Kami kembali dari Roma Hari Senin, 5 September 2011, larut malam. Dengan suasana hati yang super senang dan badan yang super lelah, saya langsung tidur begitu sampai di Arnhem. Bisa ditebak karena saking capenya, saya bangun lumayan siang. Untungnya, saya dan Robin tidak punya banyak rencana untuk hari ini. Jadi, kami bisa sedikit bersantai dan beristirahat, karena besok kami akan pergi lagi dengan Erik dan Bee, plus Dain untuk jalan-jalan ke Brussels.
Untuk hari ke-10 saya di sini, rencana kami hanya pergi ke centrum untuk ambil sepeda (yang sudah menginap kurang lebih 4 hari di sebuah gedung tempat parkir sepeda) dan mengunjungi Oma Hinke (Omanya Robin dari pihak Ibu). Semuanya berjalan lancar, kecuali ketika Robin lupa membawa kunci sepeda kami yang akhirnya bikin kami harus bolak-balik ke centrum naik bis dan bersepeda di tengah-tengah hujan yang lumayan deras. Hedeeeeh Robaaann! Telinga saya sempat sakit karena ga tahan sama dinginnya udara dan angin yang berhembus kencang. Tapi, so far semua cukup berjalan baik dan saya tetap bersyukur atas semua yang saya alami sampai hari ini.
Knowledge and Experience. They just know how to keep me feel alive.....
Tuesday, September 06, 2011
Day 7-9 : Jelajah Roma
Petualangan kami dimulai di hari Sabtu, pagi-pagi sekali. Jam 5 pagi Erik dan Bee sudah menjemput saya dan Robin dari Arnhem untuk sama-sama berangkat ke bandara Weeze yang terletak di Jerman. Di sana, Erik akan memarkir mobilnya selama kami pergi ke Roma, Italia. Bagi kami berempat, ini adalah kali pertamanya kami menginjakkan kaki di tanah gladiator. Dan tentunya, kami semua sangat antusias!
Sekarang, dalam pikiran saya begitu banyak cerita yang ingin saya bagi di sini, tapi saya bingung harus memulai dari mana. Hehehe. Karena ada banyak tempat yang indah dan luar biasa di Roma yang kami kunjungi. Buat saya, Roma adalah kota yang sangat cantik. Sama seperti Paris, di setiap sudut di kota Roma, pasti selalu ada spot yang bagus dan indah untuk diabadikan. Tiap kali mata memandang, gedung-gedung tua nan megah selalu ada di sekeliling kami. Saya jatuh cinta seketika dengan kota tersebut.
Tapi sayangnya, walaupun kotanya sangat indah, saya tidak terlalu terkesan dengan manusia-manusianya. Keindahan kota Roma, tidak seiring sejalan dengan sebagian besar penduduknya yang menyebalkan dan tidak terlalu ramah. Ada beberapa orang yang kami temui memang sangat-sangat ramah, tapi kebanyakan di antaranya juga sangat-sangat menyebalkan dan berkelakuan buruk. *sigh* Anyhow, tidak bisa dipungkiri kalau selama di sana, saya dan Bee, seringkali "zina mata" setiap kali melihat manusia-manusia yang rupawan berjenis kelamin laki-laki dengan hidung mancung, sedikit brewokan, dan alis yang begitu rapi seperti habis dirapikan di salon. Hahaha. Kasep pisan euuuyyy!!
Beberapa tempat yang sempat kami kunjungi selama 3 hari kami berada di sana di antaranya adalah Colosseum, Trevi Fountain, Piazza Navona, Pantheon, Vatican dan masih banyak lagi. Kami membuat banyak foto dan video selama kami berada di Roma. Dan saya akan membagi beberapa foto tersebut di sini dan membiarkan foto-foto ini yang bercerita. :-)
Sekarang, dalam pikiran saya begitu banyak cerita yang ingin saya bagi di sini, tapi saya bingung harus memulai dari mana. Hehehe. Karena ada banyak tempat yang indah dan luar biasa di Roma yang kami kunjungi. Buat saya, Roma adalah kota yang sangat cantik. Sama seperti Paris, di setiap sudut di kota Roma, pasti selalu ada spot yang bagus dan indah untuk diabadikan. Tiap kali mata memandang, gedung-gedung tua nan megah selalu ada di sekeliling kami. Saya jatuh cinta seketika dengan kota tersebut.
Tapi sayangnya, walaupun kotanya sangat indah, saya tidak terlalu terkesan dengan manusia-manusianya. Keindahan kota Roma, tidak seiring sejalan dengan sebagian besar penduduknya yang menyebalkan dan tidak terlalu ramah. Ada beberapa orang yang kami temui memang sangat-sangat ramah, tapi kebanyakan di antaranya juga sangat-sangat menyebalkan dan berkelakuan buruk. *sigh* Anyhow, tidak bisa dipungkiri kalau selama di sana, saya dan Bee, seringkali "zina mata" setiap kali melihat manusia-manusia yang rupawan berjenis kelamin laki-laki dengan hidung mancung, sedikit brewokan, dan alis yang begitu rapi seperti habis dirapikan di salon. Hahaha. Kasep pisan euuuyyy!!
Beberapa tempat yang sempat kami kunjungi selama 3 hari kami berada di sana di antaranya adalah Colosseum, Trevi Fountain, Piazza Navona, Pantheon, Vatican dan masih banyak lagi. Kami membuat banyak foto dan video selama kami berada di Roma. Dan saya akan membagi beberapa foto tersebut di sini dan membiarkan foto-foto ini yang bercerita. :-)
| (Saya dan Robin berfoto di dalam Colosseum yang megah. Arenanya para Gladiator!) |
| (Pantheon. Dengan kereta kuda di depannya, seperti dalam dongeng.) |
| (Kami berempat di depan Trevi Fountain. Kami ikut melempar koin ke dalam kolam dan ya semoga saja kami bisa kembali lagi ke sana suatu hari nanti. Amin.) |
| (Suasana di sekitar "Spain Stairs": Ramai!!) |
| (Masih di Spain Stairs, foto dari atas. Lautan manusia.) |
| (Di sebuah cafe, di pinggir jalan. Erik ordered a super tiny glass of espresso for 2 euro.) |
| (Mas-mas bule mejeng di depan St. Peter's Basilica yang terkenal di Vatican.) |
| (Salah satu penjaga di St. Peter's Basilica. Cute banget yaaa bajunya :-p. Konon katanya yang merancang baju itu adalah Michelangelo, tapi ada beberapa pihak yang masih meragukannya.) |
| (Mamma Mia! Italiana Pizza!) |
Saturday, September 03, 2011
Day 6 : Naar de bioscoop gaan
Sama seperti kemarin, hari ini juga jadi hari tenang buat saya dan Robin. Tapi, sedikit beda, hari ini kami pergi nonton ke bioskop di centrum Arnhem. Kalau di sini tiket bioskop bisa dibeli online dan langsung dibayar dengan debit/credit card. Kemudian tiketnya bisa langsung di-print dari rumah. Harga tiket bioskop di sini luar biasa mahal kalau dibandingkan dengan di Indonesia. Kurang lebih untuk satu tiket nonton bisa sampai 11 euro. Dan hari ini kami nonton 2 film, which is 2 x 2 x 11 = 44 euro, atau sekitar 550 ribu rupiah (Fyuuuuuhhh...-_-"). Kalo di Indonesia bisa nonton film sampe mabok dengan 500 ribu rupiah.
Anyway, untuk film pertama kami memilih "Glee 3D Concert Movie". (Yeeaayy!! I am a gleek.) Karena saya tahu kalo glee concert movie ga akan diputar di Jakarta, jadi begitu di TV sini saya lihat iklannya, langsung saya rayu Robin untuk menemani saya nonton film itu. Hehehe. Dan filmnya lumayan memuaskan bagi saya sebagai penggemar serial Glee.
Untuk film kedua, kami pergi nonton "Harry Potter and The Deathly Hallows-Part Two". Yak, saya sebenarnya udah nonton film itu, tapi Robin belum. Jadi, untuk kedua kalinya saya nonton film terakhir Harry Potter. Dan buat saya itu fine-fine aja, karena saya juga penggemar Harry Potter. Saya baca semua bukunya dan nonton semua filmnya. Bisa dibilang saya tumbuh bareng Harry Potter and the gank, sama seperti beberapa teman saya lainnya. And it was epic!
Sedih banget waktu saya nonton film terakhir Harry Potter. Bahkan untuk kedua kalinya, saya masih ngerasa sedih. Sedih karena udah ga bakalan ada lagi film Harry Potter yang bakalan saya tunggu-tunggu. Sepuluh tahun lebih boooww tumbuh bareng Harry Potter. Pasti ga cuma saya yang ngerasain hal kayak gini. Saya yakin seluruh fans Harry Potter dari segala penjuru dunia ngerasain hal yang sama. Tapi ya, kalo kata orang mah di mana ada awal, di situ juga pasti ada akhir. Layaknya tagline film Harry Potter yang terakhir : It all ends. :(
Jadi, kurang lebih begitulah hari keenam saya di negeri orang. Oya, sedikit kejadian menarik hari ini : saya dan Robin pergi ke centrum naik sepeda. Kami parkir sepeda di basement sebuah gedung, tempat parkir sepeda gratis. Sengaja parkir di dalam gedung supaya lebih aman. Kami selesai nonton film Harry Potter kurang lebih jam setengah 11 malam. Dan waktu kami mau ambil sepeda di tempat parkir sepeda, jeng jeng jeng jeng jeeeeeng... gedungnya udah tutup! Dengan terpaksa kami pulang naik bis, dan ya sepeda kami akan menginap di tempat parkir sepeda. Ga untuk satu atau dua malam, tapi untuk 4 malam! Karena besok pagi-pagi sekali kami akan berangkat ke Roma, Italia untuk 3 hari ke depan.
Anyway, untuk film pertama kami memilih "Glee 3D Concert Movie". (Yeeaayy!! I am a gleek.) Karena saya tahu kalo glee concert movie ga akan diputar di Jakarta, jadi begitu di TV sini saya lihat iklannya, langsung saya rayu Robin untuk menemani saya nonton film itu. Hehehe. Dan filmnya lumayan memuaskan bagi saya sebagai penggemar serial Glee.
Untuk film kedua, kami pergi nonton "Harry Potter and The Deathly Hallows-Part Two". Yak, saya sebenarnya udah nonton film itu, tapi Robin belum. Jadi, untuk kedua kalinya saya nonton film terakhir Harry Potter. Dan buat saya itu fine-fine aja, karena saya juga penggemar Harry Potter. Saya baca semua bukunya dan nonton semua filmnya. Bisa dibilang saya tumbuh bareng Harry Potter and the gank, sama seperti beberapa teman saya lainnya. And it was epic!
Sedih banget waktu saya nonton film terakhir Harry Potter. Bahkan untuk kedua kalinya, saya masih ngerasa sedih. Sedih karena udah ga bakalan ada lagi film Harry Potter yang bakalan saya tunggu-tunggu. Sepuluh tahun lebih boooww tumbuh bareng Harry Potter. Pasti ga cuma saya yang ngerasain hal kayak gini. Saya yakin seluruh fans Harry Potter dari segala penjuru dunia ngerasain hal yang sama. Tapi ya, kalo kata orang mah di mana ada awal, di situ juga pasti ada akhir. Layaknya tagline film Harry Potter yang terakhir : It all ends. :(
Jadi, kurang lebih begitulah hari keenam saya di negeri orang. Oya, sedikit kejadian menarik hari ini : saya dan Robin pergi ke centrum naik sepeda. Kami parkir sepeda di basement sebuah gedung, tempat parkir sepeda gratis. Sengaja parkir di dalam gedung supaya lebih aman. Kami selesai nonton film Harry Potter kurang lebih jam setengah 11 malam. Dan waktu kami mau ambil sepeda di tempat parkir sepeda, jeng jeng jeng jeng jeeeeeng... gedungnya udah tutup! Dengan terpaksa kami pulang naik bis, dan ya sepeda kami akan menginap di tempat parkir sepeda. Ga untuk satu atau dua malam, tapi untuk 4 malam! Karena besok pagi-pagi sekali kami akan berangkat ke Roma, Italia untuk 3 hari ke depan.
Thursday, September 01, 2011
Day 5 : hari tenang..
Ga banyak yang bisa diceritakan tentang hari ini. Bisa jadi hari ini adalah hari yang paling tenang dibanding beberapa hari sebelumnya. Sekarang baru jam setengah 10 malem dan saya sudah rebahan di atas tempat tidur sambil menulis cerita tentang hari ini. Selayaknya orang Belanda, tadi siang saya dan Robin bersepeda muter-muter di sekitar Arnhem lagi. Membuat beberapa foto dan video untuk dikenang di masa tua nanti (tsaaaaahh...)
Saya kagum dengan apa yang bisa saya lihat selama saya di sini. Di tengah kota sekalipun, saya masih bisa bersepeda dengan aman dan mendapati hutan atau pun taman tempat orang bisa bersantai atau berolahraga. Hijau dan segar. Ga cuma itu, tapi ada banyak sungai atau danau yang bersih (ga penuh sampah dan bau seperti di Jakarta) di daerah perumahan yang ada. Cantik. Saya jadi semakin tidak ingin pulang. Di sini saya belum pernah mengalami sakit kepala, migrain, flu atau demam yang sering saya rasakan sebelumnya. Saya merasa benar-benar sehat. Mungkin karena udara yang bersih dan tidak banyak polusi. Dan tentunya di sini jarang banget saya ketemu sama yang namanya macet, jadi saya juga ga gampang stress. Hehehe.
Beruntung rasanya saya bisa melalui liburan kali ini. Benar-benar liburan, meluangkan waktu untuk diri saya menikmati hidup, tanpa harus dikejar-kejar pekerjaan dan tanggung jawab. It feels unreal, but I really love this moment. Aaaaahh saya benar-benar ga ingin ini cepat berakhir dan harus kembali ke dunia nyata. Sekarang yang harus saya lakukan adalah menikmati setiap detik yang saya punya di sini, supaya saya bisa me-refresh hati, pikiran dan fisik saya untuk kembali ke kenyataan nanti. Oiya, saya belum mengucapkan di sini : Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi semua yang merayakan! Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita memulai lagi dari awal, untuk menjadi pribadi yang lebih baik. :-)
Salam dari Belanda,
Gie
Saya kagum dengan apa yang bisa saya lihat selama saya di sini. Di tengah kota sekalipun, saya masih bisa bersepeda dengan aman dan mendapati hutan atau pun taman tempat orang bisa bersantai atau berolahraga. Hijau dan segar. Ga cuma itu, tapi ada banyak sungai atau danau yang bersih (ga penuh sampah dan bau seperti di Jakarta) di daerah perumahan yang ada. Cantik. Saya jadi semakin tidak ingin pulang. Di sini saya belum pernah mengalami sakit kepala, migrain, flu atau demam yang sering saya rasakan sebelumnya. Saya merasa benar-benar sehat. Mungkin karena udara yang bersih dan tidak banyak polusi. Dan tentunya di sini jarang banget saya ketemu sama yang namanya macet, jadi saya juga ga gampang stress. Hehehe.
Beruntung rasanya saya bisa melalui liburan kali ini. Benar-benar liburan, meluangkan waktu untuk diri saya menikmati hidup, tanpa harus dikejar-kejar pekerjaan dan tanggung jawab. It feels unreal, but I really love this moment. Aaaaahh saya benar-benar ga ingin ini cepat berakhir dan harus kembali ke dunia nyata. Sekarang yang harus saya lakukan adalah menikmati setiap detik yang saya punya di sini, supaya saya bisa me-refresh hati, pikiran dan fisik saya untuk kembali ke kenyataan nanti. Oiya, saya belum mengucapkan di sini : Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi semua yang merayakan! Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita memulai lagi dari awal, untuk menjadi pribadi yang lebih baik. :-)
Salam dari Belanda,
Gie
Day 3 - 4 : Prettige suikerfeest! Happy Ied Mubarak!
DAY 3
Lebaraaaan dataaaang!!! Yak, walaupun di Indonesia banyak gunjang-ganjing tentang ketidakjelasan kapan Hari Raya Idul Fitri dirayakan, tapi di sini sudah ditetapkan kalau kami akan berlebaran hari Selasa, 30 Agustus 2011. Saya senang sekaligus sedih. Senang karena ini akan jadi pengalaman pertama saya berlebaran di negeri orang, tapi sedih juga karena saya tidak menjalankan Shalat Ied dan berkumpul dengan keluarga tercinta.
Tahun ini saya Shalat Ied di Masjid Al-Hikmah yang ada di Den Haag. Berbeda dengan di Jakarta yang biasanya Shalat Ied dimulai jam 7 pagi, kalau di sini Shalat mulai jam 10 pagi. Shalat berjalan cukup khidmat dan teratur. Jujur, saya sedikit kaget karena ternyata lumayan banyak umat muslim yang ikut menjalankan Shalat Ied di sini. Masjid yang tidak terlalu besar itu pun, jadi sedikit sesak karena banyak orang (sebagian besar orang Indonesia) datang dari berbagai kota di Belanda untuk sama-sama menjalani Shalat Ied.
Selesai Shalat, saya, Robin, Dain dan Dennis segera meluncur ke Wassenaar untuk acara Halal Bihalal bersama Kedutaan Besar Indonesia di Belanda. Kalau kata orang-orang Belanda sih daerah Wassenaar ini salah satu daerah tempat orang-orang kaya tinggal. Jadi, ga heran kalau rumah-rumah di sana jauh lebih besar dibanding rumah-rumah Belanda umumnya. Rumah tempat tinggal duta besar Indonesia untuk Belanda di sana cukup besar dan halamannya luas. Di halaman rumah, dibangun beberapa tenda-tenda makanan, minuman dan ada juga panggung kecil untuk pengisi acara hari itu. Makanan yang disajikan hari itu merupakan menu lengkap lebaran, ada ketupat, rendang, sambel goreng ati dan kawan-kawannya, dan semuanya enaaakk! Paling engga makanan-makanan itu bisa mengobati kesedihan saya dan Dain karena ga bisa merayakan Idul Fitri bareng keluarga.
Dari acara halal bihalal kami kembali ke Amsterdam lagi. Karena saya masih mau beli beberapa souvenir/oleh-oleh, dan kami juga sudah janjian akan ketemu Bee dan Erik di sana. Buat saya, Amsterdam di siang hari lebih menarik dibanding pada saat malam. Karena lebih banyak yang bisa dilihat dan toko-toko juga lebih banyak yang buka. Tapi sayang, karena waktu yang terbatas akhirnya kami memutuskan untuk menikmati waktu kami di sebuah cafe dekat De Dam sebelum belanja souvenir dan pulang.
DAY 4
Karena satu dan lain hal, saya dan Robin memutuskan untuk menghabiskan satu malam lagi menginap di tempat Dain. Jadi, hari keempat saya di sini, saya habiskan untuk jalan-jalan di Leiden. Hari ini saya mencoba makanan baru, "Vlaai" dan "Kibbling". Vlaai lebih seperti kue/pai untuk dessert dan Kibbling itu sejenis ikan yang digoreng dan dimakan dengan saus seperti mayonaise. Lekker zeg!
Walaupun belum puas menelusuri jalan-jalan di Leiden, tapi saya dan Robin sudah harus kembali ke Arnhem supaya bisa ikut makan malam keluarga. Kami berpisah dengan Dain di stasiun dan rencananya akan bertemu lagi kalau masih memungkinkan minggu depan. Semoga saja.
Lebaraaaan dataaaang!!! Yak, walaupun di Indonesia banyak gunjang-ganjing tentang ketidakjelasan kapan Hari Raya Idul Fitri dirayakan, tapi di sini sudah ditetapkan kalau kami akan berlebaran hari Selasa, 30 Agustus 2011. Saya senang sekaligus sedih. Senang karena ini akan jadi pengalaman pertama saya berlebaran di negeri orang, tapi sedih juga karena saya tidak menjalankan Shalat Ied dan berkumpul dengan keluarga tercinta.
Tahun ini saya Shalat Ied di Masjid Al-Hikmah yang ada di Den Haag. Berbeda dengan di Jakarta yang biasanya Shalat Ied dimulai jam 7 pagi, kalau di sini Shalat mulai jam 10 pagi. Shalat berjalan cukup khidmat dan teratur. Jujur, saya sedikit kaget karena ternyata lumayan banyak umat muslim yang ikut menjalankan Shalat Ied di sini. Masjid yang tidak terlalu besar itu pun, jadi sedikit sesak karena banyak orang (sebagian besar orang Indonesia) datang dari berbagai kota di Belanda untuk sama-sama menjalani Shalat Ied.Selesai Shalat, saya, Robin, Dain dan Dennis segera meluncur ke Wassenaar untuk acara Halal Bihalal bersama Kedutaan Besar Indonesia di Belanda. Kalau kata orang-orang Belanda sih daerah Wassenaar ini salah satu daerah tempat orang-orang kaya tinggal. Jadi, ga heran kalau rumah-rumah di sana jauh lebih besar dibanding rumah-rumah Belanda umumnya. Rumah tempat tinggal duta besar Indonesia untuk Belanda di sana cukup besar dan halamannya luas. Di halaman rumah, dibangun beberapa tenda-tenda makanan, minuman dan ada juga panggung kecil untuk pengisi acara hari itu. Makanan yang disajikan hari itu merupakan menu lengkap lebaran, ada ketupat, rendang, sambel goreng ati dan kawan-kawannya, dan semuanya enaaakk! Paling engga makanan-makanan itu bisa mengobati kesedihan saya dan Dain karena ga bisa merayakan Idul Fitri bareng keluarga.
(Makan-makan ketupat di rumah Dubes Indonesia untuk Belanda. Lekker!)
Dari acara halal bihalal kami kembali ke Amsterdam lagi. Karena saya masih mau beli beberapa souvenir/oleh-oleh, dan kami juga sudah janjian akan ketemu Bee dan Erik di sana. Buat saya, Amsterdam di siang hari lebih menarik dibanding pada saat malam. Karena lebih banyak yang bisa dilihat dan toko-toko juga lebih banyak yang buka. Tapi sayang, karena waktu yang terbatas akhirnya kami memutuskan untuk menikmati waktu kami di sebuah cafe dekat De Dam sebelum belanja souvenir dan pulang.
DAY 4
Karena satu dan lain hal, saya dan Robin memutuskan untuk menghabiskan satu malam lagi menginap di tempat Dain. Jadi, hari keempat saya di sini, saya habiskan untuk jalan-jalan di Leiden. Hari ini saya mencoba makanan baru, "Vlaai" dan "Kibbling". Vlaai lebih seperti kue/pai untuk dessert dan Kibbling itu sejenis ikan yang digoreng dan dimakan dengan saus seperti mayonaise. Lekker zeg!
Walaupun belum puas menelusuri jalan-jalan di Leiden, tapi saya dan Robin sudah harus kembali ke Arnhem supaya bisa ikut makan malam keluarga. Kami berpisah dengan Dain di stasiun dan rencananya akan bertemu lagi kalau masih memungkinkan minggu depan. Semoga saja.
Subscribe to:
Posts (Atom)


