Saya seorang gadis muslim, berdarah Sulawesi (dari ayah) + Jawa (dari ibu), tumbuh besar di Jakarta dan belum pernah merasakan pulang kampung. Sewaktu kuliah saya belajar bahasa serta budaya Belanda, juga pernah mengikuti kelas bahasa Itali, Portugis dan Jepang. Dan saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan swasta, yang pimpinannya adalah seorang pria keturunan Pakistan, namun fasih berbahasa Indonesia. Saya punya seorang sahabat. Seorang wanita cantik, bertubuh gempal, beragama Katolik, keturunan China, namun kedua orang tuanya mengaku asli Cirebon. Sementara teman pria saya adalah seorang keturunan Belanda asli, tidak percaya Tuhan, atheist, sangat cinta negara Indonesia, dan saat ini masih duduk di bangku kuliah mempelajari Bahasa Indonesia.
Di sini saya hanya mau bilang, saya suka keberagaman dalam hidup saya. Mungkin hidup saya tidak terlalu beragam bila dibandingkan dengan orang lain yang memang keturunan Indo, misal: Cinta Laura Kiehl (berdarah Indonesia-Jerman) atau Mike Lewis (Kanada-Tionghoa, Malaysia). Tapi saya tetap cinta keberagaman yang saya temui selama ini, karena hal itu memberi warna tersendiri dalam hidup saya (sekecil apa pun pengaruhnya). Keberagaman mengajarkan saya bagaimana caranya bertoleransi terhadap satu sama lain, terhadap mereka yang berbeda dengan saya. Entah itu berbeda kebiasaan hidup, jalan pikiran, sampai berbeda dalam hal-hal krusial seperti agama dan ras/suku.
Sebenarnya saya tidak suka mengkotak-kotakkan manusia, karena pada dasarnya setiap manusia itu sama dan dalam diri mereka pastilah ada yang namanya kebaikan. Yang membedakan di antara mereka mungkin hanya penampilan fisiknya saja. Tapi untuk hal lain, bagi saya sama. Semua bisa dimaklumi dan ditoleransikan. Sayangnya, tidak semua manusia bisa menerima keberagaman dengan tangan terbuka. Mereka justru menjadikannya sebagai pemicu konflik. Merasa diri mereka yang paling benar dan menganggap yang berbeda itu musuh yang harus dijauhi, atau lebih ekstrim lagi: dimusnahkan.
Prihatin rasanya saat melihat/mendengar sesama manusia berkonflik hanya karena adanya perbedaan kecil di antara mereka, yang ujungnya bisa membawa pada perpecahan. Mungkin salah satu penyebabnya adalah kefanatikan terhadap hal tertentu yang dipercayai benar oleh sekelompok orang, sementara orang lain yang tidak mengikuti/percaya terhadap hal yang sama mereka anggap salah. Mengutip ucapan Lukman Sardi yang berperan sebagai KH Ahmad Dahlan dalam film Sang Pencerah, "Orang fanatik adalah orang yang bodoh". Ucapan yang sangat berani, tapi juga sangat benar. Terlalu fanatik bisa menjadikan seseorang berpikiran pendek, irasional dan bodoh. Orang fanatik cenderung menafsirkan sesuatu yang mengajarkan kebaikan menjadi salah arti dan mengubahnya menjadi bentuk kekerasan, untuk kemudian mencari pembenaran atas dasar yang salah.
Kalimat sederhana seperti "perbedaan itu indah", seharusnya selalu disimpan dalam memori masing-masing kita dan dicerna dengan baik. Bahkan Tuhan sekalipun menciptakan manusia dalam bentuk yang beragam, bukan untuk saling mencela keberagaman itu, tapi untuk saling belajar menghormatinya. Belajar menerima keberagaman yang ada dengan pikiran serta tangan terbuka, tidak dengan tangan mengepal.
Knowledge and Experience. They just know how to keep me feel alive.....
Friday, September 17, 2010
Friday, August 20, 2010
Lagi-lagi macet..
Masalah kemacetan di Jakarta emang ga pernah ada habisnya. Sialnya, saat ini saya sedang terjebak di dalamnya. *sigh* Gilaaa,, padahal ini udah jam 9.30 malam! Ga heran sih, bisa dimaklumi karena sekarang hari jumat, jadi sudah pasti macetnya jadi 2x lebih lama dan lebih parah dibanding hari biasa.
Entah kenapa sepertinya macet sudah menjadi musuh sekaligus teman sejati untuk penduduk Jakarta. Kenapa saya bilang begitu? Simpel aja: 1. Untuk mereka yang sibuk dan selalu berlomba dengan waktu, kemacetan sudah pasti jadi musuh utama mereka. Ibarat kata, semua hal/janji/kegiatan bisa langsung berantakan dan ga berjalan sesuai rencana hanya karena MACET. 2. Macet bisa jadi teman sejati buat orang-orang yang senang menjadikannya sebuah alasan untuk sebuah keterlambatan. Misal: pegawai kantor yang bangun kesiangan, instead of bilang "Maaf Pak saya telat masuk kantor karena kesiangan", mereka akan lebih milih untuk menggunakan kalimat "Maaf Pak, jalanan macet banget tadi. Bapak ngertilah gimana Jakarta." (Kalau saya sih lebih milih jujur, bilang kesiangan. Secara susah juga buat saya untuk bangun pagi. :p )
Yah, kurang lebih dua hal itu yang menurut saya menjadikan kata macet sangat akrab dengan penduduk Jakarta. Menjadi salah satu image kota Jakarta. Ya sudahlah.. saya cuma mau nyampah sedikit. Sekarang lebih baik saya menikmati saja kemacetan ini. Maybe next time, saya akan coba menulis tentang Jakarta dan sahabatnya, si macet, lebih panjang lagi.
Enjoy Jakarta!
Entah kenapa sepertinya macet sudah menjadi musuh sekaligus teman sejati untuk penduduk Jakarta. Kenapa saya bilang begitu? Simpel aja: 1. Untuk mereka yang sibuk dan selalu berlomba dengan waktu, kemacetan sudah pasti jadi musuh utama mereka. Ibarat kata, semua hal/janji/kegiatan bisa langsung berantakan dan ga berjalan sesuai rencana hanya karena MACET. 2. Macet bisa jadi teman sejati buat orang-orang yang senang menjadikannya sebuah alasan untuk sebuah keterlambatan. Misal: pegawai kantor yang bangun kesiangan, instead of bilang "Maaf Pak saya telat masuk kantor karena kesiangan", mereka akan lebih milih untuk menggunakan kalimat "Maaf Pak, jalanan macet banget tadi. Bapak ngertilah gimana Jakarta." (Kalau saya sih lebih milih jujur, bilang kesiangan. Secara susah juga buat saya untuk bangun pagi. :p )
Yah, kurang lebih dua hal itu yang menurut saya menjadikan kata macet sangat akrab dengan penduduk Jakarta. Menjadi salah satu image kota Jakarta. Ya sudahlah.. saya cuma mau nyampah sedikit. Sekarang lebih baik saya menikmati saja kemacetan ini. Maybe next time, saya akan coba menulis tentang Jakarta dan sahabatnya, si macet, lebih panjang lagi.
Enjoy Jakarta!
Friday, August 06, 2010
It is tomorrow!
Tomorrow. Yes, it is tomorrow. I'm gonna have my holiday with my besties and boyfriend. Yeeeaaayy!! Can't wait to go back to that island. The island that I've always been in love with. The island called BALI.
So guys, mind to join us?
Cheers,
Gie
Tuesday, August 03, 2010
Just want to share information..
Sekedar berbagi informasi, terutama untuk mereka-mereka yang (baru) punya kartu kredit. Check this link:
Cerita yang ada di link tersebut baru aja terjadi pada saya hari Jumat lalu. Untungnya saya cukup pintar untuk tidak sampai tertipu oleh mereka. Hehehe. *nyengir kuda*
Bukan bermaksud menggurui, tapi jaman sekarang penipuan bisa terjadi di mana-mana dan melalui media apa saja, jadi kita memang harus lebih waspada. Terutama bagi pemegang kartu kredit, jangan mudah percaya begitu saja pada orang yang meminta nomor kartu kredit Anda, apalagi meminta Anda menggesek kartu Anda di satu mesin (apapun itu, kecuali kalau memang Anda belanja di mall/toko) tanpa kejelasan. Jangan juga mudah terlena dengan penawaran-penawaran yang ujung-ujungnya meminta Anda untuk membayarkan sejumlah uang atas penawaran tersebut. Kalau Anda tidak mengerti, lebih baik Anda bertanya kepada keluarga/teman yang lebih berpengalaman. Intinya: waspadalah! waspadalah!
Semoga info ini bermanfaat.
Cheers,
Gie
Tuesday, July 20, 2010
Waka-waka
Dua bulan ga menumpahkan cerita di blog pribadi ini sukses bikin gw kangen nulis dan juga kangen jadi reporter. Kadang-kadang gw mulai ngerasa kalau kemampuan menulis gw sedikit demi sedikit mulai berkurang. Gawat! Makanya mulai sekarang untuk mengasah kembali kemampuan menulis, gw mau berusaha sebisa mungkin meluangkan waktu untuk memposting sesuatu di sini. Dan kali ini, ehem, gw mau cerita soal pengalaman gw sepanjang perhelatan dunia yang baru saja selesai minggu lalu, Piala Dunia 2010.
Bahkan sejak umur gw belum genap 8 tahun, pagelaran Piala Dunia sudah menjadi salah satu tontonan favorit gw. Piala Dunia 1994 jadi event yang pertama kali gw tonton. Waktu itu dengan sotoynya gw ngejagoin Itali untuk jadi juara (lebih ke faktor karena keluarga gw semuanya mendukung Itali :-p ). Tapi sayang, walaupun Itali berhasil melaju sampai babak final, mereka terpaksa kalah dari Brazil lewat adu pinalti. :-(
Anyway, dari pengalaman pertama nonton Piala Dunia, bikin gw jadi suka nonton bola seterusnya. Cuma suka nonton aja sih, ga sampe fanatik juga. Suka nonton Serie A Italy sampe English Pemier League. Dulu gw suka banget sama club-club di Serie A Italy, salah duanya AC Milan dan Juventus. Tapi belakangan, begitu udah gedean dikit, gw suka club-club Inggris. Favorit gw sampe sekarang Liverpool dan Chelsea. Yah walopun saat ini Liverpool lagi parah-parahnya, tapi gw tetep menjadi pendukung setia mereka. Apalagi setelah Fernando Torres gabung di sana, makin cintalah saya sama Liverpool. Hehehe.
Nah, untuk soal Piala Dunia 2010 ini, tak lain dan tak bukan pastilah gw dukung Spanyol (dan Inggris, tapi sayang Inggris kalah) dari awal sampe akhir hayat hidup gw (lebay.com). Dari jaman Piala Dunia 2006 dan Euro 2008 gw selalu memfavoritkan tim Matador. Bukan karena apa-apa, tapi karena tim Spanyol memang bagus, mereka bisa memperlihatkan permainan sepak bola sebenarnya. Gw mau mulai sotoy di sini, jadi menurut gw : Spanyol selalu bermain cantik, passingannya jalan, mainnya bersih (dalam artian ga kasar), kerja sama timnya bagus banget, bisa menguasai bola dan jalannya pertandingan, ga meremehkan lawan, pertahanan bagus, dan yang pasti ga perlu haus (napsu) buat bikin gol banyak-banyak, yang penting main bagus dan menang. Itu cukup buat mereka. Hasilnya mereka bisa jadi juara Euro 2008. Dan semua alasan itu cukup juga buat gw menjadikan mereka tim favorit gw sampai saat ini. Pluuuuussss pemaennya tampan-tampan, hahahaha. (Permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk mas Robin, karena saya tak mendukung tim favorit Anda dan saya harus bilang kalo pemaen Spanyol tampan-tampan).
Dan dilemma terbesar gw pun muncul saat partai final Piala Dunia 2010, tim favorit gw bertemu dengan Belanda. Eeeeeaaaaaa... Spanyol vs Belanda. Bisa diibaratkan gw vs Robin dan teman-teman sastra Belanda. Mati dah!
Pertandingan finalnya lumayan seru, tapi sayang tim londo bermain agak sedikit kasar, bahkan sampe ada adegan kickboxing segala. Ckckckck... not good! Padahal lumayan banyak peluang-peluang bagus dari dua tim tersebut. Yah, mungkin sebanyak kartu kuning yang keluar pada malam itu. 13 kartu kuning dan 1 kartu merah keluar malam itu (bikin gw jadi bertanya-tanya sebenernya mereka mau main bola apa main kartu sih?).
Tapi seperti kita semua ketahui kalo Spanyol menaaaaaaang!! Huhuuuuyy. Menang tipis 1-0 setelah melalui babak perpanjangan waktu. Dan kemarin menjadi pertama kalinya dalam sejarah persepakbolaan dunia, Spanyol masuk final piala dunia dan langsung menang. Betapa bahagianya gw. Ga bahagia-bahagia amat sih, karena jadi ikutan sedih juga liat si pacar harus ngeliat tim negaranya kalah. -__-"
Gw turut berduka untuk pendukung tim Belanda. Mungkin belum saatnya mereka jadi juara *bentar lagi gw ditimpukin batu nih*. Tapi salut juga buat mereka, bisa berhasil sejauh ini.
Jadi begitulah kurang lebih cerita gw sepanjang Piala Dunia 2010. Maafkan kalo ada kata-kata yang kurang berkenan ya pemirsa. Saya hanyalah manusia biasa pendukung timnas Spanyol. Hehehe. Tapi gw tetep berharap semoga suatu saat nanti Indonesia bisa ikut berlaga lagi di Piala Dunia. Dan pada saat tibanya waktu itu, gw hanya akan menjadi pendukung sejati timnas Indonesia. Amin.
Cheers,
Gie
Subscribe to:
Posts (Atom)
