Knowledge and Experience. They just know how to keep me feel alive.....


Tuesday, February 23, 2010

One year ahead

Dalam beberapa bulan belakangan ini banyak kejadian dan perubahan hidup yang gw alamin. Untungnya sebagian besar adalah kejadian menyenangkan dan juga perubahan ke arah yang lebih baik. Mulai dari dapet keponakan baru, dapet kesempatan untuk cobain diving, bisa jalan-jalan menikmati musim dingin di negeri orang, kenalan sama keluarga Robin, sampai pindah kerjaan ke tempat yang lebih baik. Alhamdulillah! Satu kata itu yang ga pernah lupa gw sebut setiap kali ada hal baik yang menimpa gw.

Dan sekarang gw cuma berharap kalo dalam satu tahun ke depan nantinya masih ada hal-hal lain yang akan gw alamin. Hal-hal luar biasa, menyenangkan dan bisa memberikan pelajaran berarti buat gw. Gw tetap selalu percaya kalo kita bisa belajar dari mana aja, termasuk dari pengalaman hidup kita atau pun pengalaman hidup orang lain. Semua bisa dijadikan pelajaran, diambil yang baik-baik dan dibuang yang buruk-buruknya. Dan pastinya gw masih akan tetap membagi pengalaman itu di sini. Hehehe.

Ngomong-ngomong soal belajar dan pengalaman, tanpa diduga dan disangka oleh banyak orang, bahkan gw sendiri, Robin merealisasikan rencananya mengambil kelas BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) di UI, Depok. Ternyata dia seserius itu mau belajar Bahasa Indonesia. Setelah berpikir panjang, melalui perdebatan dengan gw dan orang lain juga, memikirkan baik buruknya, tujuannya, dan lain-lain dan lain lain akhirnya di minggu terakhir bulan Januari lalu dia pun memutuskan untuk terbang ke Jakarta. And yes, hanya dalam waktu tiga minggu setelah perpisahan kami yang terakhir, kami bisa bertemu lagi tanpa perlu menunggu enam bulan lamanya (seperti biasa). Dan another yes, dia akan tinggal di Indonesia selama satu tahun ke depan karena dia harus mengambil program BIPA yang satu tahun supaya kreditnya cukup untuk ditransfer ke kredit kuliahnya di sana.

Sebenernya gw agak meragukan keputusan dia kali ini, mungkin lebih cenderung ga mendukung. Tapi karena dia sepertinya sangat yakin dengan keputusannya, jadi gw sebagai pacar yang baik harus ikut ngedukung + memberi support buat dia dalam keadaan apa pun itu. Jadi, bisa dibilang selama setahun ke depan gw ga akan tuh ngerasain yang namanya "Long Distance Relationship". Hehehe. Satu lagi perubahan yang gw alamin dan kali ini mengenai hubungan gw dan Robin. Dan lagi-lagi perubahan yang cukup positif. :)


Anyway, semoga aja Robin bisa menjalani kuliahnya di sini dengan baik tanpa ada halangan berarti. Semoga juga dalam satu tahun ke depan gw bisa mengenal sosok Robin dengan lebih baik lagi dan begitu juga sebaliknya. Dan semoga gw bisa dapet pengalaman-pengalaman baru lagi sama dia. Pengalaman-pengalaman yang bisa kami (gw dan Robin) bagi untuk orang lain dan anak cucu kami nanti. (Halaaahh!! :-p ) Mohon doanya ya teman-teman supaya si mas Robin ga mengalami kesusahan dalam belajar Bahasa Indonesia.

Cheers,

Gie

P.S: kebetulan mas Robin suka ngeblog juga dan dia punya website pribadi, so kalau ada waktu boleh dibaca-baca tulisan-tulisannya di: http://www.robincorba.nl/

Wednesday, February 10, 2010

Hello goodbye

Life is not easy, I have to admit it. As we know sometimes we are exposed to choices, between right or wrong, good or bad, black or white, and so on. It can be really hard to make a decision or to choose what is best for us and our life. But still whatever we choose, life must go on whether we like it or not, though we make a good deal or a bad one.

I've already dedicated my life for one and a half year as a reporter/writer/journalist in one of men's magazine in Indonesia. I like that job, I love my colleagues there, love the environment, love what I can do (get from) there, esp. the fact that I can go to Bali twice a year (last year) and that's for free. Hehehe. It's almost perfect, except three things why I don't like to be there: 1. my boss, 2. the salary is not good enough, and 3. I can't develop myself there.

Then because of that three reasons I take a risk to move on and spread my wings to fly higher so that I can see more panoramic sight and learn something new from it. So, I quit become a reporter/writer/journalist or whatever it's called. Actually besides all that reasons, there's also one thing why I have to move on. Since my sister doesn't have a job anymore, my responsibility for supporting my family in financial is getting bigger. That's why I got to leave my old job and do a new one which can pay me more.

It was really hard choices I have to choose, to stay or to go. I like being in my old office, surrounded by my friends/colleagues. But I can't be selfish, because there are still a lot of things I must consider in this matter. Things that are not only about me, myself and I. And I've made my own choice, eventhough it was also a very hard goodbye that I've had to say to my old colleagues. :'(

So now, here I am. Working as a new employee in one of trading company that sells comodities, such as coal, cotton, and others. Get a better salary and new family. Now I'm ready to learn new things here, to do my best with this job as I did to the old one, and to plan a better future for myself and family. My life is still great (I trully believe it) and I am thankful for it. :)


-Gie-

Friday, January 29, 2010

Menapak tanah eropa (lagi).

Tidak pernah menyangka kalau akhirnya gw bisa menapakkan kaki di tanah eropa lagi. Yak, beberapa minggu lalu, setelah melalui keribetan-keribetan yang panjang dan berliku-liku untuk mengurus visa serta printilan-printilan lainnya, akhirnya gw bisa kembali mengunjungi Belanda saat Natal dan Tahun Baru kemarin. Selama 12 hari gw menikmati "winter vakantie" (liburan musim dingin) di sana bersama Robin dan keluarganya.

Bukannya tanpa tujuan gw bisa berada di sana selama itu. Robin yang mengundang gw untuk datang ke sana dengan tujuan mengenalkan gw kepada keluarganya. Gw sangat senang sekaligus beruntung karena bisa menikmati liburan bersalju yang cukup panjang di sana dan bisa ketemu langsung dengan orang tua, adik, tante, oma, opa, keluarga dan teman-teman Robin lainnya, termasuk bertemu Erik lagi (silakan baca tulisan-tulisan gw sebelumnya).

Walaupun ini bukan pertama kalinya gw terbang ke Belanda, tetap aja gw merasa nervous dan deg-degan dari sebelum berangkat, selama perjalanan, bahkan sampai saatnya kembali ke Indonesia. Mungkin lebih dikarenakan karena gw tidak cukup pede untuk bertemu Robin dan keluarganya. Maklumlah kan gw memang orang yang sangat pemalu. Hehehe.

Banyak pengalaman seru selama gw berkunjung ke Belanda kali ini. Salah satunya adalah saat itu pertama kalinya gw melihat, mencicipi, dan bermain dengan yang namanya "SALJU". Hehehe. Gw cukup beruntung bisa bertemu dengan salju, tapi gw juga merasa sedikit tersiksa karena udara di sana dingin banget, sekitar 0 (nol) sampe -5 (minus lima) derajat celcius. Brrrrrr!!

Untungnya, biarpun banyak hal baru yang gw lalui di sana (positif atau pun negatif), Robin dan keluarganya selalu menjaga gw dengan baik. Mungkin karena sepanjang liburan kemarin gw tinggal di rumah orang tuanya Robin. Orang tua dan adiknya yang awalnya bikin gw ketakutan dan nervous sebelum bertemu mereka ternyata sangat jauh berbeda dari bayangan gw. Mereka sangat ramah, baik dan terbuka. I like them actually! :)

Anyway, seperti biasa gw akan bercerita dengan beberapa foto pilihan yang gw ambil waktu gw di sana. Here they are. Enjoy!!

Jalan-jalan di Sonsbeek Park, Arnhem. Waktu itu gw berasa sedang berada di dalam kulkas karena dingin banget! Akhirnya gw minta untuk buru-buru pulang karena jari-jari kaki dan tangan gw mulai terasa sakit saking dinginnya. Jadi berasa norak dan kampungan saat itu. :(



Hari kedua di Belanda, gw dibawa ke kebun binatang sama Robin. Mungkin dia mau melihat kembarannya di sana (Hehehe). Di sini pertama kalinya gw melihat binatang yang disebut pinguin secara langsung. Soooo cute!!!


Berkunjung ke Utrecht di malam hari untuk ketemu dengan Mala, salah seorang junior gw di kampus yang sekarang kerja di sana.









Playing some pool with Robin and his mom before celebrating New Year Eve!

Robin and his family. From left to right: Dennis (Robin's younger brother), Ronald (Robin's father), Joke (Robin's mom), and Robin himself.

Mampir ke bar milik organisasi kampusnya Robin, Roderick. Pretend to be a DJ.

Then pretend to be a bartender. =))










My house? Or your house? Hahaha. It just snowy everywhere.
Location: Openlucht Museum,Arnhem.


Walaupun gw ga merayakan Natal, ga ada salahnya kan berfoto bareng sinterklas. Hehehe.

Kurang afdol rasanya kalo belum foto dengan latar belakang kincir angin. :D


Our favorite drink: Chocolademelk met slagroom.

Jadi, begitulah kira-kira pengalaman dan cerita yang bisa gw bagi selama 12 hari gw di sana. Sebenernya masih banyak cerita, foto dan pengalaman yang ingin gw bagi, tapi mungkin lain kali aja atau melalui media yang berbeda alias ga di blog ini. Hehehe. Intinya sih gw sangat bersyukur karena diberi kesempatan untuk bisa kembali mengunjungi negeri kincir angin dan mengenal langsung orang-orang terdekat Robin selama dia di sana. Dan semoga kesempatan-kesempatan berikutnya masih akan datang. Amin!


Cheers,

Gie


New Year 2010 Greetings!

Hello, howdy, hi there..

It's been a long time since I wrote my last story here in my personal blog. Not because I don't want to write, but there's a lot of things that I need to do and must do for a while. I'm gonna write something as soon as possible for you all. Many stories I want to share, but I don't know where should I begin.

Anyway, for this one I want to say HAPPY NEW YEAR for all of you. I wish we can have a better year ahead. I know it's a bit late, but better late than never, right? ;)



God bless you! :)

Warmest regards,
Gie

Tuesday, December 01, 2009

2 people in 2 different malls

Pertama kalinya gw akan menceritakan tentang dua orang yang sama sekali ga gw kenal. Dua orang. Ya dua orang, yang satu cewek usia 24 tahun sedangkan satunya lagi cowok usia 25 tahun. Jelas kalo mereka memang beda, beda usia dan jenis kelamin, tapi ada satu persamaan di antara mereka berdua. Mereka sama-sama terjun (bunuh diri) dari lantai 5 di dua mall yang berlainan kemarin (30 November 2009). Yang cewek terjun dari lantai 5 mall Grand Indonesia sekitar jam 4 sore, sementara yang cowok melakukan hal serupa di Senayan City malam harinya sekitar jam 8.15 malam.

Herannya walaupun lokasi kejadiannya beda, tapi bisa-bisanya kejadian serupa terjadi di hari yang sama. Semua orang langsung heboh, menerka-nerka apakah ada hubungannya antara si cewek dan si cowok. Apalagi beritanya menyebar dengan cepat lewat situs jejaring sosial, twitter. Gosh, it's a bit scary, isn't it?

Gw cuma ga ngerti aja kenapa mereka memilih untuk melakukannya (baca: bunuh diri) di tempat umum dan dengan cara yang menyakitkan begitu. Cuma satu kata untuk mereka. Kasian. Apakah mereka punya masalah yang sangat berat sampe ga bisa diselesaikan dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya? Mungkin.

Sangat disayangkan banget kejadian kyak gini terjadi tanpa bisa dicegah. Ironis. Di saat banyak orang yang ada di tempat itu, tapi ga seorang pun yang bisa menghentikannya. Kurang perhatiankah kita terhadap lingkungan sekitar? Mungkin.

Selalu ada kemungkinan-kemungkinan. Tapi buat gw dari kejadian-kejadian seperti ini gw bisa ambil pelajaran yang berarti. Yang pertama, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan bunuh diri bukan salah satunya. Gw percaya itu. Percaya kalau setiap masalah bisa diselesaikan asal kita terus berusaha dan ga pernah menyerah. Kedua, mungkin gw harus lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Bahkan saat berada di tempat ramai, ga ada salahnya untuk memberi sedikit perhatian ke orang lain (orang yang ga dikenal sekalipun). Ga perlu memberi perhatian yang berlebihan cukup dengan memperhatikan apakah ada gerak-gerik yang patut dicurigai atau ga.

Pelajaran terakhir yang bisa gw ambil adalah jangan membuat lelucon-lelucon tentang kejadian-kejadian seperti ini. Because guys, it's not funny at all. Gw melihat di beberapa twitter orang, ada yang menulis joke-joke yang sama sekali ga lucu tentang kejadian di atas tadi. Coba pikirkan kalo misalnya kita ada di posisi keluarga korban? Gimana rasanya? So, think twice before you write/post something, esp. when it's in twitter/facebook, etc.

Okay, last but not least gw turut berduka cita kepada keluarga yang ditinggalkan oleh dua orang korban bunuh diri tadi dan kepada semua pihak yang dirugikan dengan adanya kejadian ini. Semoga kejadian serupa ga akan pernah terulang lagi. Amin.