Knowledge and Experience. They just know how to keep me feel alive.....


Wednesday, July 18, 2012

26 (and I wish...)

In a couple weeks I will turn 26. Aha! Another year has passed. I believe age is just a matter of number. But sometimes (let's just say often) I have this one question in my mind, "What have I done all my life?"  :-s

That one question is easy to ask, but hard to answer. I wish I could just give myself (and others) the answer easily like: "I have done this, and that, and oh yes that one also. Not to forget to mention I've done those too."

Yeah, I wish!

I wish for that and I wish my life will be more awesome each years.

Dear God, thanks for the great life, so far and sorry for keep saying I wish.....


 (pic)

My beloved desk 3

Here it is.....



I have a new member on my chair: The Nerd Emoticon Pillow! Well, not only me that have the emoticon pillow as a new member, most of my colleagues have it too. But, why I choose the nerd one? Simple answer, because it reminds me of my nerdy boyfriend. Haha! Peace, dear.. *kiss2*

So, what do you think about my new desk? For me it is a much better desk, compare to my first and second one.

Tuesday, July 17, 2012

I just can't wait!

For the past few days, my colleagues and I were extremely busy since we have to move to our new premises. We have to pack lots of stuffs, documents, bantex, folders, etc. Boxes were everywhere. Then we have to unpack and put them in order at the new place. It was tiring yet exciting. Our new office is way bigger than the old one. We get new (bigger) desk, chair and computer screen. We loooooooveeeeee it! :-p

After those hecticness I had, I just can't wait to go for some relaxing days at the beach. Yup, this weekend I am going to have another trip for 5 days. This time I choose to go to my mom's hometown. I am so excited to see the place where my mom was born. And of course not only to see my mom's hometown, I am also really really excited to do deep dive there. Yeay!!

This trip is just what I need for now. So, I can't wait any longer. *grin*




Friday, June 29, 2012

Ke atas sedikit, ke bawah sedikit

Mood untuk nulis itu emang bisa datang kapan aja. Kalau lagi ngeliat atau ngalamin kejadian apa, biasanya mood saya untuk nulis langsung nongol dan ga bisa deh tuh ditunda lama-lama. Kebetulan mood itu menghampiri saya sekarang karena siang tadi saya dan teman saya memutuskan untuk makan siang di gedung seberang kantor kami, dan mau ga mau kami harus lewat jembatan penyeberangan. 

Saat-saat lewat jembatan penyeberangan selalu jadi momen bagi saya untuk "melihat" ke atas sedikit dan ke bawah sedikit. Maksudnya begini, ketika berjalan melewati jembatan penyeberangan pandangan kita akan menjadi  lebih luas untuk melihat apa yang ada ke sekeliling kita, entah itu mobil-mobil yang lewat di bawah jembatan, pedagang-pedagang yang ada di ujung kanan-kiri dan sepanjang jembatan, orang-orang yang naik turun bis, gedung-gedung megah di sekitar atau bahkan pengemis-pengemis yang ada di sepanjang jembatan dan masih banyak lagi. Nah, siang tadi pandangan saya tertuju pada 3 hal: mobil-mobil mewah di bawah jembatan (walaupun agak ngeri sebenernya ngeliat ke jalanan), salah satu gedung di pinggir jalan, dan pengemis yang ada di ujung jembatan.

Waktu saya melihat mobil-mobil mewah yang lewat di jembatan saya berpikir dan berkata dalam hati, "Kapan ya gue bisa beli mobil idaman gue pake uang sendiri? Mau ke mana-mana enak, gampang!" Kemudian saya beralih melihat ke sebuah gedung dan berkhayal, "Asik banget kali ya kalo jadi bos. Suatu hari nanti gue pengen banget nyewa salah satu ruangan di gedung itu untuk kantor gue dan team." Dan terakhir, mata saya terpaku pada pengemis, seorang anak laki-laki yang anggota tubuhnya ga sempurna dan berumur kira-kira 15-an, di ujung jembatan dan membuat saya berbisik dalam hati "Ya Tuhan, gue beruntung banget lahir dalam keluarga gue dengan kondisi tubuh yang sempurna. Gue bisa nyelesein sekolah sampe kuliah dan bisa kerja seperti sekarang. Karena kalo ga, mungkin aja gue luntang-lantung ga jelas kayak anak itu."

Ya, menengok ke atas dan ke bawah. Ke atas dalam artian melihat keberhasilan orang, merasa ingin mengalami apa yang orang lain alami, ingin memiliki apa yang orang lain miliki, atau ingin merasakan berada di posisi orang-orang yang lebih beruntung dari saya. Saya menjadikan itu semua cambuk buat saya mendapatkan apa yang saya inginkan, mencapai target, dan menjadi manusia yang lebih baik. Ke bawah berarti menyadari bahwa masih banyak orang-orang yang tidak seberuntung saya, bahwa ada orang-orang yang ingin bertukar posisi dengan saya, dan saya menjadikan itu sebagai momen untuk mensyukuri semua yang sudah saya alami sampai detik ini.

Saya yakin kalau bukan cuma saya yang pernah merasa atau mengalami momen-momen di atas. Tapi saya tidak ingin kalau momen seperti itu justru membuat saya lupa diri. Terlalu melihat ke atas mungkin bisa bikin saya jadi orang yang dipenuhi rasa iri, dengki, dendam dan ga mungkin lama-lama bisa bikin gila karena ga bisa mencapai apa yang ingin dicapai. Well, ga semua orang rejekinya sama kan. Tapi tetep saya harus berusaha semaksimal mungkin dong. Saya juga ga mau terlalu melihat ke bawah karena itu akan menjadikan saya orang yang sombong, angkuh dan merasa memiliki segalanya. Saya cukup sadar untuk ingat kalau di atas langit masih ada langit. :-)

Buat saya cukup untuk sesekali melihat ke atas sedikit, ke bawah sedikit, lalu bersyukur banyak. Dan ternyata menerapkan itu bisa menjaga kewarasan dan menyeimbangkan hidup saya, dan Insya Allah membuat saya lebih bahagia. Amiiiinn.   

 (pic)

Friday, June 15, 2012

So long, Dakocan...

Terinspirasi sama tulisan Acit, saya jadi pengen cerita singkat-sesingkat-sesingkatnya soal nasib sial yang belum lama ini menimpa saya.Ga jauh beda dengan si Acit, saya juga baru kehilangan teman terdekat saya, si telepon pintar Blackberry (bebe). Karena saya sayang banget sama si bebe, saya kasih nama spesial untuk bebe saya: Dakocan. Huaaaaa... waktu pertama kali si Dakocan lenyap tanpa jejak, dunia saya rasanya hancur lebur jadi debu :'(( (Sok dramatis...).

Karena ini terlalu menyedihkan untuk diceritakan kembali, jadi saya akan langsung ke inti dan kesimpulan cerita aja:

Intinya: Dakocan hilang waktu saya ga sengaja ninggalin dia di sebuah Eco Bar di daerah Kemang. Waktu itu teman saya lagi ada yang berulang tahun di sana. Padahal saat itu saya dalam keadaan sadar-sesadar-sadarnyanya (Sumpah demi apapun di muka bumi ini gw ga mabok!! <= untuk semua temen yang masih ga percaya kalau saya sadar 100% waktu kejadian), cuma saya emang careless aja karena kondisi yang kurang fit malam itu dan bikin Dakocan ketinggalan di atas bangku lalu digondol makhluk lain yang ada di sana.

Kesimpulannya: Saya sedih banget, tapi tetep berusaha untuk tegar waktu awal-awal kejadian. Tapi beberapa jam setelahnya, saya mewek juga karena mengingat kebersamaan saya dan Dakocan yang masih terlalu singkat untuk berakhir begitu saja. Saya yakin Dakocan juga pasti sedih berpisah sama saya, tapi semoga aja pemiliknya yang baru bisa menjaganya dengan lebih baik dan menggunakan Dakocan dengan lebih bijak. Baik-baik ya kamu, Can... I miss you..

Sampe saat ini, udah hampir dua bulan, saya masih belum rela untuk nyari pengganti Dakocan. Tapi saya udah ikhlas kok dengan kehilangan yang saya alami. Cuma mungkin agak trauma aja, takut kehilangan lagi. Yang pasti kalau nanti saya udah nemu pengganti yang pas, saya akan lebih berhati-hati menjaganya (kalo perlu gw rantein deh tuh henpon ke mana-mana ntar). Semoga dalam waktu dekat hati saya sudah siap mencari dan menerima pengganti tersebut.

So long, Dakocan... :-*

-Gie-