Knowledge and Experience. They just know how to keep me feel alive.....


Showing posts with label me and friends. Show all posts
Showing posts with label me and friends. Show all posts

Thursday, February 10, 2011

In these past two months

Rasanya sudah lama sekali dari terakhir kali saya menuliskan sebuah cerita di blog pribadi saya ini. Padahal kenyataannya waktu baru berlalu dua bulan saja. Sebelumnya, saya mau mengucapkan Selamat Tahun Baru 2011 untuk teman-teman semua yang sudah sudi meluangkan waktunya membaca tulisan-tulisan dalam blog saya. Semoga di tahun ini kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan selalu diberikan rejeki yang melimpah oleh Tuhan YME. Amin.

(Yak, paragraf pertama selesai. Dan sekarang saya sedang stuck memikirkan mau menulis apalagi. Hehehe.)

Mungkin keadaan ini sering teman-teman alami. Keinginan/mood untuk menulis tentang sesuatu datang, banyak ide bermunculan, dengan sigap segera menyalakan komputer/laptop, tapi begitu lembaran putih tiba-tiba muncul di hadapan, BLANK! Semua ide-ide hilang, dan ujung-ujungnya bingung mau menuliskan apa. Atau justru kebalikannya, karena terlalu banyaknya ide, kita jadi bingung memilih ingin menuliskan yang mana terlebih dahulu.

Hmmm.. Mungkin sebaiknya saya mulai dari yang simpel-simpel saja. Tidak mau menulis sesuatu yang 'berat', karena itu memang bukan jiwa saya. Baiklah, saya mulai dari cerita singkat tentang kehidupan saya dua bulan belakangan ini.

Dalam waktu sesingkat dua bulan banyak hal yang bisa terjadi dalam kehidupan seseorang. Begitu juga dengan kehidupan saya. Desember lalu, tepat di malam Natal, saya pergi makan malam dengan Mister Bule kesayangan saya. Malam itu, sepulang bekerja saya menghabiskan waktu dengannya, berbincang tentang berbagai macam hal, tentang hidup, kenangan-kenangan, dan tentang hubungan kami. Entah kenapa dia selalu berhasil membuat saya tertawa dengan kebodohan-kebodohannya. Saya senang berada di dekatnya.

Seminggu kemudian. Malam Tahun Baru. Saya lagi-lagi menghabiskan waktu bersama si Mister. Kali ini saya mengajak dia merayakan tahun baru dengan teman-teman kuliah saya dulu. Kebetulan seorang teman mendapatkan kamar gratis di salah satu hotel. Kami bercengkrama, tertawa, meniup trompet, menyanyikan lagu Justin Bieber bersama-sama (Harusnya saya tidak menulis bagian ini. Malu!!), dan lain-lain dan lain-lain.

Dua minggu setelahnya, Jumat malam, Mister Bule mengajak saya dan beberapa sahabat saya pergi ke sebuah bar di bilangan Kemang. Duduk-duduk, minum-minum, tertawa-tawa lagi, dan membunuh waktu bersama. Besoknya, saya lagi-lagi mengajak Mister Bule untuk ikut acara rutin Arisan dua bulanan dengan teman-teman kampus saya. Kami semua super senang di hari itu, lagi-lagi tertawa-tawa bersama, foto-foto, menggosip, dan lain-lain dan lain-lain.

Sampai akhirnya hari itu tiba. Sehari setelah Arisan. Dari pagi saya sudah menghabiskan waktu bersama Mister Bule. Siang hari, kami makan siang bersama. Setelah makan siang kami pulang ke rumah saya dan bertemu dengan keluarga saya. Sore hari, kami berangkat dari rumah menuju Bandara. Bukan untuk menjemput sesiapa di sana. Tapi, hari itu adalah waktunya Mister Bule kesayangan saya untuk kembali ke negaranya. Saya tidak mau dia pergi, dia juga tidak mau pergi. Tapi memang sudah waktunya dia untuk kembali ke sana. Itu kewajibannya. HARUS. Melanjutkan kuliahnya sampai selesai, demi menata masa depan yang lebih baik untuknya, dan mungkin untuk kami.

Hari ini. Tiga minggu lebih empat hari setelah kepergiannya. Saya masih mencoba bertahan. Dia juga. Kami memang tidak senang dengan keadaan yang mengharuskan kami terpisah jarak dan waktu. Tapi setidaknya kami masih bahagia bersama, dengan apa yang kami punya. Kami masih punya satu sama lain. Punya sosok yang bisa kami rindukan dan membuat kami tersenyum saat bangun tidur kalau sewaktu-waktu kami bertemu dalam mimpi. Sekarang kami hanya bisa berharap waktu cepat berlalu. Cepat berlalu sampai akhirnya kami bisa bersua dan melakukan banyak kegiatan bersama-sama kembali.

Saya berdoa untuknya, untuk kami. Semoga dia tidak kesulitan menjalani kuliahnya di sana. Menjalani hari-harinya. Semoga perasaan kami terhadap satu sama lain masih akan terus sama dan tidak berubah, atau lebih baik lagi, menjadi semakin kuat. Amin.

Aku sayang kamu, Robin Corba. Dan akan selalu begitu.


-Gie-

Tuesday, July 20, 2010

Waka-waka

Dua bulan ga menumpahkan cerita di blog pribadi ini sukses bikin gw kangen nulis dan juga kangen jadi reporter. Kadang-kadang gw mulai ngerasa kalau kemampuan menulis gw sedikit demi sedikit mulai berkurang. Gawat! Makanya mulai sekarang untuk mengasah kembali kemampuan menulis, gw mau berusaha sebisa mungkin meluangkan waktu untuk memposting sesuatu di sini. Dan kali ini, ehem, gw mau cerita soal pengalaman gw sepanjang perhelatan dunia yang baru saja selesai minggu lalu, Piala Dunia 2010.

Bahkan sejak umur gw belum genap 8 tahun, pagelaran Piala Dunia sudah menjadi salah satu tontonan favorit gw. Piala Dunia 1994 jadi event yang pertama kali gw tonton. Waktu itu dengan sotoynya gw ngejagoin Itali untuk jadi juara (lebih ke faktor karena keluarga gw semuanya mendukung Itali :-p ). Tapi sayang, walaupun Itali berhasil melaju sampai babak final, mereka terpaksa kalah dari Brazil lewat adu pinalti. :-(

Anyway, dari pengalaman pertama nonton Piala Dunia, bikin gw jadi suka nonton bola seterusnya. Cuma suka nonton aja sih, ga sampe fanatik juga. Suka nonton Serie A Italy sampe English Pemier League. Dulu gw suka banget sama club-club di Serie A Italy, salah duanya AC Milan dan Juventus. Tapi belakangan, begitu udah gedean dikit, gw suka club-club Inggris. Favorit gw sampe sekarang Liverpool dan Chelsea. Yah walopun saat ini Liverpool lagi parah-parahnya, tapi gw tetep menjadi pendukung setia mereka. Apalagi setelah Fernando Torres gabung di sana, makin cintalah saya sama Liverpool. Hehehe.

Nah, untuk soal Piala Dunia 2010 ini, tak lain dan tak bukan pastilah gw dukung Spanyol (dan Inggris, tapi sayang Inggris kalah) dari awal sampe akhir hayat hidup gw (lebay.com). Dari jaman Piala Dunia 2006 dan Euro 2008 gw selalu memfavoritkan tim Matador. Bukan karena apa-apa, tapi karena tim Spanyol memang bagus, mereka bisa memperlihatkan permainan sepak bola sebenarnya. Gw mau mulai sotoy di sini, jadi menurut gw : Spanyol selalu bermain cantik, passingannya jalan, mainnya bersih (dalam artian ga kasar), kerja sama timnya bagus banget, bisa menguasai bola dan jalannya pertandingan, ga meremehkan lawan, pertahanan bagus, dan yang pasti ga perlu haus (napsu) buat bikin gol banyak-banyak, yang penting main bagus dan menang. Itu cukup buat mereka. Hasilnya mereka bisa jadi juara Euro 2008. Dan semua alasan itu cukup juga buat gw menjadikan mereka tim favorit gw sampai saat ini. Pluuuuussss pemaennya tampan-tampan, hahahaha. (Permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk mas Robin, karena saya tak mendukung tim favorit Anda dan saya harus bilang kalo pemaen Spanyol tampan-tampan).

Sepanjang Piala Dunia kemaren, gw selalu dihadapkan dengan dilema-dilema. Hadeeeuuuhh ada-ada aja dilemanya deh. Mulai dari dilemma merasa terganggu dengan supporter-supporter kagetan, supporter musiman, ataupun supporter sotoy, sampe dilemma pengen unfollow orang-orang bermulut kasar di twitter. Tapi paling dilema sih kalo udah menyangkut tim Belanda. Sementara si pacar orang Belanda, dulu gw kuliah ambil jurusan sastra Belanda dan temen-temen gw banyak bener yang support Belanda, tapi ya itu hati gw cuma buat Spanyol (*tsaaaaaahhh). Yah, kalopun ada pertandingan tim Belanda lawan tim lain (seperti pada saat nobar Belanda-Jepang di Erasmus Huis), bolehlah gw ikut mendukung tim Oranje. Demi mensupport pacar dan tetap eksis di kalangan teman-teman pendukung timnas Belanda. Hehehe.


Dan dilemma terbesar gw pun muncul saat partai final Piala Dunia 2010, tim favorit gw bertemu dengan Belanda. Eeeeeaaaaaa... Spanyol vs Belanda. Bisa diibaratkan gw vs Robin dan teman-teman sastra Belanda. Mati dah!


Pertandingan finalnya lumayan seru, tapi sayang tim londo bermain agak sedikit kasar, bahkan sampe ada adegan kickboxing segala. Ckckckck... not good! Padahal lumayan banyak peluang-peluang bagus dari dua tim tersebut. Yah, mungkin sebanyak kartu kuning yang keluar pada malam itu. 13 kartu kuning dan 1 kartu merah keluar malam itu (bikin gw jadi bertanya-tanya sebenernya mereka mau main bola apa main kartu sih?).


Tapi seperti kita semua ketahui kalo Spanyol menaaaaaaang!! Huhuuuuyy. Menang tipis 1-0 setelah melalui babak perpanjangan waktu. Dan kemarin menjadi pertama kalinya dalam sejarah persepakbolaan dunia, Spanyol masuk final piala dunia dan langsung menang. Betapa bahagianya gw. Ga bahagia-bahagia amat sih, karena jadi ikutan sedih juga liat si pacar harus ngeliat tim negaranya kalah. -__-"
Gw turut berduka untuk pendukung tim Belanda. Mungkin belum saatnya mereka jadi juara *bentar lagi gw ditimpukin batu nih*. Tapi salut juga buat mereka, bisa berhasil sejauh ini.


Jadi begitulah kurang lebih cerita gw sepanjang Piala Dunia 2010. Maafkan kalo ada kata-kata yang kurang berkenan ya pemirsa. Saya hanyalah manusia biasa pendukung timnas Spanyol. Hehehe. Tapi gw tetep berharap semoga suatu saat nanti Indonesia bisa ikut berlaga lagi di Piala Dunia. Dan pada saat tibanya waktu itu, gw hanya akan menjadi pendukung sejati timnas Indonesia. Amin.




Cheers,
Gie

Tuesday, May 04, 2010

Happiness


Saya percaya kebahagiaan bisa datang kapan saja, dari mana saja, tanpa kita tahu dan duga sebelumnya. Definisi kebahagiaan pun berbeda-beda bagi tiap orang. Tidak cuma definisi mungkin, tapi hal di balik senyuman seseorang hingga ia berkata "ya, saya bahagia!" pasti berbeda-beda juga. Mungkin apa yang membuat saya bahagia, belum tentu membuat Anda juga bahagia. Benar, kan? (pasti benar!)

Contoh kecil, saya hanya seorang pegawai kantoran biasa dengan gaji yang cukup untuk bisa bertahan hidup. Beberapa hari yang lalu saya baru saja melewati masa probation saya di kantor baru. Alhamdulillah kemarin saya menerima kabar kalau saya diangkat menjadi pegawai tetap di sini, mendapat asuransi kesehatan yang cukup lengkap (mata, gigi, dll) dan gaji saya dinaikkan beberapa ratus ribu rupiah. Kalau Anda bertanya pada saya apakah saya senang dengan hal itu. Saya pasti menjawab "Ya, saya senang!". Tapi apakah Anda ikut senang? Belum tentu kan. Atau coba posisikan diri Anda di posisi saya, mungkin saja bagi Anda kenaikkan beberapa ratus ribu saja tidak berarti, apalagi untuk Anda-Anda yang gajinya sudah berpuluh-puluh juta.

Anyway, saat ini saya sedang bahagia. Bukan hanya karena baru naik gaji (hehehe..), tapi karena sekarang saya tahu bahwa Tuhan itu memang Maha Adil. Belum lama ini saya menerima kabar baik dari seorang teman. Dia terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa untuk melanjutkan kuliah master di Universitas Leiden, Belanda. Ya, terpilih dari sekian ribu orang yang mendaftar untuk beasiswa yang sama. Hebat!

Entah kenapa dari awal saat dia bercerita akan mencoba peruntungannya untuk melamar beasiswa tersebut, saya sudah yakin dia pasti bisa. Di mata saya, dia adalah wanita yang gigih, tekun dan tahu betul apa yang dia mau. Berbekal semua itu saya yakin dia pasti bisa... and yes she made it! Dengan ketekunan dan usahanya dia berhasil mendapatkan hasil yang maksimal, dan dengan melihat semua itu saya semakin yakin kalau Tuhan itu memang adil.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, kebahagiaan itu bisa datang dari mana saja dan bagaimana seseorang merasa bahagia pasti berbeda-beda alasannya. Bagi saya, kebahagiaan saya berarti kebahagiaan orang-orang di sekitar saya. Kebahagiaan paling luar biasa yang bisa saya rasakan adalah ketika saya bisa memberikan inspirasi kepada orang lain dan ketika saya bisa membuat orang-orang yang saya sayangi tersenyum bahagia. Atau hanya dengan melihat dan mendengar orang-orang terdekat saya bahagia tanpa tahu alasan di balik kebahagiaan mereka, saya pun ikut merasa bahagia. Jadi, mudah saja untuk saya merasa bahagia.

Sekarang saya merasa bahagia untuk teman saya. Selamat ya Dahlia Isnaini a.k.a Dain! You deserve it, sist. And for sure, we are proud of you! :)


Love,
Gie

Monday, August 24, 2009

What a surprise!

Kejutan. Sekali waktu gw pernah bertanya pada diri gw sendiri "Siapa sih di dunia ini yang ga suka kejutan/surprise?" Pertanyaan yang sama juga pernah gw tanyakan ke beberapa teman dan ternyata ada beberapa di antara mereka yang menjawab "Gw ga suka!" atau "Gw suka, tapi ga selamanya surprise itu menyenangkan." Yup, emang bener ternyata ga semua orang suka kejutan dan ga semua kejutan juga menyenangkan. Tapi gw suka! Gw suka kejutan! Sangat suka!! Walopun kadang-kadang miris juga kalau lagi dapet berita mengejutkan *perlu dicatet berita mengejutkan berarti bukan kejutan yang sengaja dipersiapkan orang lain untuk kita*.

Dua hari yang lalu gw baru aja dapet kejutan dari beberapa teman dekat gw.
That's right, dua hari lalu tepat di hari ulang tahun gw yang ke 23 (tua ya?huhu), gw dapet kejutan dari mereka. Memang bukan pertama kalinya gw dapet kejutan di hari ulang tahun gw (sombooong...), but still I love it! I love the surprise!! Dengan sedikit lebay gw mau menyatakan kalau kejutan yang kemaren gw dapet adalah salah satu kejutan favorit dalam sepanjang hidup gw. Hehehehe.

Jangan tanya:
what so special about it? Karena gw bisa naik pitam, juga excited dan gw akan bercerita panjang lebar mengenai kejutan yang gw dapet dengan sangat detail dan rinci, dan mungkin akan terus gw ulang dan ulang dan ulang lagi sepanjang hari sampai kalian yang bertanya menyatakan: okay, that's very special! hahahahaha Maaf kalau saya lebay.

Anyway, intinya adalah di malam ulang tahun gw dengan sangat mengejutkan tiba-tiba jam 12 lewat-lewat dikit beberapa teman dekat gw dateng ke rumah dengan membawa terompet, hadiah dan tiramisu (oooo I looooveeee tiramisu a loooott!!). Sebelumnya memang gw sudah menduga akan ada "apa-apa" di malam itu, karena saat gw sampe rumah sekitar jam 11-an sepulang nonton The Proposal berdua Bobee, gw melihat meja makan penuh dengan makanan dan minuman ringan. Well, gw sih positif thinking aja, gw pikir memang mama sengaja masak untuk ulang tahun gw skaligus untuk sahur hari pertama (yup, kebetulan hari ulang tahun gw bertepatan dengan puasa hari pertama di tahun ini) barengan kakak-kakak gw. Sempet geer, tapi gw juga ga mau geer-geer banget atau ngarep-ngarep banget. Hihihihi. :D

Jadi, karena gw ga mau terlalu ngarep maka waktu pulang dari nonton gw langsung bersih-bersih dan masuk kamar. Awalnya, gw langsung pengen tidur karena cape banget, tapi ga lama begitu gw masuk kamar dan berbaring di ranjang, BlackBerry (let's just call it "baby") gw bunyi dan sms diterimaaaa... (seperti dlm playboy kabel :p) yang isinya "Lieverd, ik ben nu online.. Ben je nog wakker? Xxx" Wow, ternyata itu dari sang kekasih *buat yang ga ngerti, ini translatetannya: "Sayang, aku sekarang online.. Kamu masih bangun ga? Cium cium cium"* hahaha. Saat itu juga gw ga jadi tidur dan memutuskan untuk langsung online YM di baby.

Ngobrol ngalor ngidul sama pacar, ga kerasa udah jam 12 aja,
means I turn 23 already. Dari kejauhan gw denger Bobee dan kak Nana (kakak perempuan gw) nyanyi lagu "Happy Birthday" dan ternyata mereka menghampiri gw ke kamar dengan membawa sepotong cheesecake dan sebatang lilin untuk prosesi tiup lilin, hehehe. Aku terharu! xp Kemudian abis prosesi tiup lilin, Bobee buru-buru bilang,"Gie, turun yok kasian tuh mama kamu udah nungguin mau kasih selamat!" Karena kebetulan kamar gw ada di lantai atas, gw pun langsung mengikuti kak Nana dan Bobee menuju lantai bawah.

Tepat ketika gw menginjak tangga terakhir yang menuju lantai bawah
JENG JENG JENG JENG munculah makhluk-makhluk yang tak gw sangka akan muncul dari ruang tamu rumah gw. Dan gw pun mendapat nyanyian "Happy Birthday" lagi di malam itu. Untuk yang kedua kalinya gw meniup lilin lagi , kali ini dengan angka 23 (atau 32? entahlah) di atas sebongkah tiramisu. Senang, terharu, terkejut, semua perasaan bahagia itu bercampur jadi satu sampai gw kehilangan kata-kata dan hanya bisa cengar-cengir kuda sepanjang malam. ^o^

Setelah prosesi tiup li
lin yang kedua dan menyapa makhluk-makhluk itu serta menerima ucapan selamat dari mereka, seketika gw tersadar "anjrit pacar kelupaan, tadi kan gw lagi chatting malah gw tinggal gitu aja! Gawaaaatt!!" Akhirnya gw bergegas langsung ambil baby, dan pas saat gw meraihnya (lagi-lagi lebay, semoga pembaca tidak bosan dengan kelebayan ini) dia pun berdering. Ach, ternyata kekasihku yang menelepon. Selama beberapa saat gw meninggalkan makhluk-makhluk itu untuk menerima telpon dari Robin. So, gw pun bercerita panjang lebar pada Robin kalau gw saat itu baru aja menerima kejutan dari beberapa makhluk dan gw sangat senang, dan bla,, bla,, bla,,

Robin sepertinya mengerti betul kalau gw ga mungkin terlalu lama meninggalkan mak
hluk-makhluk (yang juga gw sebut sebagai teman gw) itu. Akhirnya setelah sama-sama mengucapkan "I love you" (ciiiieeeeeee xp) kami pun menyudahi pembicaraan kami dan sepakat akan melanjutkannya lewat chattingan saja. Gw pun kembali menyapa makhluk-makhluk tersayang yang ada di rumah gw malam itu. Berusaha menjadi tuan rumah yang baik, gw mempersilahkan mereka makan, minum dan menemani mereka ngobrol ke sana ke mari karena memang ada beberapa makhluk yang satu sama lain tidak saling kenal.

Akhirnya terungkaplah bahwa yang merencanakan ini adalah
Bobee dengan bantuan dua makhluk lainnya, yaitu Vicy dan Dhiesta. Vicy bertugas membawa teman-teman main/begajulan gw sementara Dhiesta bertugas membawa Genk Jogja. Dan terkumpulah 10 makhluk yang hadir pada pesta kejutan ulang tahun gw di malam itu dan mereka adalah Vicy, Dhiesta, Dain, Ratna, Anisa, Divi, Reyna, Fenny, Nando dan Boban (jadi 11, including Bobee). Sangat bersyukur punya makhluk-makhluk seperti mereka di sekelilingku, hehe. Thank you, Allah!

And now all I wanna say is: I thank u all for th
e surprise! I love it a lot and it was really great. So happy-go-lucky that I have all of you in my life, girls (also guys).. I love you, my friends!

(all without Reyna, she went home already)


Love,
Gie#7

P.S:
- for Bobee, nothing that I can say beside THANKS A LOT for planning those surprises,, I love you full, buns.. ^_^
- for my lovely Robin, thank you for the presents and the surprise that you gave me on my birthday,, I love them and I love you with all my heart :)





(Presents that I got on that day..
Thank youuuu!!!!)

Tuesday, July 28, 2009

Mess up!!

Mess up? It's me. Yeah, beberapa hari belakangan gw memang terlihat sangat berantakan. Sangat kacau. Sangat mess up. Bukan cuma gw yang merasa begitu, tapi banyak temen gw yang bilang, "Gie, lo keliatan berantakan banget siy!". Bahkan baru aja ada salah seorang temen di kantor menyarankan, "Lo potong rambut gih.. Rapiin tuh rambut udah berantakan banget." Sebenernya ga cuma soal penampilan tapi soal lain-lainnya juga. Ada yang bilang belakangan ini gw diem banget, muka sendu, keliatan banyak pikiran, dan lain-lain dan lain-lain. Tanya kenapaaaaa??

Sebagian dari temen gw juga udah menebak-nebak dan mengira-ngira gw kenapa. Kesimpulan mereka cuma satu: karena gw baru ditinggal pacar! Well, it's kinda true. Wajar-wajar aja mereka mengira begitu dan mau ga mau harus gw akui sebagian dari diri gw memang merasa berantakan karena hal itu. Setelah tiga minggu ditemani Robin dan tiap hari ketemu, setelah having a deep conversation with him yang membuat gw semakin "gimanaaa gitu" sama dia sekarang gw musti ditinggal lagi, sendirian lagi karena dia harus balik ke negaranya untuk waktu yang ga sebentar. (PS: Robin dan Erik pulang lagi ke Belanda hari Sabtu tanggal 25 Juli lalu). Tapi, ga semata-mata karena hal itu gw merasa dan terlihat sangat mess up belakangan ini. Mungkin juga karena belakangan gw sering banget terserang migren, ditambah lagi ada sariawan dua biji hinggap di mulut gw. Sakit minta ampun!!

Hmmm... Tapi gw merasa ga cuma itu aja yang bikin gw terlihat sangat mess up dan banyak pikiran belakangan ini. "Trus kenapa donk?" pertanyaan ini selalu muncul dan keluar dari mulut temen-temen gw dan bahkan dari dalam pikiran gw sendiri. And guess what: Gw juga ga tau jawabannya. Gw ga tau kenapa. Dan gw merasa aneh karenanya. Apa mungkin ini cuma ketakutan-ketakutan gw aja akan beberapa hal. Atau karena ada tamu bulanan wanita yang biasa dateng tanpa diundang? (alasan ini yang paling sering gw pake untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan temen gw kalau gw lagi terlihat kacau). Tapi, jujur gw ga tau. Gw sama sekali buta dan ga tau jawabannya. Jadi, gw harus mencari jawabannya sendiri. :(

Untungnya, di saat gw lagi kacau-kacaunya dan berantakan seperti sekarang gw masih punya orang-orang (selain Robin) yang sayang dan care sama gw. Masih punya temen-temen deket yang bersedia hadir untuk menghibur gw. Gw bersyukur punya mereka dan gw mau mengucapkan thanks a lot buat mereka semua, esp. for my besties: Bobee and Vicy. Dua orang ini yang dari hari pertama Robin pergi selalu berusaha menemani dan menghibur gw dengan cara mereka masing-masing. Well I think that's what friends are for. I thank you my friends for all.

Tuesday, July 14, 2009

Time to holiday, Time to Jogjakarta!!

Terkadang ada perasaan iri saat ngeliat anak-anak sekolah atau mereka-mereka yang masih kuliah. Kenapa? Bukan sulap bukan sihir tapi lebih kepada karena mereka masih punya jatah liburan yang cukup banyak. Sementara kita-kita ini yang udah pada kerja kayaknya susaaaaahh banget mau liburan aja. Harus ijin cuti dululah, harus selesein kerjaan dululah sebelum cuti, harus inilah, itulah, dst.. dst.. kebanyakan syarat a.k.a rempong deh!!

Tapiiiiii.. karena gw cukup pintar dan gesit (hahaha sedikit memuji diri sendiri), akhirnya gw bisa juga colong-colong waktu buat liburan, jalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama pacar dan teman-teman tersayang (hueeekks..). Dan berangkatlah gw ke Jogjakarta bersama tujuh personel lainnya, which are Bobee, Robin, Erik, Dain, Anda, Dhiesta and Divi (Dhiesta's bf). And the journey begins...


(Here we are from left to right: Erik, Divi,
Robin, Dhiesta, Me, Bobee, Anda and Dain)

Day 1
Dimulai di sore hari setelah gw pulang kerja. Awalnya gw, Bobee, Robin dan Erik terancam ga berangkat hari itu bersama yang lainnya dengan kereta Taksaka 2. Semua karena Erik sakit, muntah2 dan diare. Kesalahan gw juga sih mencekoki dia dengan Baccardi 151 malam sebelumnya. Well, gw ga tau kalo ternyata perutnya sesensitif itu. I'm so sorry dear Erik. Tapi untungnya, pada akhirnya, Erik bisa merasa baikan setelah diperiksa dokter dan beristirahat sebelumnya. Berangkatlah kami dengan waktu yang sedikit mepet menuju stasiun Gambir untuk menyusul yang lainnya.

Day 2
Perjalanan panjang kami lalui di dalam kereta. tertawa-tawa, terkantuk-kantuk, tidur, dan tertawa-tawa lagi. Sampai juga akhirnya di stasiun Tugu, Jogjakarta sekitar jam 6 pagi. Kami langsung melesat ke Rumah Purwanggan, tempat kami menginap selama di sana untuk beristirahat sebentar. Jam 9 teng berangkatlah kami dengan mobil sewaan menuju Kaliurang, Prambanan dan Parangtritis. Sayangnya, Erik terpaksa stay at home for a day cause he's still feeling a bit sick.
Hari pertama cukup menyenangkan, Kaliurang tempat yang bagus untuk foto-foto (hahaha tetep foto-foto). Prambanan? I'm always in love with that place/temple. Parangtritis? Sayangnya, kami sedikit telat sampai di sana. Karena tepat saat Magrib menjelang kami baru sampai di sana, jadi hanya bisa sebentar saja menikmati Parangtritis. Dan malampun ditutup dengan menyusuri jalan menuju Malioboro bersama-sama and good news Erik can come with us.

Day 3
Rencana awal berangkat jam 9 pagi, terpaksa molor 1,5 jam karena satu dan lain hal. Lebih tepatnya karena banyak yang merasa sakit dan kecapean, hehehe. Rutinitas hari itu adalah menuju Borobudur dan rafting di sungai Ello. Tiada disangka tiada diduga, gw sedikit kecewa saat berada di Borobudur karena mereka punya harga khusus untuk turis asing, yaitu 120 ribu rupiah/orang, sementara untuk pribumi cuma 12.500 rupiah/orang. What a shame! Bener-bener pemerasan. Ckckckck.
Anyway, bisa menikmati Borobudur bersama teman-teman membuat semua kekecewaan gw terlupakan. After Borobudur, lanjut ke sungai Ello untuk rafting bersama. Karena kami berdelapan, maka kami terpaksa menyewa dua kapal untuk rafting dan melakukan hompimpa untuk menentukan siapa di kapal mana. Dan terbentuklah tim Baccardi yang diketuai oleh gw sendiri (hehehe) dengan anggota Robin, Anda dan Bobee VS tim Pink yang diketuai oleh Dain dengan anggota Dhiesta, Divi dan Erik. And surprisingly Baccardi team is on fire,, hehehe we beated Pink team.. xp dan semua berkat kerja sama tim yang baik, hohoho. Seruuuuuuu!!!

(Get ready for rafting!!)

After rafting, we went home. Bersih-bersih dan istirahat. Tapi, karena sudah terlanjur menyewa mobil untuk 24 jam hari itu, alhasil sekitar jam 10 malam kami pergi lagi. Sayangnya, ga semua bisa ikut karena Bobee sakit, Erik juga masih merasa ga enak badan dan mas Robin gw larang ikut pergi (karena badannya panas), jadi hanya 5 personel saja yang pergi. Kami pun melesat menuju ke daerah Senturan dengan dipandu oleh Mas Bayu (kenalannya jeng Dhiesta). Ibaratnya di daerah bisa dibilang Kemangnya Jogja. Duduk-duduk di Padikoe Cafe, gw, Anda, Dhiesta and Dain terkaget-kaget dengan harga2 yang murah di sana yang ga mungkin kita temui di Kemang ataupun daerah lain di Jakarta. Gilaaaaa gw pesen hot chocolate cuma seharga 6 ribu rupiah dan rasanya enak banget!! Terkagum-kagum gw dibuatnya. Ngobrol ngalor ngidul sampe sekitar jam 1, karena lelah kami pun kembali ke rumah.

Day 4

Waktunya jalan-jalan dalam kota!! Taman Sari dan Keraton jadi tujuan utama hari itu. Yang pasti buat foto-foto, hahhaha. Sorenya, aktivitas utama adalah belanja sepuasnya di Malioboro dan Pasar Beringharjo. Gila-gilaan belanja, tak terasa sudah waktunya pulang. Fyuuuuhh padahal ga pengen banget liburannya berakhir. Well, akhirnya kami pun pulang dengan naik kereta Bima jam 10.15pm. Dan sampai di Gambir, Jakarta jam 7 pagi esok harinya and guess what, jam 9-nya gw langsung masuk kerja. Gilaaaaa.. udah mau mati rasanya.

But at all, liburan kemaren sangat menyenangkan. I want to thanks to u all girls and guys (to Bobee, Dain, Anda, Dhiesta, Divi, Robin and Erik). It was a fun holiday!! Maybe next time we can do it again, have a fun holiday together. I wish..

Wednesday, July 01, 2009

Working in Bali = .......?

Bali!! Yep, Bali!! Apa yang terlintas di benak lo saat pertama kali denger kata Bali disebut? Liburan? Pantai? Nice view? Bule? Party? Well, apa aja bisa menggambarkan Bali, terutama hal-hal yang berhubungan dengan bersenang-senang dan liburan.. But for God shake, hari Jumat sampai hari Senen kemaren gw baru aja dari sana, and not for a holiday but W.O.R.K.I.N.G!!

Awalnya memang it sounds like: working=boring,, tapi ternyata salah banget!! the truth is: working in Bali=having fun and not boring at all.. :D hahahaha. Beruntungnya gw dikirim ke sana untuk liputan di saat musim liburan gini. Many people there, so I won't feel bored. Belum lagi gw dikirim ke sana ga sendirian, tap ber-4-an dengan Mr. Hary Subastian (Fotografer MRA Group), Ms. Baby (Reporter Fitness Magazine) and Ms. Dini Citra (Reporter Cosmopolitan Magazine). They're very nice to me and I like them.

MRA Bali International Triathlon, itu nama acara yang gw liput di sana. Puncak acaranya (perlombaan triathlon) baru digelar hari Minggu pagi jam 6-12 siang. So, betapa senangnya gw berangkat dari hari Jumatnya dan pulang di hari Senen, sementara bener2 bekerja hanya di hari Minggu saja. Hehehe. Mantab gaaaaaaan..*kaskus-ers mode on*

Selama di Bali gw kenalan dengan banyak orang, ada orang2 dari Metro TV, SCTV, Cycling Magazine, Travel Works, atlet2 triathlonnya dll dll. Seneng banget bisa dapet kenalan baru dan bersenang-senang di sana for free!! Mungkin puncak dari kesenangan selama di sana adalah saat malam terakhir. (We're going to Sky Garden@Legian and have a party there. Loooovvvveeee it!!) Perlombaan triathlon selesai diliput, siangnya beristirahat dan malemnya bersenang-senang sebagai penutupan hari. Hohohoho. Bahagianya hidupku.

And now, just let these photos share the stories:


I and Baby were attending the cocktail party@Four Seasons Resort, Jimbaran.
(Mas Hary and Dincit were also there with us..)







Mas Hari, Dincit and I were having breakfast @ Bali Golf and Country Club, Nusa Dua (place where we sleep). Thanks to Baby for taking this picture of us.

Dinner at Flying Fish Restaurant, Outrigger Hotel


Me with Luke McKenzie (1st price winner of MRA Bali International Triathlon 2009)
















Four Seasons Jimbaran beach,, together with Mbak Ance, Mas Hary and Dincit..




Closing Party@Sky Garden, Legian
together with SCTV and Metro TV crew


Friday, June 19, 2009

Envy

Setelah diliat-liat ternyata sudah hampir satu bulan gw ga menggoreskan ide-ide dan tulisan-tulisan di blog ini. Bukannya karena males nulis, tapi lebih kepada koneksi internet untuk membuka beberapa situs di kantor di blokir selama jam kerja. Huhuhu. Setelah diperhatikan juga dan mendengar komentar dari salah seorang temen gw memang isi blog gw kebanyakan cuma cerita tentang kegiatan-kegiatan gw selama bersenang-senang aja. Tapi, so what? It means kan I really enjoy my life and that's good. Buat apa bersedih-sedih, hidup ini sudah sulit jadi ya dinikmatin aja. Ya toch?

Tapi kali ini gw mau sedikit bercerita kalau sekarang gw lagi merasa iri dengan keberhasilan temen-temen gw, entah itu di dunia pendidikan maupun pekerjaan. Tapi hanya sebatas iri dan bukan berarti gw syirik dan jadi membenci mereka. Bukan berarti juga gw tidak mensyukuri apa yang sudah gw punya dan gw raih selama ini. Gw sangat mensyukuri semua itu.

Beberapa dari temen gw membuat gw merasa sangat iri karena mereka bisa bekerja di perusahaan-perusahaan yang gw sangat ingin bekerja di sana atw karena mereka bisa mendapat gaji yang amat sangat jauuuuuuhh lebih besar dari apa yang gw dapet setiap bulannya. Ga cuma itu aja, beberapa temen juga berhasil membuat gw sangat iri karena mereka cukup beruntung dilahirkan sebagai anak orang kaya atw cukup pintar untuk bisa mendapatkan beasiswa dan melanjutkan pendidikan mereka di luar Indonesia. Aaaaahhh irinyaaa...

Biarpun iri, tapi I'm very happy for them. Keirian yang gw rasain bukannya membuat gw jadi membenci mereka, tapi malah membuat gw lebih bersemangat buat mengejar cita-cita, menjadi lebih berhasil dan sekali lagi menjadi lebih mensyukuri apa yang gw punya dan apa yang udah gw raih selama ini. Mungkin memang seharusnya begitu kan? Emang kadang kita bete, sedih, ga suka klo ngeliat orang lain lebih beruntung dari kita, walopun mereka temen yang cukup dekat sama kita. Tapi akan jauh lebih baik rasa iri yang dirasain dijadiin pemicu semangat untuk menjadi lebih baik lagi, bukannya dipikirin terus atw dirasain terus sampe yang pada akhirnya bikin kita stuck or even worse malah jadi terpuruk. Well, I hope my life is going to be more wonderful, exciting, beautiful, etc.. etc.. and maybe someday I will get the chance that I really want to get.


Love,
Gie#7

Monday, May 25, 2009

Bersenang-senang teruuuss..

Belakangan ini gw merasa sangat menikmati hidup, apalagi setelah terlepas dari deadline yang berkepanjangan, hehehe. Udah dua kali weekend gw habiskan bersama teman-teman lama ditambah teman-teman baru. Sangat menyenangkan sekali!! (hiperbol banget gw, udah pake "sangat", pake "sekali" pula).

Weekend
2 minggu lalu (hari Sabtu tepatnya) gw jalan-jalan ke Ancol trus lanjut main bilyar di Pasar Festival. Ga sampe situ aja, malemnya gw ikutan "Angels&Demons" (midnightit's really a nice movie) di Planet Hollywood n langsung berlanjut ke Public, tempat kejayaan Gendjer 151* di zaman dahulu kala, buat jedag-jedug (aaiihh gaol abeeess..). Pulang pagi lagi deh setelah beberapa lama vakum pulang pagi, akhirnya pulang pagi lagi,, huhuuyy.

Tapi minggu kemaren lebih parah lagi ternyata. Di mulai dari malem kamis (kebetulan hari kamisnya libur kenaikan Isa Almasih,, alhamdulillah libur), gw baru pulang ke rumah sekitar jam 4 pagi, padahal itu cuma ngobrol-ngobrol aja di Mc Donald Tebet. Personel yang hadir malam itu kebanyakan temen-temen yang baru gw kenal, selain Vicy dan Nando (my ex-bf), ada Reyna, Fenny dkk mereka. Besoknya, bukannya istirahat aja di rumah tapi gw malah ikut pergi lagi sama Vicy, kali ini cuma ke Semanggi. Jalan muluuuu. Sekalian juga sih gw beli baju baru sebiji, abis udah ga punya baju lagi (sungguh kasian diriku ini..). Muter-muter cari baju, setelahnya baru beranjak makan di Solaria Sky Dinning rame-rame dan baru pulang sekitar jam 12-an. Tadinya berpikiran untuk lanjut pergi lagi, tapi berhubung hari Jumatnya musti kerja (Harpitnas, sh*t!!) ga jadi lanjut deh.

Jumatnya, gw masuk kerja seperti biasa. Bisa dibilang ga biasa juga sih, karena hari itu kantor sepi b
anget. Mungkin karena harpitnas. Bahkan bos gw aja ga masuk, karena lagi keluar kota. Yang ada jadi nyesel sejadi-jadinya gw masuk, tau begitu gw ga masuk aja. Setelah menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan di kantor, jam 6 teng gw langsung go home. Berasa kurang tidur, pas sampe rumah tanpa babibu lagi, langsung beranjaklah gw ke peraduan. Zzzzzzzzzz. Tiba-tiba jam 11 esia gw berdering dengan sangat annoying, siapa lagi klo bukan Vicy yang nelpon.

Tak disangka tak diduga melesatlah gw malam jumat ke "lagi-lagi" Public dengan menaiki si Mony bersama Vicy, Nando dan Cathy. Di sana sudah menunggu Reyna dan Fenny lagi. Hihihi eksis bangat deh kita. Dan sekali lagi, gw pulang pagi. Ampe malu ama tetangga baru pulang jam setengah 6 pagi. Ampun Dijeee. :D

Puncak dari keeksisan semua itu baru terjadi pada hari S
abtu kemaren. Sabtu pagi gw seharian di rumah, karena baru bangun tidur jam 1 siang, hwehehe sedikit kebo. Keluar rumah baru jam 5 sore buat main futsal sama anak-anak. Cukup seru walaupun mainnya satu jam saja. Abis futsal ngobrol sana ngobrol sini, tengok sana tengok sini, makan di GN, mandi di rumah Vicy, langsung berangkat lagi (kali ini menunggangi Xenia milik kakaknya Vicy) midnight-an di "lagi-lagi" Planet Hollywood. Menonton film "Night at Museum 2", kami keluarga Xenia hadir ber-8. Rameeee. Ada akyu, Vicy, Cathy, Nando, Reyna, Fenny, Nded dan Carrel. Seperti biasa, selesai menonton kami kembali bingang-bingung mau lanjut ke mana lagi mumpung libur. And u know what? akhirnya keluarga Xenia lanjut berangkat ke puncaaaaaakkk. Stress!!

(here it is keluarga Xenia ki-ka: Vicy, Carrel,
me, Nando, Fenny, Reyna, Nded, n Cathy)

Minum sekoteng, makan jagung bakar, ubi cilembu dan minum kopi susu, kami pun bereksis dan perang kentut di puncak. Hahaha. Dan raja kentut malam itu jatuh ke tangan..... Nded sang fart boy slim! Eksis di puncak sampe subuh, kami pun memutuskan pulang. Setelah mengantar satu per satu, akhirnya gw baru sampe rumah jam SETENGAH TUJUH PAGI!! Oh Lord, mana pas ampe rumah tetangga gw lagi main badminton di depan rumah pula. Kena deh! Sok asik aja gw langsung ngeloyor masuk rumah, hihihi.

Yap, that's all
. Bener-bener menikmati hidup dan jalan teruuuuss. Pada akhirnya itu semua bikin gw males kerja, hehehe. Ga cuma itu aja, sekarang dada gw sedikit sakit dan sesek napas. Semua orang bilang mungkin gw kecapean. And I think they're right. Setelah mereview kegiatan gw beberapa hari belakangan ini, wajar aja klo gw kecapean. Sedikit relax dan istirahat itu yang gw butuhkan, makanya sekarang gw belum kerjain apa-apa lagi di kantor. Hahahaha.


Love,

Gie


*Gendjer 151: too many stories with this one. We can say Gendjer 151 is a group (I'm one of them) that will always be in my heart. The name is taken from "Genjer-genjer" song and from Bacardi 151 (alcohol drink). Miss u all, guys and girls.

Monday, May 04, 2009

The Good and The Bad

Kali ini gw punya banyak cerita dari weekend gw kemaren. The good and bad activities. Cerita dimulai dari tanggal 1 Mei, hari Jumat lalu. Tanggal 1 Mei sebenernya hari ulang tahun sahabat gw, Vicy, tapi karena emang uda direncanakan mau dirayain besoknya, which is hari Sabtu, jadi tanggal 1 kemaren gw habiskan bersama temen-temen kampus gw. They're (nama-nama yang udah pernah gw sebut) Anda, Iboy, Dain, Anisa "Oneng/Once", dan Dhiesta. Ga cuma ada mereka, kemaren juga ada Arthur. Arthur ini salah satu dosen gw waktu gw ngerasain zomercursus (kursus musim panas) di Zeist, Belanda. Dia juga sempet jadi dosen (tamu) di UI. Nah, taun ini dya di-hire lagi sama kampus buat jadi dosen tamu. Jadilah kita ajak dya jalan-jalan malam itu.

Awalnya pengen ngajakin dya ke bar, karena dya juga nagih mulu minta diajak ke bar, tapi karena satu dan lain hal akhirnya kemaren kita cuma makan bareng di foodcourt PS trus lanjut ngewine-ngewine di Amor, Kemang. Amor bisa dibilang tempat favorit juga di Kemang, karena selalu rame tiap malem libur/weekend. Cukup menyenangkan, dengan ditemani sebotol red wine dan minuman ringan lainnya kami mengobrol-ngobrol di tempat yang cozy tersebut sampai larut. Hehehe sok resmi deh ni bahasa gw.


Besoknya, dari pagi sampai sore gw menghabiskan waktu dengan bersantai-santai di rumah, tidur-tiduran, nonton DVD, main PS, main komputer dll. Malemnya br dijemput sama Vicy n kita sama-sama melesat ke Warung Pasta, Kemang. Bah Kemang lagi Kemang lagi. Ckckckck Macam anak gaul saja kita ni, hehe. Warung Pasta termasuk salah satu tempat favorit gw n Vicy, karena selain makanannya enak, harganya juga ga terlalu mahal sekitar 15.000-30.000-an saja. Cuma sayang, kadang-kadang kalo lagi rame pelayanannya suka lamaaaaa bangeeett. Anyway, malem itu lumayan banyak juga yang ikutan makan di Warung Pasta. Fun, fun , fun!!

Dari Warung Pasta tanpa direncanakan berlanjut ke salah satu club yang ada di Kemang juga, Cleo's. Ga semuanya ikut lanjut ke sana, cuma gw, Vicy, Carrel, Nded, Donny n Ageng. Tapi tetep seru donk biarpun pasukannya cuma ber-6 aja. Apalagi ditemani dengan 1 pitcher Illusion, 1 pitcher Long Island, 2 shots Tequilla (jatah gw n Vicy karena cewenya cm kita berdua, hehe), and 2 gelas Flemming. Mantab!!! xp Thanks to Mr. Ageng yang udah jadi cukong malem itu, walopun sedikit nyebelin juga mesen minuman diem-diem trus nyuruh yang lain yang ngabisin. Dasar!!

Dua malem berturut-turut melakukan kegiatan yang kurang sehat dan minum minuman yang ga sehat juga, hari Minggu berarti waktunya yang sehat-sehat aja. Hehe. Minggu pagi gw bangun jam 09.30, berasa kurang tidur banget karena malemnya gw baru sampe rumah jam 3.30-an, after Cleo's time. Badan pegel, pala pusing kurang tidur, tapi tetep harus bangun pagi karena hari itu jam 11 teng, gw harus lanjut pergi ke kawinannya temen kantor gw, Tenny. Ga sekedar temen kantor, klo diibaratin kyak anak sekolah, Tenny bisa dibilang temen sebangku gw, karena dya duduk persis di sebelah meja gw sekarang. Berangkatlah gw ke Mesjid Sunda Kelapa nebeng taksi persis jam 11 teng. Stay di kawinan kurang lebih 1,5 jam, ngobrol-ngobol tak lupa foto-foto juga, dan sekitar jam 1.30-an gw udah balik lagi ke rumah.

(foto bersama penganten dan temen-temen kantor)

Niatnya balik dari kawinan mau bablas tidur sepuas-puasnya, tapi sayang oh sayang niat itu terpaksa ditunda dulu. Huhuhu. Karena jam 4-nya gw kembali harus menemui Vicy di rumahnya buat sekali lagi merayakan ulang tahunnya. Just like what i sad before, hari Minggu berarti waktunya yang sehat-sehat aja, yap hari itu kita ngerayain dengan cara sedikit beda. So, berangkatlah kita (gw, Vicy, Ratna, Vidi (Vicy's brother) n Ita) ke Panti Asuhan Kampung Melayu dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang tinggal di sana. Dengan cara yang sederhana, tapi tetap menyenangkan gw berasa seneng banget bisa ikut berbagi kebahagiaan sama mereka yang kurang beruntung di sana.

Selesai acara di panti asuhan, kita lanjut keliling-keliling buat bagi-bagi makanan yang masi sisa ke daerah Cikini. Lagi-lagi di luar rencana, karena kebetulan lewat daerah Masjid Istiqlal, akhirnya diputuskan untuk mampir sebentar ke Ragusa (buat yang belum tau, Ragusa itu restoran kecil yang jual es krim Itali, terkenal dari tahun 30-an), yang terletak di belakang masjid. Hmm,, yummy! Makan es krim itali malem-malem, sluurrpp enak! Yeah, tapi klo inget besoknya harus kerja lagi, agak menyebalkan juga sih. Hihihihi.
Weekend gw yang panjang akhirnya ditutup dengan menikmati es krim banana split (sepiring berdua sama Ratna, hehe) di Ragusa bersama mereka. And again : fun, fun, fun!!

What a life I have!!