx" Wow, ternyata itu dari sang kekasih *buat yang ga ngerti, ini translatetannya: "Sayang, aku sekarang online.. Kamu masih bangun ga? Cium cium cium"* hahaha. Saat itu juga gw ga jadi tidur dan memutuskan untuk langsung online YM di baby.

Ngobrol ngalor ngidul sama pacar, ga kerasa udah jam 12 aja,
means I turn 23 already. Dari kejauhan gw denger Bobee dan kak Nana (kakak perempuan gw) nyanyi lagu "Happy Birthday" dan ternyata mereka menghampiri gw ke kamar dengan membawa sepotong cheesecake dan sebatang lilin untuk prosesi tiup lilin, hehehe. Aku terharu! xp Kemudian abis prosesi tiup lilin, Bobee buru-buru bilang,"Gie, turun yok kasian tuh mama kamu udah nungguin mau kasih selamat!" Karena kebetulan kamar gw ada di lantai atas, gw pun langsung mengikuti kak Nana dan Bobee menuju lantai bawah.

Tepat ketika gw menginjak tangga terakhir yang menuju lantai bawah
JENG JENG JENG JENG munculah makhluk-makhluk yang tak gw sangka akan muncul dari ruang tamu rumah gw. Dan gw pun mendapat nyanyian "Happy Birthday" lagi di malam itu. Untuk yang kedua kalinya gw meniup lilin lagi , kali ini dengan angka 23 (atau 32? entahlah) di atas sebongkah tiramisu. Senang, terharu, terkejut, semua perasaan bahagia itu bercampur jadi satu sampai gw kehilangan kata-kata dan hanya bisa cengar-cengir kuda sepanjang malam. ^o^

Setelah prosesi tiup li
lin yang kedua dan menyapa makhluk-makhluk itu serta menerima ucapan selamat dari mereka, seketika gw tersadar "anjrit pacar kelupaan, tadi kan gw lagi chatting malah gw tinggal gitu aja! Gawaaaatt!!" Akhirnya gw bergegas langsung ambil baby, dan pas saat gw meraihnya (lagi-lagi lebay, semoga pembaca tidak bosan dengan kelebayan ini) dia pun berdering. Ach, ternyata kekasihku yang menelepon. Selama beberapa saat gw meninggalkan makhluk-makhluk itu untuk menerima telpon dari Robin. So, gw pun bercerita panjang lebar pada Robin kalau gw saat itu baru aja menerima kejutan dari beberapa makhluk dan gw sangat senang, dan bla,, bla,, bla,,

Robin sepertinya mengerti betul kalau gw ga mungkin terlalu lama meninggalkan mak
hluk-makhluk (yang juga gw sebut sebagai teman gw) itu. Akhirnya setelah sama-sama mengucapkan "I love you" (ciiiieeeeeee xp) kami pun menyudahi pembicaraan kami dan sepakat akan melanjutkannya lewat chattingan saja. Gw pun kembali menyapa makhluk-makhluk tersayang yang ada di rumah gw malam itu. Berusaha menjadi tuan rumah yang baik, gw mempersilahkan mereka makan, minum dan menemani mereka ngobrol ke sana ke mari karena memang ada beberapa makhluk yang satu sama lain tidak saling kenal.

Akhirnya terungkaplah bahwa yang merencanakan ini adalah
Bobee dengan bantuan dua makhluk lainnya, yaitu Vicy dan Dhiesta. Vicy bertugas membawa teman-teman main/begajulan gw sementara Dhiesta bertugas membawa Genk Jogja. Dan terkumpulah 10 makhluk yang hadir pada pesta kejutan ulang tahun gw di malam itu dan mereka adalah Vicy, Dhiesta, Dain, Ratna, Anisa, Divi, Reyna, Fenny, Nando dan Boban (jadi 11, including Bobee). Sangat bersyukur punya makhluk-makhluk seperti mereka di sekelilingku, hehe. Thank you, Allah!

And now all I wanna say is: I thank u all for th
e surprise! I love it a lot and it was really great. So happy-go-lucky that I have all of you in my life, girls (also guys).. I love you, my friends!

(all without Reyna, she went home already)


Love,
Gie#7

P.S:
- for Bobee, nothing that I can say beside THANKS A LOT for planning those surprises,, I love you full, buns.. ^_^
- for my lovely Robin, thank you for the presents and the surprise that you gave me on my birthday,, I love them and I love you with all my heart :)





(Presents that I got on that day..
Thank youuuu!!!!)

Tuesday, July 28, 2009

Mess up!!

Mess up? It's me. Yeah, beberapa hari belakangan gw memang terlihat sangat berantakan. Sangat kacau. Sangat mess up. Bukan cuma gw yang merasa begitu, tapi banyak temen gw yang bilang, "Gie, lo keliatan berantakan banget siy!". Bahkan baru aja ada salah seorang temen di kantor menyarankan, "Lo potong rambut gih.. Rapiin tuh rambut udah berantakan banget." Sebenernya ga cuma soal penampilan tapi soal lain-lainnya juga. Ada yang bilang belakangan ini gw diem banget, muka sendu, keliatan banyak pikiran, dan lain-lain dan lain-lain. Tanya kenapaaaaa??

Sebagian dari temen gw juga udah menebak-nebak dan mengira-ngira gw kenapa. Kesimpulan mereka cuma satu: karena gw baru ditinggal pacar! Well, it's kinda true. Wajar-wajar aja mereka mengira begitu dan mau ga mau harus gw akui sebagian dari diri gw memang merasa berantakan karena hal itu. Setelah tiga minggu ditemani Robin dan tiap hari ketemu, setelah having a deep conversation with him yang membuat gw semakin "gimanaaa gitu" sama dia sekarang gw musti ditinggal lagi, sendirian lagi karena dia harus balik ke negaranya untuk waktu yang ga sebentar. (PS: Robin dan Erik pulang lagi ke Belanda hari Sabtu tanggal 25 Juli lalu). Tapi, ga semata-mata karena hal itu gw merasa dan terlihat sangat mess up belakangan ini. Mungkin juga karena belakangan gw sering banget terserang migren, ditambah lagi ada sariawan dua biji hinggap di mulut gw. Sakit minta ampun!!

Hmmm... Tapi gw merasa ga cuma itu aja yang bikin gw terlihat sangat mess up dan banyak pikiran belakangan ini. "Trus kenapa donk?" pertanyaan ini selalu muncul dan keluar dari mulut temen-temen gw dan bahkan dari dalam pikiran gw sendiri. And guess what: Gw juga ga tau jawabannya. Gw ga tau kenapa. Dan gw merasa aneh karenanya. Apa mungkin ini cuma ketakutan-ketakutan gw aja akan beberapa hal. Atau karena ada tamu bulanan wanita yang biasa dateng tanpa diundang? (alasan ini yang paling sering gw pake untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan temen gw kalau gw lagi terlihat kacau). Tapi, jujur gw ga tau. Gw sama sekali buta dan ga tau jawabannya. Jadi, gw harus mencari jawabannya sendiri. :(

Untungnya, di saat gw lagi kacau-kacaunya dan berantakan seperti sekarang gw masih punya orang-orang (selain Robin) yang sayang dan care sama gw. Masih punya temen-temen deket yang bersedia hadir untuk menghibur gw. Gw bersyukur punya mereka dan gw mau mengucapkan thanks a lot buat mereka semua, esp. for my besties: Bobee and Vicy. Dua orang ini yang dari hari pertama Robin pergi selalu berusaha menemani dan menghibur gw dengan cara mereka masing-masing. Well I think that's what friends are for. I thank you my friends for all.

Wednesday, July 22, 2009

Bandoeng Bandoeng +++ Reunion and The Wedding

Long weekend. Last weekend was a long weekend and I really thank God for that, so I have more time to spend with my bf. Yiiippiieeyy...!! Yap, hari Senin kemaren memang tanggal merah yang berarti libur weekend-nya lebih lama. Hohoho. Gw paling seneng kalo ada bulan-bulan yang punya long weekend. Karena berarti gw bisa bersenang-senang lebih lama menikmati weekend. Semenjak bekerja gw selalu antusias menyambut datengnya weekend supaya bisa sejenak beristirahat dari rutinitas kerja. (Hahaha tua banget deh gw bahasanya..)

Anyway, weekend kemaren seperti biasa jadwal gw penuh dengan bergaul dan bepergian. Hehehe eksis sekaleeeeee. Hari Sabtu gw pergi ke Grand Indonesia untuk berkumpul dengan temen-temen SMA gw dari kelas 3 sos 4, or we can just call: SQORS (Socius Quatre of Rebellious Society). Gw kira yang dateng bakalan rame dan heboh, eh ga taunya hanya tujuh orang saja yang hadir. Tapi untungnya sebagian dari kami membawa pacar masing-masing jadi ya ga sepi-sepi amat. Hehehehe. Ditambah gw bawa dua bule Belanda, Robin dan Erik. Jadi pas foto-foto akan terkesan rame. Hahahahaha.

Bertemu dan melepas kangen bersama teman-teman lama rasanya menyenangkan banget. Karena memang ada beberapa teman yang udah lama banget ga pernah gw temui. Selesai menghadiri reuni kecil dengan teman-teman SMA kelas 3, kami (gw, Robin dan Erik) janjian bertemu Bobee untuk kemudian menghabiskan malam minggu berempatan dengan main billiar di Afterhour, Sarinah-Thamrin.

Sabtu kemaren, Robin, Bobee dan Erik menginap di rumah gw. Alhasil rumah gw jadi rame dengan kehadiran mereka and I feel so happy bout that. Just happy! Robin dan Erik menginap di rumah karena memang gw yang mengundang mereka. Selain itu, besoknya (Hari Minggu) gw memang mengajak mereka untuk menemani gw dateng ke pesta pernikahan Mbak Windy, kakak dari Febby (salah satu temen deket/se-genk di SMA). Buat Robin, ini pesta pernikahan ala Indonesia kedua yang dia datengin, tapi buat Erik this is his first time attending Indonesian wedding. And he's so excited bout that. Funny!

Selain menghadiri reuni kecil dan pesta pernikahan, long weekend kemaren gw juga menghabiskan waktu di Bandung. So, right after the wedding I, Robin, Erik and Bobee went to Bandung. Naik travel Cipaganti dari Cikini dan berangkatlah kami menuju Bandung jam 4 sore. Sampai di Bandung jam 6.30 malam, kami langsung melesat ke Apartemen Galeri Ciumbuleuit. Perjalanan selama 2,5 jam ternyata bikin cape juga. Ditambah ternyata di Bandungnya maceeeeeeett banget. Alhasil baru sampe di apartemen sekitar jam 7.15. OMG, ternyata dimana-mana sama aja macetnya.

Okie dokie, setelah sampe langsung bersih-bersih dan beres-beres di kamar apartemen. Dan jam sembilan teng tereng teng teng, berangkatlah kami menuju daerah Dago Pakar untuk makan malam di sana. Mutar muter mutar muter akhirnya kami memutuskan makan di Calista. Nice place with nice view. Susahnya kalo bawa turis musti membawa dan meng-guide mereka ke tempat-tempat yang bagus. Huhuhu. Tapi at least it was fun, makanannya di sana juga tidak mengecewakan dan dua orang turis pun puas. Hehe.

Well, setelah makan malam yang panjang kami memutuskan balik ke apartemen dan tiduuuuuurr karena sudah terlalu cape seharian beraktivitas. Besoknya, kami berangkat sekitar jam 9.30 pagi menuju Kawah Putih. Ini kedua kalinya gw pergi ke sana, tapi pertama kalinya buat yang lain, even buat Bobee. Mereka kelihatan sangat menikmati pemandangan di sana. (Gw juga sih... xp) Karena memang tempatnya baguuuuuussss banget dan diiingiiiinn banget. Ga cuma liat-liat dan foto-foto aja, di sana kami juga belanja strawberry. (Lumayan oleh-oleh buat orang rumah).

Dari Kawah Putih kami beranjak mencari makan siang. Kami pun berhenti saat melihat restoran Sindang Reret. Saking sudah kelaperannya, gw sampe kalap mesen macem-macem, mulai dari ikan mas bakar, sayur asem, gepuk sampe paru. Mantab!! Selesai makan kami pun kembali melanjutkan perjalanan menuju Bandung.

Satu hal yang sangat gw sayangkan saat ke Bandung kemaren adalah waktu yang terlalu sedikit. Jadi gw cuma bisa membawa kedua turis itu ke Kawah Putih dan jalan-jalan sebentar dalam kota Bandung, karena travel yang akan membawa kami pulang akan berangkat jam 7.30 malam. Tapi, ga masalah. Yang penting semua senang, betul? (Betuuuull....) Well, I wish Robin and Erik had a good time there in Bandung and Kawah Putih. Bandoeng-Bandoeng!!


Luv,
Gie#7


P.S: Tak menyangka ternyata liburan singkat di Bandung ini menumbuhkan (atau harus gw bilang: memperjelas) benih-benih cinta antara Bobee dan Erik. Hwaaaahahahaha. Ciyeeeee... I'm so happy for them!

Tuesday, July 14, 2009

Time to holiday, Time to Jogjakarta!!

Terkadang ada perasaan iri saat ngeliat anak-anak sekolah atau mereka-mereka yang masih kuliah. Kenapa? Bukan sulap bukan sihir tapi lebih kepada karena mereka masih punya jatah liburan yang cukup banyak. Sementara kita-kita ini yang udah pada kerja kayaknya susaaaaahh banget mau liburan aja. Harus ijin cuti dululah, harus selesein kerjaan dululah sebelum cuti, harus inilah, itulah, dst.. dst.. kebanyakan syarat a.k.a rempong deh!!

Tapiiiiii.. karena gw cukup pintar dan gesit (hahaha sedikit memuji diri sendiri), akhirnya gw bisa juga colong-colong waktu buat liburan, jalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama pacar dan teman-teman tersayang (hueeekks..). Dan berangkatlah gw ke Jogjakarta bersama tujuh personel lainnya, which are Bobee, Robin, Erik, Dain, Anda, Dhiesta and Divi (Dhiesta's bf). And the journey begins...


(Here we are from left to right: Erik, Divi,
Robin, Dhiesta, Me, Bobee, Anda and Dain)

Day 1
Dimulai di sore hari setelah gw pulang kerja. Awalnya gw, Bobee, Robin dan Erik terancam ga berangkat hari itu bersama yang lainnya dengan kereta Taksaka 2. Semua karena Erik sakit, muntah2 dan diare. Kesalahan gw juga sih mencekoki dia dengan Baccardi 151 malam sebelumnya. Well, gw ga tau kalo ternyata perutnya sesensitif itu. I'm so sorry dear Erik. Tapi untungnya, pada akhirnya, Erik bisa merasa baikan setelah diperiksa dokter dan beristirahat sebelumnya. Berangkatlah kami dengan waktu yang sedikit mepet menuju stasiun Gambir untuk menyusul yang lainnya.

Day 2
Perjalanan panjang kami lalui di dalam kereta. tertawa-tawa, terkantuk-kantuk, tidur, dan tertawa-tawa lagi. Sampai juga akhirnya di stasiun Tugu, Jogjakarta sekitar jam 6 pagi. Kami langsung melesat ke Rumah Purwanggan, tempat kami menginap selama di sana untuk beristirahat sebentar. Jam 9 teng berangkatlah kami dengan mobil sewaan menuju Kaliurang, Prambanan dan Parangtritis. Sayangnya, Erik terpaksa stay at home for a day cause he's still feeling a bit sick.
Hari pertama cukup menyenangkan, Kaliurang tempat yang bagus untuk foto-foto (hahaha tetep foto-foto). Prambanan? I'm always in love with that place/temple. Parangtritis? Sayangnya, kami sedikit telat sampai di sana. Karena tepat saat Magrib menjelang kami baru sampai di sana, jadi hanya bisa sebentar saja menikmati Parangtritis. Dan malampun ditutup dengan menyusuri jalan menuju Malioboro bersama-sama and good news Erik can come with us.

Day 3
Rencana awal berangkat jam 9 pagi, terpaksa molor 1,5 jam karena satu dan lain hal. Lebih tepatnya karena banyak yang merasa sakit dan kecapean, hehehe. Rutinitas hari itu adalah menuju Borobudur dan rafting di sungai Ello. Tiada disangka tiada diduga, gw sedikit kecewa saat berada di Borobudur karena mereka punya harga khusus untuk turis asing, yaitu 120 ribu rupiah/orang, sementara untuk pribumi cuma 12.500 rupiah/orang. What a shame! Bener-bener pemerasan. Ckckckck.
Anyway, bisa menikmati Borobudur bersama teman-teman membuat semua kekecewaan gw terlupakan. After Borobudur, lanjut ke sungai Ello untuk rafting bersama. Karena kami berdelapan, maka kami terpaksa menyewa dua kapal untuk rafting dan melakukan hompimpa untuk menentukan siapa di kapal mana. Dan terbentuklah tim Baccardi yang diketuai oleh gw sendiri (hehehe) dengan anggota Robin, Anda dan Bobee VS tim Pink yang diketuai oleh Dain dengan anggota Dhiesta, Divi dan Erik. And surprisingly Baccardi team is on fire,, hehehe we beated Pink team.. xp dan semua berkat kerja sama tim yang baik, hohoho. Seruuuuuuu!!!

(Get ready for rafting!!)

After rafting, we went home. Bersih-bersih dan istirahat. Tapi, karena sudah terlanjur menyewa mobil untuk 24 jam hari itu, alhasil sekitar jam 10 malam kami pergi lagi. Sayangnya, ga semua bisa ikut karena Bobee sakit, Erik juga masih merasa ga enak badan dan mas Robin gw larang ikut pergi (karena badannya panas), jadi hanya 5 personel saja yang pergi. Kami pun melesat menuju ke daerah Senturan dengan dipandu oleh Mas Bayu (kenalannya jeng Dhiesta). Ibaratnya di daerah bisa dibilang Kemangnya Jogja. Duduk-duduk di Padikoe Cafe, gw, Anda, Dhiesta and Dain terkaget-kaget dengan harga2 yang murah di sana yang ga mungkin kita temui di Kemang ataupun daerah lain di Jakarta. Gilaaaaa gw pesen hot chocolate cuma seharga 6 ribu rupiah dan rasanya enak banget!! Terkagum-kagum gw dibuatnya. Ngobrol ngalor ngidul sampe sekitar jam 1, karena lelah kami pun kembali ke rumah.

Day 4

Waktunya jalan-jalan dalam kota!! Taman Sari dan Keraton jadi tujuan utama hari itu. Yang pasti buat foto-foto, hahhaha. Sorenya, aktivitas utama adalah belanja sepuasnya di Malioboro dan Pasar Beringharjo. Gila-gilaan belanja, tak terasa sudah waktunya pulang. Fyuuuuhh padahal ga pengen banget liburannya berakhir. Well, akhirnya kami pun pulang dengan naik kereta Bima jam 10.15pm. Dan sampai di Gambir, Jakarta jam 7 pagi esok harinya and guess what, jam 9-nya gw langsung masuk kerja. Gilaaaaa.. udah mau mati rasanya.

But at all, liburan kemaren sangat menyenangkan. I want to thanks to u all girls and guys (to Bobee, Dain, Anda, Dhiesta, Divi, Robin and Erik). It was a fun holiday!! Maybe next time we can do it again, have a fun holiday together. I wish..